Bab 54

48 2 0
                                        

"Selamat siang Pak Arya," sapa Joe saat memasuki ruang rawat inap salah satu pasiennya sambil tersenyum ramah.

Selain Arya, dalam ruangan tersebut juga ada istri beserta dua anak Arya. Arya yang duduk di atas ranjang rumah sakit pun menoleh, tersenyum lalu membalas sapaan Joe, "Selamat siang juga dokter."

"Selama siang dokter," ujar istri Arya yang tengah membereskan barang dan pakaian sang suami, "Ada apa ya dok?"

Joe menggeleng, "Gak ada apa-apa Ibu. Saya cuman mau periksa kondisi Pak Arya sebelum pulang nanti."

"Oh gitu."

Joe menatap Arya, "Gimana kondisi Bapak? Apa ada yang terasa?"

Arya menggeleng, "Gak ada dok. Malah saya sekarang lagi senang banget karena bisa pulang sehari sebelum anak kedua saya ulang tahun. Jadi, kita semua bisa merayakan ulang tahunnya bareng-bareng besok."

Joe melihat anak kedua Arya yang tengah bermain robot sambil ditemani kakaknya, "Serius? Kebetulan yang sangat indah."

"Tapi, dok, kira-kira ada makanan yang dipantang gak buat suami saya. Soalnya kita berencana mau makan-makan buat rayain ulang tahun si bungsu," sahut sang istri.

"Karena ini adalah operasi kolesistektomi laparoskopik sederhana. Jadi, tidak ada pantangan yang ketat paling makanan tinggi lemak kaya gorengan, daging berlemak, makanan olahan, pedas, kafein, alkohol, roti gandum utuh, beras merah, jangan berlebihan atau sebaiknya hindari," ucap Joe.

"Baik, dok, saya bakal ingat-ingat." lalu Arya terkekeh, "Semoga tidak lupa ya."

"Usahakan jangan sampai lupa Pak Arya biar cepat sembuh juga."

"Tenang saja, dok, saya bakal mengawasi suami saya biar gak bandel," celetuk istri Arya sambil menatap tajam suaminya, "Kalau berani bakal tahu akibatnya."

Joe berusaha menahan tawa melihat Arya yang ketakutan, "Kalau begitu saya izin pamit dulu. Nanti ketemu saat kontrol di poli ya, Pak Arya."

"Baik, dok, terima kasih banyak."

"Sama-sama, Pak."

Usai dari ruang inap Arya, Joe masuk ke ruang kerjanya untuk beristirahat setelah melakukan visite. Mengeluarkan ponsel dari saku celana begitu duduk di kursinya, lalu menghubungi Alissa sambil menyalakan layar komputer. Sudah menjadi kebiasaan Joe akan menghubungi Alissa setiap waktu makan siang untuk memastikan perempuan itu sudah makan atau belum. Mengingat Alissa sering lupa buat makan kalau sedang sibuk.

Panggilan langsung terjawab setelah dering ketiga, "Alissa."

"Iya, Kang. Mau nanyain aku sudah makan siang apa belum ya?" tebak Alissa.

Joe tertawa kecil, "Iya. Kamu sudah makan siang?"

"Belum. Pekerjaan aku banyak banget hari ini. Jadi, belum makan siang. Mungkin sebentar lagi."

Joe melihat jam tangannya yang sudah menunjukkan pukul setengah dua siang, "Alissa, ini sudah telat. Apalagi tadi pagi juga kamu sarapannya telat. Cepetan istirahat dan makan siang. Aku gak mau kamu sakit."

"Sebentar lagi, Kang," suara Alissa terdengar memohon saat diminta Joe untuk segera istirahat, "Ini tinggal sedikit lagi."

"Atau mau aku pesenin makan? Kamu mau apa?"

"Gak usah!" tolak Alissa, "Aku sudah janjian sama Kyra buat makan siang bareng di kafetaria. Gak enak kalau tiba-tiba batal."

Joe menghembuskan napas panjang pasrah. Entah ini hanya alasan biar tidak ditegur lagi, tapi kalau Joe bersikeras meminta Alissa untuk segera makan. Maka, Alissa juga akan semakin keras untuk mengatakan 'nanti' sampai lupa.

Love, MaybeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang