Bab 30

49 7 0
                                        

Usai menyemprotkan parfum pada pergelangan tangan, leher, dan pakaian yang dikenakan, Joe mengambil jam tangan dari atas meja rias dan memakainya dipergelangan tangan sebelah kiri. Setelah itu, ia kembali memeriksa penampilannya mengenakan kemeja berwarna khaki dan celana denim.

Joe mengambil tas ransel Adidas dari atas tempat tidur, kemudian mengambil kunci dari atas meja belajar. Hari ini, Joe akan pergi ke Bandung untuk bertemu dengan Sakti. Namun, Joe memilih untuk pergi lebih pagi dari waktu yang dijanjikan. Tentu saja alasannya adalah Alissa.

Alissa sudah memberitahu Joe bakal pergi menggunakan kereta api yang berangkat jam sepuluh pagi. Joe yang berangkat menggunakan mobil harus tiba di Bandung lebih dulu supaya ia bisa memastikan Alissa tiba dengan selamat dan baik-baik saja.

"Joe."

Joe yang tengah duduk di kursi belajar sedang mengenakan sepatu pun mendongak saat ada yang memanggilnya. Joe tersenyum melihat Arini yang masuk ke kamar dan masih menggunakan baju tidur.

"Iya, Bunda?"

"Kamu mau berangkat ke Bandung sekarang?" Arini melirik jam di atas meja belajar Joe, "Ini baru jam lima pagi loh, Joe. Kamu beneran mau pergi sepagi ini?"

Joe berdiri menghampiri Arini yang khawatir dengannya karena harus berangkat pagi-pagi sekali, "Iya, Bunda. Soalnya Bandung pasti macet kalau weekend. Jadi, Joe pergi pagi aja biar gak kejebak macet."

"Tapi, kita sarapan bareng ya. Bunda buatin makanan kesukaan kamu. Jangan sampai perut kamu kosong."

"Gak usah, Bunda. Aku bisa sarapan di rest area."

"Gak boleh!" Arini tegas melarang, "Bunda bolehin kamu pergi ke Bandung pagi-pagi, tapi buat sarapan harus di sini."

Kalau Arini sudah secara tegas melarang Joe tidak bisa berbuat apa-apa, selain menuruti daripada dilarang pergi ke Bandung sama Arini. Lagi pula, masih keburu untuk mengejar keberangkatan Alissa.

"Oke. Joe sarapan di rumah."

"Nah gitu dong. Bunda kan jadi lega dengarnya. Bunda tuh gak mau kamu makan sembarangan."

"Aku gak pernah makan sembarangan Bunda."

"Emang Bunda gak tahu apa kehidupan anak-anak koas sama residen. Bunda tahu banget ya kalau kalian tuh suka makan makanan gak sehat." Arini menunjuk Joe dengan mata menatap tajam, "Bunda pernah lihat kamu makan pop mie dua sehabis operasi."

Joe menyengir sambil mengusap tengkuknya. Joe mengakui pernah makan pop mie dua karena lapar sekali habis operasi dan tidak ada makanan lain di ruang istirahat residen. Jadi mau tidak mau makan yang ada.

"Joe waktu itu lapar banget Bunda dan gak ada makanan lain di sana."

"Tetap aja. Ya udah, kamu tunggu di sini. Kalau sudah matang sarapannya nanti Bunda panggil."

"Oke, makasih ya Bunda."

Sambil menunggu Arini yang sedang membuat sarapan, Joe membuka tablet untuk memeriksa status pasien dan lanjut membaca jurnal. Joe melirik ponselnya yang memperlihatkan notifikasi dari grup. Semalam Joe masih kirim chat dengan Alissa, tapi tidak menanyakan soal keberangkatan ke Bandung.

Namun, tidak ada salahnya untuk memastikan apakah Alissa sudah bersiap-siap untuk pergi ke Bandung atau tidak. Joe mengetikkan chat menanyakan tentang persiapan Alissa ke Bandung hari ini.

Joe Angkasa Gajendra

Alissa, sudah bangun?

Joe terkejut melihat ceklis yang langsung berubah menjadi biru. Ternyata Alissa sudah bangun dan tengah mengetikkan balasan chat pada Joe.

Alissa Cassandra Dea

Love, MaybeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang