Akhirnya, Joe dengan lantang mengatakan suka pada Alissa. Menatap lekat perempuan yang tidak mengeluarkan ekspresi apa-apa, tapi terlihat ada kelegaan dari wajah perempuan itu. Joe mengernyit heran melihat Alissa yang tidak terkejut.
"Kenapa reaksi kamu kaya gitu?"
Joe bingung melihat Alissa yang biasa saja saat ia mengungkapkan perasaannya. Bukankah perempuan itu seharusnya terkejut begitu tahu kalau Joe menyukainya. Tapi, kok malah kaya orang yang sudah tahu. Jangan bilang Alissa sudah tahu. Dari siapa?
Joe menatap curiga Alissa, "Jangan bilang kamu sudah tahu kalau aku suka sama kamu."
Alissa tersenyum lebar, lalu mengangguk, "Iya, aku sudah tahu kalau Kang Joe suka sama aku."
Joe terbelalak kaget, "Kapan? Kenapa kamu gak bilang?"
"Waktu Kang Joe jemput aku dari Bekasi. Aku gak sengaja kebangun waktu Kang Joe pasangin bantal buat aku tidur, terus gak sengaja dengar Kang Joe bilang suka sama aku." Alissa menatap Joe dengan malu-malu, "Aku gak bilang soalnya takut bikin Kang Joe canggung gitu. Jadi, aku biarin aja."
Kali ini, Joe yang terkejut mengetahui bahwa sudah lama sekali Alissa tahu soal ia yang menyukai perempuan itu. Hebatnya Alissa bisa menyembunyikan semua itu sebaik mungkin sampai Joe tidak menyadarinya.
"Begitu, ya." Joe mengangguk paham, lalu tersenyum tipis sambil menatap Alissa, "Aku memang menyukai kamu, Alissa. Sejak kita ketemu di acara kampus waktu itu."
Sekarang sudah waktunya Alissa mengetahui sejak kapan Joe menyukainya. Di hari valentine ini Joe ingin mengungkapkan semuanya dan menceritakannya kepada Alissa agar tahu bahwa perasaan Joe tidak hanya sekedar muncul sesaat.
"Aku merasa mulai tertarik sama kamu, saat kita di kantin bareng. Aku sangat senang sampai gugup dan berdebar selama bersama kamu. Bahkan, aku tidak bisa berhenti menatap kamu sambil tersenyum. Kamu benar-benar menarik perhatian aku, Alissa."
Mendengar itu perasaan Alissa jadi tidak karuan, tapi lebih ke senang sampai lagi membuat jantungnya berdebar lebih kencang dari biasanya. Kedua mata Alissa mulai berkaca-kaca haru saat mengingat momen bersama Joe di kantin waktu pagelaran budaya.
Pertemuan pertama tidak sengaja itu justru menghasilkan perasaan suka. Padahal yang terjadi hari itu hanya mengobrol ringan, tetapi menjadi momen yang menyimpan sesuatu menarik.
"Aku benar-benar nyaman bisa bicara sama kamu waktu itu, dan merasa kalau aku bisa akrab sama kamu."
"Aku juga," ucap Alissa tanpa suara.
"Setelah itu, aku mempunyai keinginan buat kenalan sama kamu." Joe tersenyum lebar saat mengingat satu momen, "Kamu ingat gak waktu aku samperin kamu buat kasih novel sama jaket?"
"Ingat."
"Sebenarnya, aku nungguin kamu buat bisa minta maaf, karena gak bisa belain kamu waktu dimarahin sama teman kamu di depan banyak orang. Padahal akulah yang sudah bikin kamu telat datang ke Aula."
Ternyata itu alasan sebenarnya dibalik Joe memberikan jaket dan novel pada Alissa. Sebagai bentuk permintaan maaf. Padahal Joe tidak perlu sampai segitunya, karena Alissa tidak pernah menyalahkan Joe waktu dimarahin Garash. Semua itu Alissa anggap sebagai kesalahannya. Lagi pula, yang bikin suasana tidak enak adalah Garash.
"Tapi, sebenarnya itu adalah modus aku buat dekatin kamu. Aku serius mau coba buat kenalan sama kamu dan berencana mengajak kamu buat ngopi bareng."
Alissa menganga tidak percaya, "Serius."
Joe mengangguk, "Sayangnya kita gak bisa ngopi bareng. Dan, sejak itu, aku terus memikirkan kamu sampai aku selalu berdoa kalau kamu baik-baik saja supaya kita bisa ketemu suatu hari nanti, Alissa."
KAMU SEDANG MEMBACA
Love, Maybe
RomanceDalam suatu hubungan tidak hanya ada cinta saja, tapi perhatian, pengertian, dan saling memahami pasangan merupakan bagian terpenting untuk membuat hubungan bisa terjalin dengan baik. Itulah yang dilakukan Joe Angkasa Gajendra untuk tetap bersama de...
