Bab 38

44 6 0
                                        

"Kalau gitu aku pulang ya. Soalnya kamu butuh istirahat buat besok kembali kerja."

Namun, Alissa tidak menanggapi pamitan Joe. Alissa justru cemberut dan muram dengan kepala menunduk. Joe mendekati Alissa yang berdiri di dekat pintu masuk. Merendahkan badannya agar sejajar dengan Alissa dan melihat tatapan apa yang diperlihatkannya.

"Kenapa, Alissa?" tanya Joe sambil memegang tangan Alissa, "Ada sesuatu yang mengganggu pikiran kamu?"

Alissa menggeleng, "Gak ada, cuman...begitulah."

"Ada apa? Bukannya tadi aku bilang buat ceritain semuanya. Kasih tahu selama aku masih ada di sini."

Joe tidak melihat ada kesedihan dari kedua mata Alissa. Cuman ia melihat ada rasa bersalah dan tidak enak. Sudah pasti semua itu karena Joe yang telah menemani Alissa selama di Bandung dari kemarin. Joe menepuk punggung tangan Alissa untuk meyakinkan perempuan itu kalau ia tidak masalah.

Alissa mendongak, tapi tidak berani menatap Joe, "Aku belum bilang makasih yang benar ke Kang Joe, yang sudah nemenin aku dari kemarin di Bandung, berusaha buat ngehibur aku, buat tenangin aku, yang sakit hati karena Garash."

"Alissa soal it—"

"Jujur aku gak enak banget sama Kang Joe yang harus lihat dan tahu semuanya. Padahal ini masalah aku, tapi Kang Joe harus tahu. Terus malah bantu aku buat lupain semuanya. Jadi, aku daritadi mikir buat ngebalas kebaikan Kang Joe."

"Kalau gitu kita makan malam bareng lagi sebagai balasannya," usul Joe, "Tapi, kali ini harus lebih sering. Gimana?"

Alissa berdecih sebal, lalu tersenyum menghilangkan muram dari wajahnya, "Aku tuh serius Kang Joe. Kok malah bercanda sih."

"Aku gak bercanda Alissa. Aku cuman kasih saran buat ngebalasnya daripada kamu pikirin terus."

"Iya sih. Cuman emang Kang Joe ada waktu gitu? Soalnya sibuk banget. Belum kalau ada panggilan darurat. Kayanya seminggu sekali aja gak bisa deh."

Joe mendengkus mendengar celotehan Alissa, "Ada. Aku bakal usahain waktunya ada. Kamu gak perlu khawatir."

"Baiklah, aku bakal atur jadwal buat kita makan malam bareng lagi."

"Aku tunggu ya."

"Tapi, Kang Joe yang cari tempatnya."

"Iya, nanti aku cari." Joe melirik jam tangan dipergelangan tangan kirinya, "Ya udah, aku pulang dulu sudah malam banget. Kamu istirahat ya. Jangan lupa buat kunci pintu."

"Oke. Hati-hati di jalan ya, Kang. Maaf gak bisa anterin sampai depan."

"Gak apa-apa. Kamu mending masuk aja, terus istirahat. Nanti aku kabarin kalau sudah sampai." Joe melambaikan tangan, "Bye."

Alissa membalas lambaian Joe, "Sampai nanti, Kang."

Begitu sampai depan pagar, Joe dibuat terkejut melihat Garash ada di depan rumah Alissa. Dahi Joe mengernyit heran. Sejak kapan lelaki itu ada di sini? Untuk apa ada di sini? Joe tidak akan membiarkan Garash bertemu dengan Alissa. Karena saat ini, Alissa harus istirahat.

"Selamat malam, dok."

Garash menyapa ramah Joe yang berdiri di depan pagar. Meskipun Garash terheran kenapa Joe bisa ada di rumah Alissa. Bahkan, tadi Garash juga melihat lelaki itu tampak akrab mengobrol dengan Alissa di teras.

"Selamat malam juga, Garash," balas Joe sambil berjalan keluar dari rumah, "Kamu ngapain ke sini?"

"Saya ada urusan sama Alissa, dok. Biasa ada yang mau bahas soal pekerjaan."

"Oh begitu."

Joe melihat Garash mengeluarkan ponsel dari saku jaket dan tampak mencoba menelepon Alissa. Joe harus mencegah Garash bertemu dengan Alissa malam ini. Alissa harus istirahat dengan baik. Karena dari kemarin pikiran perempuan itu kacau. Selain itu, emang ada yang ingin Joe sampaikan pada Garash. Sepertinya ini adalah kesempatan untuk mengatakannya.

Love, MaybeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang