Arah angin menjemu-jemu
Mengitari kau yang duduk kala itu
Mengambil jeda di antara cerita
Memilih hening tanpa kata
Kemudian, kau bersenandung runyam
Tak kumengerti atau aku memang awam?
Katanya kau tak suka basa-basi
Namun, denganku kau nyata berisik sekali
Bolehkah tunjukkan padaku hitam atau putih?
Agar aku tak terlalu cepat memilih
Bolehkah kalau aku berharap lebih?
Padahal, gelagatmu sebatas buih
Kecil, tapi berarti bagiku
Sederhana, tapi berharga bagiku
Dan hanya ada aku, aku, dan aku
Yang di sisimu, tanpa lekang waktu
~limit rasa~
KAMU SEDANG MEMBACA
Asmaraloka yang Bertahta
Poesía[KUMPULAN PUISI] Tentang puisi yang berasal dari intuisi. Karya seorang melankolis pencipta sajak puitis. Selamat menikmati, spesial untuk penyuka sajak. Follow dulu sebelum membaca:) Temui sisi lainku di IG : @limit.rasa
