ABSTRAK

1 1 0
                                        

Arah angin menjemu-jemu
Mengitari kau yang duduk kala itu
Mengambil jeda di antara cerita
Memilih hening tanpa kata

Kemudian, kau bersenandung runyam
Tak kumengerti atau aku memang awam?
Katanya kau tak suka basa-basi
Namun, denganku kau nyata berisik sekali

Bolehkah tunjukkan padaku hitam atau putih?
Agar aku tak terlalu cepat memilih
Bolehkah kalau aku berharap lebih?
Padahal, gelagatmu sebatas buih

Kecil, tapi berarti bagiku
Sederhana, tapi berharga bagiku
Dan hanya ada aku, aku, dan aku
Yang di sisimu, tanpa lekang waktu

~limit rasa~

Asmaraloka yang BertahtaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang