Jeongyeon tiba di rumah sebelum pukul enam. Sunmi sedang berada di ruang tamu ketika melihatnya kembali dan segera mendekat untuk menyambutnya.
Melihat wajahnya yang pucat dan ekspresi tidak nyamannya, Sunmi ingin bertanya apakah dia sakit, namun sebelum dia sempat membuka mulutnya, pihak lain lebih dulu bertanya padanya, "Dimana Mina?"
Sunmi ragu-ragu sebelum menjawab, "Nyonya belum pulang."
"......."
Jeongyeon mengerutkan keningnya.
"Tuan...."
Menyadari ketidaknyamanannya, Sunmi kembali bertanya, "Apakah tuan baik-baik saja?"
"........."
Jeongyeon tidak menjawab dan hanya menganggukkan kepala sebagai tanggapan. Dia begitu sibuk dengan pikirannya dan tidak memperdulikan kekhawatiran Sunmi.
Dalam perjalanan pulang, dia menyempatkan untuk mengirimkan foto-foto sebelumnya pada Mina, namun sampai sekarang Mina masih belum memberikan responnya.
Apakah Mina masih belum melihat foto itu?
Dia tidak ingin berpikiran buruk.
Mungkin Mina sedang rapat atau mengerjakan sesuatu yang sangat penting sehingga dia tidak sempat memeriksa ponselnya.
Jeongyeon kemudian pergi ke dapur, menuangkan segelas air untuk dirinya sendiri. Ketika keluar, dia melihat ruang tamu dan merasa bahwa dekorasi seperti ini terasa lebih nyaman.
Kamar di rumah tua keluarga Yoo membuatnya merasa sangat tidak nyaman dan dingin bahkan sampai sekarang.
Dia berdiri di lantai bawah sejenak dalam keadaan linglung sebelum kembali ke kamarnya dan pergi ke kamar mandi.
Kepalanya masih terasa sedikit pusing dan rasa tidak nyaman di hatinya belum sepenuhnya hilang, membuatnya lengah hingga terpeleset dan menabrak sudut dinding.
"Ishhhh...."
Jeongyeon meringis kesakitan saat nyeri yang tajam di bahu kanannya menusuknya. Dia menenangkan diri sejenak sebelum kembali menggerakkan tangannya, namun hanya merasakan kaku dibagian sana.
Dengan langkah tertatih-tatih, dia berdiri di depan cermin dan melihat warna kulitnya telah berubah menjadi kemerahan di tempat yang terbentur.
Dia menyentuhnya dengan lembut dan mencoba menekannya, namun segera menggertakkan giginya karena rasa sakit yang muncul.
Tsk.
Lagi-lagi dia terluka di kamar mandi sialan ini!
Dengan rasa kesal dan sakit hati yang menggebu-gebu, Jeongyeon keluar dari kamar mandi lalu meminta Suzy untuk membawakan minyak gosok.
Mendengar "minyak gosok", Sunmi menjadi semakin khawatir dan bertanya dibagian mana dia terluka, namun Jeongyeon tidak memberitahunya, hanya mengatakan bahwa dia baik-baik saja
Dengan penuh keengganan, Suzy hanya bisa mempercayai kata-katanya dan mengikuti perintahnya lalu kembali keluar setelah memberikan apa yang dia minta.
Jeongyeon mengoleskan minyak itu di bahunya. Rasa sakit yang menyengat langsung menyerang, membuatnya tanpa sadar menutup mata dan menggigit bibirnya agar tidak berteriak ketika memberikan tekanan di bagian yang terbentur.
Meski terasa sangat sakit dan menyiksa dirinya sendiri, dia terpaksa terus mengulangi proses tersebut untuk melancarkan kembali peredaran darah diarea yang memar.
Setelah melalui menit-menit yang menyakitkan, Jeongyeon mencuci tangan dan menyeka keringat di dahinya sebelum berbaring di tempat tidur.
Dia merasa terlalu lelah hari ini dan akhirnya tertidur begitu saja, namun dia tidak bisa tidur nyenyak.
KAMU SEDANG MEMBACA
Where am i?
Fiksi PenggemarJeongyeon mengalami kecelakaan mobil hingga merengut nyawanya. Ketika dia membuka matanya lagi, dia malah terbangun di tempat lain dan menjadi suami dari seorang wanita yang dingin dan kaya raya. Untuk bertahan hidup dan menyembunyikan rahasianya, J...
