Bara, Pandu, dan Aditya yang sedang bersantai di ruang tengah rumah seketika duduk tegak di sofa begitu mendengar suara pintu yang dibuka sangat kencang sampai menggema hampir ke seluruh ruangan. Mereka langsung siaga sambil saling bertatapan karena tahu siapa yang datang. Arini Gema Aditama.
Suara high heels yang terdengar menghentak bersamaan dengan langkah cepat membuat debaran jantung Bara, Pandu, dan Aditya tidak karuan. Mereka bertiga menduga telah terjadi sesuatu dalam acara amal yayasan Aditama.
Apalagi Joe yang tiba-tiba datang ke acara amal itu membuat Bara, Pandu, dan Aditya curiga ada sesuatu yang tengah direncanakan oleh lelaki itu. Sepertinya rencana tersebut berhasil sehingga membuat Arini tampak murka.
"Kali ini kejutan apa yang bakal dibawa oleh Bunda," ucap Aditya pelan.
"Lebih tepatnya kejutan apa yang dibuat oleh Joe sampai bikin Bunda datang-datang auranya gak enak gini," balas Pandu berbisik, "Soalnya dia tiba-tiba mau ikut ke acara amal yayasan."
"Gue yakin bikin sesuatu yang sangat menggemparkan." Aditya menghembuskan nafas panjang penuh kepasrahan, "Tapi kita yang apes."
Sementara, Bara menggeleng melihat interaksi kedua putranya itu karena sudah tahu apa yang sedang dibicarakan oleh mereka berdua. Tepat saat itu, aura penuh kemarahan, ketegangan, dan kegelapan semakin terasa ketika Arini mulai masuk ke ruang tengah.
"Siapa perempuan yang lagi didekatin sama Joe?" seru Arini yang nyari suaranya seperti teriakan.
Bara, Pandu, dan Aditya sontak menatap Arini yang nafasnya tersenggal-senggal seperti habis berlari, tangannya mengepal erat, sorot mata yang penuh kekesalan tapi penasaran, dan wajahnya yang memerah. Seolah ada sesuatu yang bergolak dalam dirinya dan sudah tidak sabar ingin dikeluarkan.
"Soalnya di acara amal tadi Joe pergi duluan dan bilang mau ketemu sama seseorang." Arini menatap tajam Bara, Pandu, dan Aditya secara bergantian, "Kalian harus tahu seseorang itu dipanggil sama Joe sebagai wanitaku. Jadi, siapa orangnya."
Bara, Pandu, dan Aditya kompak menggeleng. Mereka tidak tahu kalau Joe sedang dekat sama seorang perempuan, malah terkejut mengetahui putra kedua Arini dan Bara itu tengah dekat dengan seorang perempuan.
Melihat itu membuat kekesalan Arini belum bisa mereda, "Serius kalian bertiga gak tahu."
"Serius," balas Bara, Pandu, dan Aditya
Wajah kesal dan amarah Arini langsung menghilang digantikan dengan lemas. Ia langsung duduk di samping Bara, lalu menyandarkan kepala ke bahu sang suami. Menghela nafas panjang berkali-kali untuk membuat dirinya tenang.
"Masalahnya Bunda pengen tahu bener apa engga kalau Joe itu lagi deketin perempuan. Bunda malah senang kalau akhirnya dia bisa dapatin perempuan yang disuka daripada harus lewat perjodohan gitu, kan," kata Arini, "Selama perempuannya baik-baik gitu, latar belakangnya juga jelas, sama berpendidikan juga."
Pandu dan Aditya kembali berduduk santai dengan menyandarkan bahu ke sofa. Mereka berdua memperhatikan Arini yang sedang menceritakan soal Joe, sesekali melirik Bara yang masih terlihat tegang.
"Dan yang jelas sayang juga sama Joe," sambung Arini.
"Jadi, di acara amal tadi Bang Joe pergi ditengah-tengah acara dan bilangnya mau ketemu perempuan yang disebut sebagai wanitaku?" tanya Aditya untuk memastikan tidak salah menanggapi nanti, "Terus Bunda percaya?"
Bukannya mendapatkan jawaban Aditya justru dilempar tas oleh Arini, "Makanya, Bunda tadi nanya juga buat tahu bener apa engga. Siapa tahu dia cerita sama kalian berdua."
"Cuman memastikan, Bun."
"Sabar, Bun." Bara mengelus lembut kepala Arini yang kembali emosi, "Jangan marah-marah sayang perawatan mahalnya rusak."
KAMU SEDANG MEMBACA
Love, Maybe
RomansaDalam suatu hubungan tidak hanya ada cinta saja, tapi perhatian, pengertian, dan saling memahami pasangan merupakan bagian terpenting untuk membuat hubungan bisa terjalin dengan baik. Itulah yang dilakukan Joe Angkasa Gajendra untuk tetap bersama de...
