Bab 56

13 2 0
                                        

"Kang, ini sudah bener belum aku ngaduk adonannya? Kok malah makin encer kaya es krim sih."

Joe yang sedang mengambil buah-buahan dari kulkas menoleh, melihat Alissa yang sedang menatapnya sambil cemberut usai mematikan mixer. Lalu, Joe menghampiri Alissa untuk memeriksa adonan kue yang dibuat oleh perempuan itu. Joe tersenyum melihat Alissa disampingnya yang kesal karena adonan yang gagal. 

"Aku biasanya lihat Mamah bikin adonan keik gak secair ini deh. Kok yang aku malah encer gini." Alissa semakin cemberut karena kesal dengan adonannya yang gagal, "Sebal deh."

Joe mengelus rambut Alissa, "Sudah benar kok, tapi tinggal sedikit lagi kamu aduk pake mixer."

"Tapi tangan aku sudah pegel buat ngaduknya." Alissa mengeluh sambil memerlihatkan kedua tangannya pada Joe dengan memasang wajah memelas, "Sudah lemas banget kalau disuruh ngaduk lagi."

Senyum Joe semakin melebar melihat Alissa yang begitu menggemaskan saat mengeluh lelah mengaduk adonan kue meski menggunakan mixer.

"Biar aku aja yang lanjutin," ucap Joe sambil menggeser Alissake ke samping kanannya, "Kamu potong buah-buah yang aku ambil dari kulkas, terus bantuin aku buat lelehin coklatnya."

Alissa sumringah diberi tugas yang lebih mudah, "Oke. Serahkan sama aku aja. Soalnya aku jago banget kalau soal potong memotong buah."

"Baiklah."

Joe menyalakan mixer dan mulai mengaduk adonan, menambahkan beberapa bahan untuk membuat mengental. Joe melirik Alissa yang begitu fokus memotong buah-buahan yang bakal menjadi hiasan untuk kue mereka.

Beberapa hari lalu, Joe mengajak Alissa untuk membuat kue ulang tahun Arini yang bakal bertambah usia besok. Maka dari itu, Alissa berada di dapur apartemen Joe sekarang. Selain itu, Joe ingin menghabiskan waktu bersama dengan melakukan kegiatan yang hanya dapat dilakukan berdua. Bisa dibilang ini kencan rumah.

Joe menikmati kegiatan kali ini. Di dapur kecilnya yang hanya dipenuhi cahaya lampu kuning membuat suasana hangat. Belum lagi sentuhan-sentuhan yang tidak sengaja seperti memegang tangan Alissa ketika meminta bantuan atau berdiri di belakang perempuan itu untuk membantunya membuat jantung Joe berdebar kencang.

Bahkan, lirikan mata yang tidak sengaja dilakukan ketika membuat adonan kue juga membuat Joe dan Alissa tertawa. Merasa lucu dengan apa yang terjadi sampai saling menyenggol satu sama lain dengan pelan dengan tawa yang tidak lepas. Ditambah dengan kesalahan kecil yang dibuat Alissa anehnya bikin Joe tidak berhenti tersenyum. Joe menyukai kencan ini.

Joe melirik Alissa yang tengah melelehkan coklat yang sebelumnya disiapkan Joe di atas kompor. Kembali memperbaikin adonan kue yang gagal saat Alissa menoleh, meliriknya sambil menunggu coklat meleleh. Joe benar-benar mencintai Alissa sampai tidak marah atau protes malah sigap memperbaikinya ketika perempuan itu melakukan kesalahan, seperti adonan kue ini yang tiba-tiba jadi cair seperti susu.

Setelah selesai memperbaiki adonan yang gagal, Joe mengambil krim untuk menghias kue red velvet. Walaupun ini bukan kali pertama Joe menghias kue, tapi ia selalu saja gugup karena takut tidak rapih. Jadi, Joe harus fokus untuk menata krim tersebut agar kue tertutup rapih.

"Kang, ini coklatnya sudah meleleh. Mau diamin dulu di sini atau di bawah ke sana?" tanya Alissa sambil menoleh ke belakang untuk melihat Joe yang sedang menghias keik di meja dapur yang menyatu dengan kitchen island, "Kalau buat sekarang, mau aku bawain ke sana."

"Diamin dulu aja. Biar nanti aku yang bawa kalau sudah agak dingin," ucap Joe tanpa mengalihkan pandangan dari kue di hadapannya.

"Oke."

Alissa mematikan kompor, lalu pindah ke kitchen island untuk membantu Joe menghias kue ulang tahun berwarna red velvet. Memerhatikan tangan lelaki itu yang begitu piawai memoleskan krim untuk menutupi keik. Lalu menghias atasnya dengan membentuk sesuatu yang entah diapakan oleh Joe.

Love, MaybeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang