Bab 34

63 10 0
                                        

"Kang, gak usah repot-repot bawain koper aku ke kamar. Lagian gak berat kok. Aku masih bisa bawa sendiri," ucap Alissa begitu berdiri di depan lift hotel, "Sini sama aku aja, Kang Joe."

"Biar sama aku aja Alissa," kata Joe sambil menjauhkan koper dari Alissa, "Sekalian aku mau memastikan kalau kamar yang aku booking itu sudah sesuai atau belum. Kalau gak sesuai, aku mau minta ganti sama kamar yang baru."

Alissa memutar bola mata sebal, "Ya ampun, Kang Joe."

Sumpah Alissa merasa tidak enak kalau Joe harus membawakan kopernya dan mengantarkannya sampai kamar hotel. Karena seharian ini Joe sudah menemani Alissa dan menenangkannya saat menangis karena Garash. Jadi, Alissa tidak mau terus merepotkan Joe.

Namun, Joe agak keras kepala dan memaksa untuk membawa koper Alissa sampai ke kamar dan memastikan kamar yang dipesan sudah sesuai. Pada akhirnya, Alissa pasrah daripada harus berdebat terus sampai diusir security. Jadi, Alissa membiarkan Joe membawa kopernya.

Begitu di dalam lift hotel, Alissa kembali bersuara. Kali ini, ia penasaran dengan Joe yang tiba-tiba di Bandung. Entah kenapa rasanya lelaki itu sengaja menyusulnya kemari karena tahu Alissa akan seperti tadi. Menangis yang sangat menyedihkan.

Alissa memicingkan mata curiga pada Joe yang ada di sampingnya, "Jangan bilang Kang Joe sengaja nyusul karena tahu aku mau ke Bandung. Terus minta aku buat ngabarin kalau sampai Bandung, biar Kang Joe tahu aku di mana dan bisa nyusul, ya."

Joe menyeringai, "Sok tahu. Aku emang benar-benar mau tahu kabar kamu aja kalau sudah sampai Bandung, walaupun aku ada di Jakarta."

"Terus kenapa Kang Joe bisa ada di Bandung?"

"Karena aku sudah janjian sama senior waktu kuliah. Ada sesuatu yang perlu aku bahas mengenai pasien aku."

Alissa memutar badannya sampai menghadap Joe dengan kedua tangan menyilang di depan dada. Alissa menatap penuh selidik pada Joe. Alissa tidak memercayai ucapan lelaki itu sepenuhnya.

"Kang Joe gak bohong, kan?"

Joe mengeluarkan ponselnya, lalu membuka chat dirinya dengan Sakti yang bakal ia temui di Bandung nanti malam. Joe memberikan ponselnya pada Alissa supaya bisa melihat isi chat dengan Sakti.

"Lihat sama kamu tanggal aku chat dia. Aku sudah janjian bakal ketemuan di Bandung tanggal segini."

Alissa menerima ponsel Joe, dan melihat chat lelaki itu dengan seniornya. Alissa melihat tanggal mereka chat untuk mengatur waktu agar bisa bertemu. Joe sudah janjian dari dua minggu lalu, dan menentukan tanggalnya hari itu juga.

"Beruntungnya hari ini gak ada jadwal operasi atau panggilan darurat. Jadi, aku bisa ke Bandung buat ketemu sama dia nanti malam."

"Oh gitu." Alissa mengembalikan ponsel Joe, "Maaf sudah curiga."

Joe tersenyum, "Daripada aku nyusulin kamu ke Bandung, lebih baik kita pergi ke Bandung bareng."

Joe dengan senang hati akan menemani Alissa selama ada di Bandung. Bahkan, akan membantu Alissa untuk mencari tahu lebih dalam mengenai apa saja tentang Garash daripada harus pergi terpisah. Joe akan selalu ada di samping Alissa.

Joe menatap Alissa yang juga menatapnya. Demi apa pun Joe tidak mau melihat Alissa menangis seperti tadi. Dimana tangisan yang keluar penuh dengan kekecewaan dan luka yang amat perih sampai hanya air mata yang bisa mengungkapkannya. Garash benar-benar lelaki yang tidak bisa dibiarkan begitu saja karena sudah berani menyakiti hari Alissa.

"Kita sudah nyampe."

Namun, Alissa terdiam tidak mendengarkan ucapan Joe barusan. Sebab Alissa tengah berusaha membuat debaran jantung kembali normal. Soalnya ia tiba-tiba senang dan membayangkan pergi bersama dengan Joe ke Bandung. Kayanya bibir Alissa sekarang sedang tersenyum karena senang kalau sampai pergi sama Joe itu beneran terjadi.

Love, MaybeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang