Bab 26

60 10 1
                                        

Joe tidak bisa berhenti memandangi ponselnya yang tengah digenggam. Berulang kali memeriksa whatsapp dan instagram untuk bisa mendapatkan informasi terbaru dari Alissa. Joe tahu kalau Alissa sedang berada di rumah orang tuanya, tapi ia tetap saja gelisah karena hari ini Alissa tidak menghubunginya sama sekali. Baik lewat chat maupun telepon.

Memang chat Joe dan Alissa sudah cukup dekat dari sebelumnya, tapi Joe tahu batasan mana untuk bisa menghubungi Alissa dengan sering dan mana yang tidak boleh sering dihubungi. Saat ini, adalah waktunya Joe tidak bisa menghubungi Alissa terlalu sering.

"Gak biasanya dia gak kasih kabar begini? Kamu lagi apa sih Alissa," gumam Joe sambil memeriksa instagram. Berharap kalau Alissa membuat story yang dapat menjadi kabar untuk Joe, "Padahal kemarin kamu kirim chat ngasih tahu ngapain aja sama mamah dan papah kamu, tapi sekarang kenapa gak sama sekali Alissa."

Joe sangat merindukan Alissa. Ingin mendengar suara perempuan itu ketika menceritakan hari-harinya. Paling menyenangkan melihat langsung setiap ekspresi yang keluar dari wajah cantik Alissa. Ternyata Joe sadar tidak mendapatkan kabar dari Alissa bisa membuatnya jadi gila seperti ini. Joe butuh tahu Alissa sedang apa.

Sebenarnya, Joe bisa saja mengirim chat kepada Alissa. Cuman masalah ia tidak tahu chat seperti apa yang tepat untuk dikirim agar tidak terkesan mengganggu. Masalahnya setiap kali Joe bilang pada Alissa sedang ada rumah orang tuanya, perempuan itu tidak akan mengirim chat sampai Joe yang mengabari nanti.

Joe kira bisa melakukan hal yang sama, tapi nyatanya tidak. Ia benar-benar tidak karuan karena tidak mendapatkan chat satupun dari Alissa. Joe memang tidak mengharapkan Alissa meneleponnya, karena yakin perempuan itu sedang ingin menghabiskan waktu bersama keluarganya. Joe jadi salut sama Alissa yang bisa bersabar menunggu kabar darinya.

Joe mengubah posisi tidurnya jadi terlentang. Tidak peduli mengganggu atau tidak yang penting Joe harus tahu kabar Alissa. Sedikit pun tidak apa-apa asal Joe tahu kabar perempuan itu dan apa yang sedang dilakukannya malam ini.

Namun, ternyata tidak semudah itu untuk mengirim chat kalau diwaktu yang Joe rasa perlu dibatasin. Karena terbukti daritadi yang ia lakukan hanya mengetik dan menghapus chat yang akan dikirim ke Alissa. Tiba-tiba bingung mau mengirim chat seperti apa. Padahal bisa saja dengan mudah Joe menanyakan kabar dan yang sedang dilakukan Alissa.

Joe menghela nafas panjang sebelum kembali mengetik, "Kamu pasti bisa Joe."

Dengan kepenuhan diri yang sudah dikumpulkan Joe mulai berani mengirimkan chat kepada Alissa. Joe yakin ini tidak terkesan apa-apa. Hanya ingin tahu tentang Alissa saja. Pastinya tidak akan membuat perempuan itu berpikiran aneh-aneh.

Joe Angkasa Gajendra

Alissa, kamu sudah makan?

Gimana kalau kita makan malam bareng?

Joe sengaja mengirim chat mengajak Alissa untuk makan malam, karena ia ingat chat kemarin kalau perempuan itu bakal pulang ke Jakarta hari ini. Semoga saja sudah ada rumah kontrakannya bersama Cherrisa dan Kyra. Jadi, Joe bisa menghampirinya.

Sambil menunggu balasan chat dari Alissa, Joe mengalihkan perhatian untuk melihat status medis pasiennya dari tablet. Namun, Joe tidak bisa konsentrasi karena pikirannya masih tertuju pada Alissa. Ia mengambil ponsel yang ada di sampingnya sambil menatap kontak Alissa untuk menunggu balasan.

"Cepat balas Alissa."

*****

Sementara itu, Alissa sedang membantu Intan untuk membereskan piring-piring yang habis digunakan makan malam tadi. Makan malam hari ini begitu spesial karena merayakan keberhasilan Gunawan menyelesaikan kasus pelecehan seksual yang tidak pernah dilakukan oleh kliennya.

Love, MaybeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang