Chapter 55

199 42 13
                                        

Mina tidur nyenyak sepanjang malam. Setelah bangun, dia berguling seperti biasa, meraih selimut untuk menutupi tubuhnya.

Namun, sebelum sempat menikmati momen tersebut, dia tiba-tiba menyadari ada yang salah.

Kenapa sepertinya ada yang menahan selimutnya?

Juga....

Rasanya aneh sekali, tidak seperti biasanya. Aroma di udara juga berbeda, lebih harum dan terasa begitu familiar di hidungnya.

Mina pun segera membuka mata ketika menyadari dimana dia berada dan siapa yang sedang tidur di bawah selimut bersamanya.

"?????"

Wajahnya seketika berubah menjadi merah padam, apalagi ketika mengingat bagaimana lancangnya dirinya pada Jeongyeon tadi malam.

Merasakan kehangatan mengalir ke wajahnya, Mina buru-buru menutupi dengan kedua tangannya, menahan diri untuk tidak berteriak dan memukuli dirinya sendiri.

Bagaimana pun, dia merasa tak berdaya dengan apa yang telah dilakukannya. Jika bukan karena perasaan bersalah lantaran mengingkari janjinya dan tidak bisa berada disisi Jeongyeon disaat sedang kesulitan, dia tidak akan melakukan hal seperti itu.

Apalagi setelah menemukan Jeongyeon mengalami mimpi buruk dengan alis berkerut dan keringat dingin di dahinya.

Mina merasa sangat sedih dan juga marah pada dirinya sendiri. Saat itu, dia hanya ingin menghiburnya dan menghilangkan ketidaknyamanan yang dirasakannya.

Bahkan, dia sampai rela menjatuhkan martabatnya sendiri dengan mengajukan permintaan yang begitu memalukan.

Tidur bersama?

Ahhhhh....

Sungguh memalukan sekali!

Namun, prilakunya inilah yang membuatnya semakin sadar bahwa dia memang menyukai Jeongyeon.

Meski awalnya sulit untuk menerimanya, tapi dia tidak ingin berbohong lagi dan tidak ingin menyesal dikemudian hari.

Keputusannya inilah yang membuatnya menjadi lebih berani dan mengajukan permintaan di luar akal sehatnya itu.

Beruntung lampu di kamar Jeongyeon saat itu redup sehingga pihak lain tidak melihat bagaimana wajahnya berubah warna menjadi seperti kepiting rebus.

Belum lagi....tindakan beraninya yang bisa dibilang begitu vulgar dengan bersandar dan memainkan jari-jarinya di dada Jeongyeon.

Ahhhh...

Mina benar-benar telah kehilangan akal sehatnya. Dia bahkan tidak tahu bahwa dirinya bisa begitu berani melakukan hal-hal seperti itu, tanpa merasa malu sedikit pun.

Apakah ini yang dinamakan di mabuk cinta?

Tapi....

Jika diingat-ingat kembali, reaksi gugup Jeongyeon saat itu tampak begitu lucu dan menggemaskan, sampai-sampai membuatnya melupakan beberapa batasan yang tidak tertulis dalam hubungan mereka.

Setelah berhasil menenangkan diri, Mina pertama-tama mengintip untuk memeriksa orang yang tidur disebelahnya.

Jeongyeon tampaknya masih tidur nyenyak dan tidak terganggu oleh gerakannya yang tiba-tiba.

Kemudian, dia perlahan mundur sedikit, meminimalkan gerakannya sebisa mungkin sambil terus memperhatikan sosok yang sedang tertidur nyenyak.

Tadi malam, mereka jelas bersikap seperti pasangan suami istri yang sebenarnya. Tidur di ranjang yang sama, saling menggoda dan berakhir dengan pelukan hangat.

Where am i?Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang