Bab 13

120 12 2
                                        

Joe keluar dari ruang rawat salah satu pasiennya setelah mendapat kabar dari salah satu dokter residen kalau pasien tersebut mengalami sakit di bagian perut pasca di operasi. Setelah diperiksa tidak terjadi apa-apa.

Ia berdiri di nurse stasion untuk memeriksa catatan pasiennya yang lain. Joe menoleh ke arah jendela yang ada di lorong ruang perawatan. Menatap cukup lama langit yang perlahan-lahan berubah menjadi oranye.

Joe yang tertarik langsung melangkahkan kaki ke sana, mengeluarkan ponsel, lalu mengambil beberapa foto langit sore hari itu, kemudian ia kirimkan kepada seseorang yang akhir-akhir ini menjadi penyemangat hidupnya. Alissa.

Setelah mendapatkan nomor ponsel perempuan itu, Joe jadi ikutan untuk memotret langit ketika bagus. Ia sering membayangkan reaksi Alissa ketika menerima chat foto langit darinya. Pasti cantik sekali saat tersebut. Sayangnya Joe tidak bisa melihat secara langsung.

Meski begitu, Joe selalu tersenyum setiap kali melihat hasil foto langitnya. Bahkan, merasa seperti ada sesuatu yang menggelitik setiap kali berharap dapat melihat langit bersama dengan Alissa secara langsung. Ia sudah benar-benar menyukai Alissa.

"Senyum-senyum mulu lo. Bisa disangka gila."

Celetukan yang sudah diketahui siapa pemiliknya berhasil menarik perhatian Joe hingga membuat mendongak. Menatap Nando yang tengah berjalan menghampirinya, kemudian berdiri di depan Joe.

"Kasihan pasien lo kalau sampai tahu. Bisa kabur mereka."

Joe berdecak, lalu kembali pada ponselnya karena harus mengirim foto langit kepada Alissa, "Aku gak gila, tapi senang."

Nando mengintip yang dilakukan Joe pada ponselnya, "Senang karena sekarang bisa kirim chat ke Alissa."

Joe tanpa sadar mengangguk dan membuat Nando tersenyum mengejek, "Iya."

"Sudah sampai mana lo sama dia chat."

"Sampai kirim foto langit aja. Soalnya aku sudah janji bakal respon dia kalau bikin story."

Nando terbelalak kaget, "Serius? Gak ada chat lain gitu. Kaya nanya kamu sudah makan atau mau aku temenin gak."

Joe menggeleng, "Gak ada."

"Joe please deh lo sudah selangkah lebih maju, harusnya sudah mulai lebih maju lagi." Nando langsung menunjuk Joe, "Awas aja lo sampai bilang masih mikirin perasaan dia yang nyaman atau gak buat lo deketin. Basi Joe. Keburu diambil orang tuh si Alissa."

Joe kembali menatap Nando dengan senyum penuh kebanggaan, "Aku emang belum chat lebih dari kirim foto langit. Tapi, aku sudah ngelakuin sesuatu yang bikin dia senang sekarang."

"Apa?"

"Aku suka kasih dia vitamin setiap satu minggu sekali. Soalnya dia suka kerja sampai malam, terus paginya harus syuting live. Aku khawatir kalau dia sakit nanti."

"Serius?" Nando membelalak tidak percaya, "Lo kasih secara langsung ke dianya."

Joe menggeleng, "Gak. Aku simpan di atas meja kerjanya."

Nando langsung memasang muka masa, "Lo gue tampol deh lama-lama."

"Aku sama dia beda program. Malahan sering gak ketemu juga kalau aku ke sana."

"Tapi dia tahu kalau itu vitamin dari lo."

Joe menggeleng lagi, "Gak tahu."

"Hah? Jadi, lo kasih dia vitamin tanpa kasih tahu kalau itu dari lo. Ajaib amat sih hidup lo. Heran gue."

"Aku belum tahu cara baik buat kasihnya. Kalau chat ke dia itu dari aku." Joe menjeda sebentar ucapannya dengan bergumam, "Rasanya kurang pantas."

Sebenarnya, Joe sengaja tidak kasih tahu Nando kalau ia selalu menyelipkan sebuah note 'Ini vitamin buat kamu. Diminum sesuai takaran yang ada.' di atas vitamin yang diberikan Joe untuk Alissa.

Love, MaybeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang