Bab 31

34 8 0
                                        

Begitu tiba di Bandung, Joe langsung mendatangi sebuah kafe kecil yang hangat. Meskipun sinar matahari cukup terik dari jendela sampingnya, tapi tidak membuat Joe kehilangan fokus membaca jurnal melalui tablet miliknya.

Joe meraih cangkir berisikan hot latte, merasakan kehangatan yang menghadirkan kenyamanan, kemudian menghirup aroma lembut perpaduan kopi dengan susu, lalu menyesapnya secara perlahan. Ditambah suasana kafe yang begitu tenang hanya terdengar suara mesin kopi dan percakapan ringan dari beberapa pengunjung lain.

Joe tidak langsung menemui Sakti ketika sampai di Bandung. Ia ingin istirahat sejenak sambil menunggu kabar dari Alissa. Terakhir yang Joe ketahui kalau perempuan itu sudah berada di kereta api menuju Bandung.

Sejujurnya, Joe penasaran ingin tahu apa yang sebenarnya Alissa lakukan di Bandung. Walaupun kemungkinan besar untuk mencari tahu soal Garash. Joe yakin sekali Alissa tidak sepenuhnya percaya dengan alasan yang diberikan Garash beberapa waktu lalu, sehingga mencari tahu kebenarannya agar Alissa bisa yakin sama perasaannya.

Joe menatap keluar jendela, matanya memperhatikan orang-orang yang berjalan di trotoar dan kendaraan yang berlalu lalang di jalanan sana. Joe menarik nafas dalam-dalam, menenangkan diri dari kegelisahan menunggu kabar Alissa. Joe yakin Alissa baik-baik saja. Perempuan itu pasti sudah mempersiapkan diri dengan segala yang terjadi.

Meskipun selama syuting, Joe sempat melihat Alissa yang jaga jarak dengan Garash dan terlihat ketus saat berbicara. Namun, semua itu adalah bentuk pertahanan Alissa agar perasaannya tidak goyah dulu sampai menemukan sesuatu yang diinginkan.

"Aku yakin kamu pasti bisa Alissa. Kamu bakal menemukan yang kamu inginkan."

Joe sebenarnya terganggu kalau misalnya apa yang ditemukan oleh Alissa justru dapat membuatnya kembali pada Garash. Namun, Joe juga harus yakin kalau memang ada takdir yang dapat mempersatukan mereka. Karena pertemuan yang terjadi sekarang pasti bukan semata-mata hanya bertemu. Pasti ada maksud dibalik semua ini.

Ketika nada dering khusus chat Alissa terdengar, Joe langsung meraih ponselnya dan membaca chat baru dari Alissa. Perempuan itu memberikan kabar kalau sudah sampai di Bandung dan sedang di kampus kuliahnya dulu.

Alissa Cassandra Dea

Kang, aku sudah sampai Bandung

Sekarang lagi di kampus dulu

Namun, Joe tidak puas hanya dengan membaca chat saja, ia harus mendengar suara Alissa langsung untuk memastikan keadaannya. Joe langsung menekan tombol telepon yang berada di pojok kanan.

"Hallo, Kang. Ada apa?"

Perasaan Joe lega saat mendengar suara Alissa, "Cuman mau memastikan aja, kalau kamu benar-benar sudah sampai di Bandung."

"Aku sudah sampai dengan selamat. Malah sekarang lagi di kampus."

"Di kampus? Emangnya kamu mau ngapain ke sana?"

"Mengenang masa waktu kuliah dulu aja. Kebetulan aku janjian sama teman di sini."

"Mengenang masa kuliah atau mengenang seseorang waktu kuliah."

Joe sengaja menggoda Alissa, tapi reaksi yang didapatkan justru membuat ia tidak bisa tersenyum. Padahal Joe berniat untuk tidak membuat Alissa tegang saja.

"Hah? "Gimana?"

Joe tertawa kecil, "Bercanda Alissa."

Joe mendengar Alissa yang berdecih sebal dengan ucapannya barusan. Dari keterkejutan itu, Joe tahu kalau Alissa memang sedang pergi ke Bandung untuk mencari soal Garash. Joe tidak masalah selama itu bisa membuat Alissa baik-baik saja.

Love, MaybeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang