Bab 33

43 11 0
                                        

Joe mampir ke minimarket untuk membeli rokok dan beberapa cemilan untuk Alissa. Joe sengaja membeli banyak coklat untuk bisa mengembalikan mood Alissa baik lagi. Tidak lupa juga beberapa minuman dingin agar bisa menenangkan perempuan itu.

Joe tahu kalau yang dibelinya saat ini tidaklah sehat, tapi untuk saat ini ia tidak ingin melihat Alissa bersedih terus. Joe mau kehadirannya kemari dapat membuat Alissa melupakan Garash yang brengsek dan tersenyum ceria seperti biasa.

Usai membayar Joe kembali ke mobil, tapi ia berhenti sejenak untuk melihat Alissa yang sedang merapihkan riasannya yang berantakan karena menangis. Joe meringis ketika tidak sengaja mengingat betapa hancur dan kecewanya Alissa begitu tahu Garash pernah menjalin hubungan dengan perempuan lain. Di saat Alissa menunggunya dengan setia selama dua tahun.

Joe menghela nafas panjang, "Seharusnya, aku gak pernah nyerah buat dekatin kamu Alissa. Biar kamu gak ngerasain sakit hati seperti ini."

Joe memegang dadanya yang tiba-tiba saja nyeri karena teringat Olivia yang mengkhianatinya dulu. Apalagi saat Joe tahu kalau Olivia meninggalkannya di hari pertunangan untuk mengejar lelaki lain. Menyakitkan. Joe tidak mau Alissa merasakan itu.

Joe kembali melangkah, membuka pintu begitu sampai di mobil, lalu tersenyum pada Alissa yang terlihat sudah membaik begitu duduk. Meski baik-baik saja, Joe masih bisa melihat kesedihan dari kedua mata Alissa yang sembab habis menangis lama.

Bahkan, Joe bisa merasakan kecanggungan dari Alissa. Sudah pasti Alissa merasa tidak enak dengan Joe karena habis menangisi lelaki lain di depannya. Padahal Joe tidak masalah sama sekali. Ia paham bagaimana perasaan Alissa dan ingin menjadi tempat perempuan itu untuk mengeluarkan semua yang dirasakannya.

"Buat kamu."

Joe menatap antusias Alissa untuk segera melihat isi di dalam kantung belanja tersebut. Namun, berbeda dengan Alissa yang tertegun ketika Joe memberikan kantung belanja padanya. Karena Alissa berpikir kalau Joe menyuruhnya untuk merokok agar bisa menenangkan diri. Apalagi tatapannya saat antusias.

Alissa tahu Joe itu perokok dan pernah melihat lelaki itu merokok beberapa kali di rooftop. Alissa juga tidak mempermasalahkannya. Walaupun agak aneh mengetahui dokter juga suka merokok.

Tapi yang membuat Alissa terheran masa Joe menyuruhnya buat ikut merokok. Tidak begini juga untuk menghilangkan kesedihan Alissa. Kan masih ada cara lain yang jauh lebih baik buat mengembalikan mood Alisssa, selain merokok. Parah sekali.

"Buat ngehilangin sedih kamu," ucap Joe sambil tersenyum lebar, "Aku yakin kamu bakal suka."

Alissa terkejut karena bisa-bisanya Joe bicara seperti itu. Alissa sudah menduga Joe beli banyak rokok ketika melihat kantung belanjanya penuh sekali, tapi tidak sampai menyuruh Alissa buat ikut merokok. Ternyata lelaki satu ini tidak paham cara membuat mood perempuan membaik lagi.

Alissa segera membuka kantung belanja tersebut untuk melihat rokok jenis apa yang dibelikan oleh Joe untuknya. Kedua matanya terbelalak dan mulutnya menganga lebar saat melihat dalamnya. Ternyata di sana ada berbagai macam camilan, coklat, dan minuman. Alissa menatap kembali Joe yang terlihat senang dengan reaksinya.

Alissa jahat sekali sudah menuduh Joe yang menyuruhnya merokok agar tidak sedih terus. Padahal lelaki itu membelikkan banyak sekali makanan dan minuman, yang hampir semuanya adalah favorit Alissa. Tapi, salah Joe juga tidak bicara dengan jelas apa yang dibelinya.

"Ini semua buat aku?" Alissa menunjuk dirinya sendiri, "Beneran?"

Joe mengangguk dengan senyum yang semakin lebar, "Minuman manis, coklat manis, buat Alissa yang manis."

Kedua mata Joe membulat kaget mendengar apa yang harus baru saja keluar dari mulutnya. Sejak kapan Joe bisa mengeluarkan kata-kata gombal begitu. Sementara, Alissa tersipu malu dan berusaha menahan senyum saat mendengar gombalan Joe padanya. Tidak menyangka lelaki itu bisa berkata-kata manis.

Love, MaybeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang