Bab 55

41 2 0
                                        

Joe tidak mengira kalau hari ini bakalan kedatangan orang-orang yang tidak terduga ke tempatnya bekerja. Setelah Arini datang dengan membawa rencana kejutan tidak disangka-sangka, kini JOe kedatangan tamu yang jauh lebih tidak terduga dan tidak pernah kepikiran.

Kia dan Dinda. Dua sahabat Alissa yang kini tengah duduk di sofa sambil tersenyum dan menatap Joe dengan penuh harapan. Namun, yang membuat Joe menghela nafas panjang adalah melihat sebuah kamera sudah terpasang di diatas tripod dan mengarah padanya.

Rencana apa lagi yang kali ini harus diketahui olehnya sampai ada kamera segala. Itulah kalimat yang terbesit dalam benak Joe.

"Jadi, kalian jauh-jauh datang ke sini." Joe melirik jam dinding di ruang kerjanya yang menunjukkan pukul 19.00 WIB, "Bahkan, sampai malam-malam begini cuma minta saya buat ikutan bikin video ucapan ulang tahun buat Alissa."

Dinda dan Kia mengangguk. Memang itulah tujuan Dinda dan Kia ke rumah sakit untuk mengajak Joe bikin video ucapan selamat ulang tahun buat Alissa. Bahkan, Dinda sampai menjalankan motornya dengan kecepatan tinggi saat melalui jalanan Jakarta yang padat karena takut kalau Joe sudah pulang.

"Iya, kan, waktu itu dokter Joe telepon aku buat bikin rencana kejutan ulang tahun Alissa," ucap Dinda menyampaikan maksud kedatangannya, "Nah, aku kepikiran buat bikin video ucapan selamat ulang tahun, dan dokter Joe harus ikutan biar ucapannya makin spesial."

"Makanya,  kita bawa kamera di sini dan langsung memasangnya," sahut Kia sambil menunjuk kamera di sampingnya, "Biar langsung take di sini."

Telunjuk tangan kiri Joe mengetuk-ngetuk pelipis saat menatap Dinda dan Kia. Memang awal bulan Joe menelepon Dinda untuk bikin rencana memberikan kejutan ulang tahun Alissa, tapi tidak menduga bakal jbikin video, bahkan sampai datang ke rumah sakit.

"Iya, emang saya telepon kamu, Din, buat bikin rencana kasih kejutan ulang tahun Alissa. Cuman saya gak menduga aja bakal bikin video," Joe berdeham, "Sampai datang ke tempat kerja saya kaya gini. Saya ngiranya malah kejutan biasa aja."

"Tadinya mau gitu, tapi aku pikir lagi lebih baik kasih sesuatu yang spesial." tatapan Dinda berubah sendu saat mengingat perasaan Alissa saat ini yang sedang tidak baik-baik saja, "Apalagi akhir-akhir ini perasaan Alissa juga lagi gak baik. Seenggaknya, lewat ucapan video ini bisa bikin perasaannya membaik dan tahu kalau kita semua sayang banget sama dia, dan mau lihat dia bahagia."

Apa yang dikatakan Dinda memang benar kalau perasaan Alissa sedang tidak baik-baik saja. Meski berusaha untuk tetap tersenyum dan terlihat biasa saja, tapi sebenarnya Alissa tengah menyimpan luka yang amat menyakitkan. Saat ini, perempuan itu membutuhkan sesuatu yang dapat perlahan-lahan menyembuhkan lukanya.

"Apalagi kalau dokter Joe ikut bikin video pasti bakal spesial banget buat Alissa," imbuh Kia mencoba membujuk Joe yang terlihat ragu, "Karena kita semua tahu betapa berartinya dokter Joe buat Alissa. Jadi, kalau dokter Joe ikutan pasti bakal bikin Alissa bahagia pas ulang tahun nanti."

"Iya, dok, mau ya," bujuk Dinda.

Kia dan Dinda harap-harap cemas pada Joe usai mengeluarkan ide mereka untuk ulang tahun Alissa. Begitu dikasih tahu bakal bikin video ucapan ulang tahun, Joe tampak ragu. Meski tidak terlihat jelas, tapi Dinda dan Kia tahu kalau Joe mau tidak mau bikinnya. Padahal ini adalah peluang untuk menaklukkan hati Alissa.
 
Joe meringis sambil mengusap tengkuknya, "Saya malu, Dinda, Kia. Lebih baik saya gak usah ikutan, kalian saja. Saya bisa bantu yang lain buat kasih kejutan ulang tahun Alissa."

Walaupun Joe sudah terbiasa di depan kamera karena menjadi host Ayo Indonesia Sehat, tapi untuk membuat video ucapan selamat ulang tahun Alissa, Joe tidak bisa. Joe malu dan takut kalau hasilnya bakal jelek terus bikin Alissa tidak senang. Selain itu, Joe juga bingung harus mengatakan apa. Soalnya ucapannya harus menyentuh dan penuh makna.

Love, MaybeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang