Bab 42

44 7 0
                                        

"Ya udah sih, Kang, kita masih bisa cari tempat lain."

Alissa berusaha menenangkan Joe yang kesal karena baru mendapatkan kabar kalau Haris belum reservasi restoran untuk makan malam. Awalanya Alissa terkekeh lucu melihat Joe kesal, tapi saat melihat lelaki itu memarahi Haris membuat Alissa diam dan menunggu sampai Joe selesai.

Jadi, saat di dalam mobil, Joe bilang kalau tempat untuk makan malam nanti minta tolong ke Harus buat direservasi, tapi hingga sat ini belum ada kabar. Akhirnya, Joe menghubungi Haris untuk memastikan restoran mana yang dipilih. Dari pembicaraan yang Alissa dengar sepertinya Haris tidak membuat reservasi di restoran manapun dan Joe akhirnya marah.

Alissa hanya bisa menatap sambil mengelus lembut lengan Joe agar tenang dan tidak perlu memarahi Haris. Selain itu, Alissa juga takut melihat lelaki itu marah-marah pada Haris.

"Gak bisa begitu, Alissa," ucap Joe yang sudah tenang setelah berteleponan dengan Haris, "Aku sudah chat dia dari siang buat reservasi restoran nanti malam. Dia juga sudah baca chat aku. Ya, walaupun gak dibalas, tapi aku ngiranya dia sudah pesan."

"Iya, aku tahu. Tapi Pak Haris juga pasti punya alasan kenapa gak reservasi restoran." Alissa mencoba untuk mencari tahu dari sudut pandang Haris agar mengetahui letak salahnya, "Pak Haris tadi bilang apa pas teleponan sama Kang Joe?"

"Dia bilang chat aku gak sengaja kebaca. Sebenarnya daritadi siang dia sibuk banget temenin Ayah sampai gak cek ponsel sama sekali. Selain itu..."

"Kenapa?" Alissa melihat Joe yang mengusap tengkuk ragu sambil menunjukkan wajah bersalah, "Ada apa Kang?"

Joe menghela nafas panjang sebelum lanjut bicara, "Selain itu, aku juga sebenarnya gak telepon Haris buat memastikan udah di booking atau belum tempatnya."

Alissa berusaha tidak tertawa saat mengetahui alasan lainnya. Menggelengkan kepala karena sudah menduga kalau Joe lupa menghubungi Haris untuk memastikan restorannya sudah direservasi atau belum. Soalnya Alissa tahu kalau Joe sudah mendapatkan tempat bakal langsung pergi.

"Kalau begitu, Kang Joe juga salah karena gak hubungin Pak Haris buat memastikan semauanya. Kalau misalnya sudah dihubungi pasti gak akan seperti ini."

"Iya sih. Aku emang salah."

Alissa kembali mengelus lembut lengan Joe, "Ya udah, daripada dipikirin terus. Gimana kalau kita cari tempat lain aja buat makan malam?"

Joe menatap Alissa. Joe merasa tidak enak karena valentine yang dipersiapkan untuk Alissa tidak sempurna. Padahal Joe ingin sekali hari ini dapat dikenang indah oleh perempuan di sampingnya. Akan tetapi, kecerobohan Joe yang lupa menghubungi Haris untuk memastikan restoran sudah dipesan atau belum membuat persiapan tampak kacau.

"Kamu yakin gak apa-apa kalau kita cari tempat lain?" Joe memastikan kalau Alissa baik-baik saja, "Maaf ya. Seharusnya ini jadi perayaan valentine yang sempurna."

Alissa menggeleng, "Ini sudah sempurna banget Kang buat aku. Aku gak pernah kebayang bakal dikasih bunga, coklat, sama..." Alissa mengulum bibir untuk menutupi senyumnya, "Perhatian. Terima kasih banyak, Kang Joe."

Melihat Alissa senang sampai tersipu malu dengan bunga dan coklat pemberiannya membuat perasaan Joe lega sekaligus bahagia. Tidak menyangka ditengah kesalahannya, Alissa tidak menunjukkan kecewa sama sekali. Malah sangat menghargai yang diberikan oleh Joe.

Joe teringat masih ada satu hadiah lagi yang belum diberikan kepada Alissa. Joe melirik paper bag berisikan gelang yang sengaja ia taruh di kursi belakang ketika Alisa mau masuk mobil. Niat hati gelang itu ingin diberikan saat di restoran nanti, tapi tidak terlaksana. Apa Joe kasih sekarang saja?

Love, MaybeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang