Alissa mengetuk-ngetuk jemari di atas meja kubikel kerjanya. Kedua matanya memandangi Garash yang tengah mengobrol dengan karyawan baru IBS lain yang masuknya bareng sama dia. Sejak mengatakan alasan tidak menghubunginya selama dua tahun, Alissa benar-benar mendiamkan Garash.
Alissa tidak tahu kenapa mendiamkan lelaki itu dan tidak ingin bicara berdua kecuali tentang pekerjaan. Lebih aneh lagi Alissa belum bisa menerima alasan Garash sepenuhnya. Perasaaan ia tidak begitu lega dan senang mengetahui semuanya, justru gusar.
Pandangan Alissa beralih pada layar komputer di depannya. Teringat ketika membicarakan Garash dengan Dinda dan Kia beberapa hari lalu. Kedua sahabatnya marah begitu Alissa menceritakan soal alasan Garash tidak menghubunginya selama dua tahun terakhir.
Dinda dan Kia memperingkatkan Alissa untuk memikirkan kembali keinginan balikan bersama Garash, tapi mereka berdua tidak memaksa Alissa untuk menjauhi Garash. Sepertinya Dinda dan Kia lebih menyerakan keputusan kepada Alissa. Karena yang akan menjalani semuanya adalah Alissa.
Sebenarnya, Alissa juga masih bingung untuk kembali bersama Garash. Masih ada sesuatu yang mengganjal untuk bisa menjalin hubungan dengan Garash. Karena alasan yang diberikan Garash terhitung sempurna untuk meyakinkan seseorang.
"Kira-kira apa yang bikin gue belum bisa percaya sama alasannya."
Alissa melirik Garash yang masih mengobrol. Kali ini, matanya menangkap sesuatu yang membuatnya mencebik sambil menatap remeh lelaki itu. Farrah, kru baru IBS yang masuk bareng Garash terlihat merangkul lengan lelaki itu dengan mesra saat mengobrol. Alissa melihat Garash yang tampak biasa saja.
"Gue tahu alasannya kenapa belum mau ngomong sama dia."
Garash memang menceritakan semua alasannya, tapi tidak mengubah sikapnya untuk tegas terhadap perempuan lain. Alissa jadi teringat ketika kuliah dulu Garash berhasil bikin perempuan kena harapan palsu karena sikapnya yang dibilang friendly, tapi sebenarnya modus lelaki itu mendekati perempuan patut diacungi jempol.
Garash akan menjadi lelaki yang penuh perhatian, pengertian sampai memperlakukan perempuan sebaik mungkin hingga berhasil membuat mereka semua terbawa perasaan dan perlahan-lahan menyukai lelaki itu, yang kemudian bakal ditinggalkan begitu saja.
"Sifatnya buat bikin perempuan baper sama perhatian dan friendly nya gak pernah berubah."
Alissa masih ingat bagaimana Garash sering mengantar teman kuliah perempuan pulang. Padahal Garash tengah mendekati Alissa. Bagaimana seorang adik tingkat yang terpesona oleh wajah tampan Garash sampai terus menghubunginya. Lucunya Garash merasa risih, tapi chat adik tingkat itu masih dibalas.
"Brengsek."
Alissa mendengkus sebal ketika mengingat semua itu. Kini, kehadiran lelaki itu patut Alissa waspadai. Karena apa yang terjadi dulu bisa jadi akan terjadi lagi sekarang. Hanya saja caranya akan berbeda.
"Biarin aja dulu."
Alissa membereskan barang-barangnya yang ada di atas meja sebelum beranjak. Sudah waktunya untuk pulang, tapi pergerakannya berhenti ketika melihat ponselnya yang menyala. Senyumnya terbit ketika melihat dua notifikasi yang baru masuk.
Joe Angkasa Gajendra
Sudah pulang?
Jangan terlalu malam
Sepertinya hal lain yang membuat Alissa tidak bisa menerima kehadiran Garash adalah Joe. Karena sebagian perasaan Alissa sudah tertuju pada host Ayo Indonesia Sehat itu. Meski sampai saat ini belum mendapatkan kepastian mengenai sikap baik Joe.
Alissa Cassandra Dea
Ini baru mau pulang
Dokter sudah pulang?
KAMU SEDANG MEMBACA
Love, Maybe
RomanceDalam suatu hubungan tidak hanya ada cinta saja, tapi perhatian, pengertian, dan saling memahami pasangan merupakan bagian terpenting untuk membuat hubungan bisa terjalin dengan baik. Itulah yang dilakukan Joe Angkasa Gajendra untuk tetap bersama de...
