Bab 58

17 3 0
                                        

Acara ulang tahun Arini berlangsung dengan meriah. Alissa berdiri di samping Arini untuk meniup lilin bersama. Sudah jelas Joe mendampingi Alissa dengan berdiri di belakang sambil memegang pundak perempuan itu. Selain Joe, Bara, Pandu, Aditya, dan Cherrisa turut berdiri di belakang Alissa dan Arini saat meniup lilin. Tepuk tangan meriah dari tamu yang datang memenuhi area halaman belakang rumah.

Usai tiup lilin, Arini menarik Alissa untuk lebih dekat dengannya, kemudian dirangkul dengan erat, "Mungkin sebagian dari kalian bertanya-tanya siapa perempuan yang berada di samping saya dan merayakan ulang tahun bersama saya."

Tahu maksud ucapa Arini, Alissa mendadak diserang gugup. Rasanya belum pantas untuk mengenalkan Alissa sebagai menantu. Mengingat hubungan dengan Joe saja masih belum jelas. Alissa saja datang ke sini tidak sengaja, bagaimana bisa langsung dideklarasikan sebagai menantu.

Alissa semakin gugup saat tidak sengaja melihat para tamu yang ada di depannya. Entah hanya perasaan Alissa saja atau memang orang-orang tersebut memandanginya bukan dengan tatapan penasaran, tapi tatapan menilai. Pasti karena penampilannya yang berbeda, namun berani berdiri berdampingan dengan Arini yang begitu cantik.

Arini menatap Alissa dengan penuh kasih sayang, dan perasaan senang karena bisa bertemu dengan perempuan yang sudah membuat Joe kembali merasakan kebahagian serta cinta.

"Dia Alissa. Pacar Joe sekaligus calon menantu kami," ucap Arini lembut tapi tegas yang mampu membuat tamu terkejut, "Kebetulan ulang tahun kita beda satu hari. Jadi, saya memutuskan untuk merayakannya bersama."

Alissa hanya bisa tersenyum canggung. Karena ia merasa tatapan menilai dari para tamu malah meningkat. Seolah ingin tahu nilai lebih Alissa sampai bisa menjadi calon menantu keluarga Gajendra.

Namun, saat itu, Alissa merasakan ada yang memegang erat tangannya. Saat dilihat, Alissa tahu tangan siapa tahu. Ketika mendongak ia bertemu tatap dengan Joe yang kini sudah berdiri di sampingnya.

"Benar, Alissa adalah pacar saya. Hubungan kita memang belum lama, tapi doakan hubungan kita bisa berjalan lancar," ucap Joe yang membuat Alissa menganga kaget, "Dia perempuan istimewa yang pernah saya temui. Jangan menilai dia dari penampilan atau wajahnya. Karena saya melihat dia dari hatinya dan cara dia bisa membuat saya bahagia, bukan penampilan atau wajahnya."

Seketika tatapan menilai para tamu pun hilang. Mereka semua mengalihkan tatapan atau tersenyum sampai Aditya berteriak, "Cieee yang sudah punya pacar."

Suasana pun heboh ketika Cherrisa ikut bersorak sambil bertepuk tangan. Kegugupan yang Alissa rasakan seketika hilang. Joe sadar kalau Alissa tidak nyaman dengan tatapan para tamu ketika mengenalkan perempuan itu sebagai calon menantu.  Joe rasa perlu untuk mengumumkan dari mulutnya langsung untuk meyakinkan para tamu.

Joe tahu kalau mereka menilai Alissa dari penampilannya yang tidak seperti ke acara ulang tahun. Ya, semua itu karena akal-akalan Arini, sehingga para tamu memandang remeh Alissa.

Alissa menyenggol tangan Joe, "Makasih, ya."

"Sama-sama, sayangku," balas Joe berbisik yang langsung mendapat pukulan pelan dari Alissa di lengannya, "Sakit, sayang."

Alissa berusaha menahan senyum mendengar Joe memanggilnya sayang, "Jangan ngomong gitu."

"Kenapa? Aku sekarang pacar kamu."

"Belum resmi."

"Tapi, pasti jadi pacar kamu, kan."

Alissa mengedikkan bahu, "Lihat nanti."

Sebenarnya, Joe dan Alissa sudah seperti orang pacaran, hanya status saja yang belum ada. Cuman mereka belum bisa sampai ke tahap itu karena Alissa yang belum bisa memberikan kepastian. Begitupun Joe yang belum menyelesaikan permasalahnnya dengan Olivia.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: 5 days ago ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Love, MaybeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang