Bab 44

63 6 0
                                        

"Jangan pergi bareng ke studionya, Kang," seru Alissa yang duduk berhadapan dengan Joe, "Nanti kalau orang-orang di sana pada ngeledekin kita gimana? Kemarin aja aku tuh terus diledekin sama mereka."

Seperti biasa Alissa harus melakukan briefing pada Joe mengenai syuting Ayo Indonesia Sehat hari ini. Tapi, selama ada di ruang make up, Alissa dan Joe sama sekali tidak membahas soal syuting, melainkan membahas soal rekan kerja Alissa yang tidak berhenti menggodanya soal kemesraannya dengan Joe di hari valentine.

"Dibilang pacaranlah, tunanganlah, inilah. Terus sekarang mau dibikin parah sama Kang Joe yang mau datang bareng ke sana. Jangan aneh-aneh deh. Aku sudah capek," lanjut Alissa.

Joe diam sambil memandangi Alissa yang tengah mencurahkan isi hatinya. Selain mendengarkan, Joe mengamati setiap ekspresi Alissa selama bercerita, dari senang, kesal, marah, sampai cemberut.

Saat melihatnya Joe begitu gemas sampai ingin memeluk Alissa. Sayangnya mereka ada IBS, sehingga tidak bisa melakukan itu dan Joe harus professional sebagai host di sini. Apalagi Alissa dan Joe tengah menjadi sorotan orang-orang di IBS.

Meski begitu, Joe masih ada kesempatan untuk berdua dengan Alissa. Memandangnya dari dekat sambil menggenggam tangan sang pujaan. Bisa berduaan dengan Alissa tanpa ada yang mengganggu sudah menjadi momen indah untuk Joe.

Memang salah Joe juga tadi menyarankan untuk datang bareng ke studio dan menjelaskan yang sebenarnya mengenai kejadian di hari valentine. Namun, mendengar itu Alissa langsung menolak dengan keras. Perempuan itu bilang akan membuat keadaan semakin para dan rekan-rekan kerjanya bakal semakin menggodanya.

Setelah dipikir lagi memang benar kalau Joe datang bersama dengan Alissa ke studio pasti kru Ayo Indonesia Sehat yang ada di sana akan menatap mereka dan mengeluarkan ledekan yang bikin situasi tidak nyaman, terutama untuk Alissa. Tentu saja Joe paling tidak mau kalau membuat Alissa tidak nyaman.

"Baiklah, kita gak akan datang bareng ke studio. Aku cuman kasih saran aja supaya kamu berhenti diledekin teman-teman kamu."

"Tapi, sarannya gak gitu juga, Kang. Yang ada mereka semakin ngeledekin kita." Alissa langsung memasang wajah julid, "Cie Alissa datang bareng sama dokter Joe. Adeuh yang lagi dimabuk asmara pengennya bareng-bareng terus. Pasti mereka bakal kaya gitu, Kang."

Joe tertawa melihat ekspresi Alissa yang meniru rekan-rekan kerjanya saat meledek. Begitu lucu sampai Joe mengacak-acak gemas rambut perempuan itu.

"Kamu tuh lucu banget sih." Joe mengeratkan genggaman pada tangan Alissa, lalu menepuk lembut punggung tangan perempuan itu dengan tangan kiri Joe, "Oke, kita gak bakal datang bareng, ya. Kamu gak perlu khawatir, aku pasti bakal jelasin semuanya biar mereka berhenti ledekin kamu."

"Benar, ya."

Joe mengangkat tangan kirinya dengan jari telunjuk dan jari tengah membentuk huruf V, "Aku janji, Alissa."

Melihat kesungguhan Joe untuk menjelaskan apa yang terjadi saat hari valentine membuat Alissa mengangguk. Alissa yakin kalau Joe akan menjelaskan sebaik mungkin mengenai hubungan mereka dan bisa membuat orang satu kantor diam.

"Oke deh, aku percaya Kang Joe bisa jelasin sebaik mungkin. Selain itu..." ekspresi Alissa berubah sendu karena rasa bersalah yang menghampiri, "Maafin aku kalau bikin Kang Joe tersinggung. Aku bukan gak mengakui perasaan Kang Joe makanya minta buat jelasin. Cuman, tahu sendiri kalau h—"

"Aku paham, Alissa," potong Joe dengan nada suara lembut, "Aku gak tersinggung sama sekali. Lagi pula yang bikin semua ini terjadi adalah aku. Jadi, aku harus bertanggung jawab buat selesain."

"Tapi, tetap aja gak enak. Kaya aku menolak perasaan Kang Joe. Padahal bukan itu maksudnya."

"Kamu gak usah pikirin lagi soal itu." Joe mengusap lembut wajah Alissa, "Alissa, aku bilang suka ke kamu supaya kamu tahu seperti apa perasaan aku yang sebenarnya, bukan meminta kamu merasa gak enak sama aku, dan aku paham maksud kamu."

Love, MaybeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang