Bab 48

75 5 0
                                        

Alissa dan Joe tiba di ujung sebuah gang kecil bersamaan dengan senja yang baru saja turun. Di hadapan mereka ada sebuah bangungan dengan papan nama sederhana bertuliskan "Florescence Café". Alissa mengernyit saat membaca nama tempat itu.

Bukankah Joe mengajaknya ke toko bunga yang ada kafe di dalamnya, tapi dari luar Alissa merasa kalau tempat inii adala kafe yang di dalamnya mungkin ada toko atau taman bunga. Tapi, Alissa tidak peduli yang penting bisa bersama dengan Joe hari inii.

Joe membuka pintu untuk mempersilahkan Alissa masuk terlebih dahulu, "Ayo masuk, Alissa."

Begitu masuk ke dalamnya, Alissa langsung terdiam melihat keindahan taman bunga yang ada di dalam ruangan kafe tersebut yang berhasil membuat Alissa terpesona. Lantai kafe dipenuhi hamparan rumput hijau, beragam bunga-bunga yang tumbuh di pot-pot besar disusun selayaknya jalur taman.

Lalu, di tengahnya terdapat meja serta kursi yang terbuat dari rotan dan dikelilingi bunga dari mawar, lavender, melati, dan anggrek. Udara dalam ruangan membawa aroma lembut bunga segar yang membuat Alissa seperti berada di dunia lain.

"Gimana? Kamu suka?"

Alissa tersentak saat Joe berada di sampingnya dan merangkul bahunya, "Suka banget. Kang Joe tahu tempat ini darimana?"

Joe menatap Alissa yang tengah terkagum oleh kafe ini, "Rahasia."

"Kenapa rahasia?" tanya Alissa bingung.

"Karena aku mau cuman kita yang tahu tempat ini. Kalau aku kasih tahu darimana tahu tempat ini, pasti kamu bakal kasih tahu teman-teman yang lain."

Alissa mencebik sebal, lalu menyikut perut Joe, "Kang Joe nyebelin."

Joe terkekeh melihat Alissa yang sebal padanya, "Ini kafe punya teman aku, Alissa. Tapi, aku serius kalau gak mau ada orang lain yang tahu tempat ini selain kita. Jadi, kamu bisa merahasiakan."

Alissa tidak masalah untuk merahasiakan tempat ini sesuai permintaan Joe. Setelah dipikirkan sayang sekali kalau tempat ini diketahui banyak orang. Apalagi kalau mereka adalah orang-orang yang tidak bertanggung jawab yang merusak tanaman di sini. Mungkin itu juga jadi alasan kafe ini ada di ujung gang.

"Oke, aku bakal rahasiain. Lagian aku juga gak mau banyak orang yang tahu tempat ini. Terlalu bagus."

"Kalau gitu kita ke lantai duanya ya."

Joe memegang tangan Alissa, membawanya ke lantai dua Florescence Café. Setibanya di sana, Alissa dibuat terkagum melihat taman bunga yang jauh lebih besar dari lantai pertama. Bunga mawar, melati, lavender, hingga anggrek yang sama seperti di bawah pun menghiasi setiap sudut ruangan.

Yang menarik perhatian Alissa ketika angin dari kipas tersembunyi menggerakkan kelopak-kelopak bunga yang ada di sana dengan lembut. Tanpa sadar Alissa melangkah mendekati bunga mawar putih yang ada di sana untuk melihat lebih jelas saat kelopaknya bergerak. Ia juga menghirup aroma harum dari bunga-bunga di sana.

Di sisi lain, Joe memerhatikan Alissa yang tengah memandangi mawar putih. Cahaya senja masuk dari kaca besar tidak sengaja menyentuh wajah Alissa yang membuat Joe terpukau. Kecantikan perempuan itu seperti bunga yang sedang disentuhnya. Malah lebih cantik Alissa.

Tidak salah Joe membawa Alissa kemari. Terlihat perempuan itu dapat kembali tersenyum setelah bersedih seharian kemarin. Senyum ceria itu membuat Alissa lebih cantik dari bunga-bunga yang ada di kafe ini sampai membuat Joe tidak bisa mengalihkan pandangan. Tanpa sadar Joe ikut tersenyum.

Joe menghampiri Alissa, lalu merangkul erat pinggang perempuan itu. Untung kafe tidak terlalu banyak pengunjung, sehingga tidak terlalu banyak yang mengawasi mereka di sini. Joe merasakan Alissa yang tersentak kaget kedua kalinya karena ulahnya.

Love, MaybeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang