Chapter 57: The Missing Heir

19 0 0
                                        

Burung-burung berkicau dengan indah, terbang rendah di atas aliran sungai yang tenang. Udara pagi masih terasa dingin meski kemarin tidak hujan. Sebastian berdiri di tepi sungai, menatap pantulan wajahnya dari air yang jernih.

Sejak semalam, dia belum tidur. Tidak, lebih tepatnya, dia tidak bisa tidur. Setelah kembali ke tenda, dia hanya memastikan bahwa Jay telah tertidur, kemudian dia keluar untuk menunggu kedatangan Theodore.

Hari sudah berganti, matahari sudah mulai menampakkan diri. Namun, Theodore belum juga kembali. Sebastian mulai cemas, meski wajahnya tidak menunjukkan reaksi berlebih.

"Selamat pagi."

Sebastian sedikit melirik ke samping kirinya, melihat Kevin yang datang sambil membawa handuk kecil di tangannya.

"Pagi."

Kevin berlutut di sungai, tepat disamping Sebastian. Dia menaruh handuknya di antara dirinya dan Sebastian, kemudian kedua tangannya mulai mengambil air sungai untuk membasuh wajahnya.

"Tidak bisa tidur?" tanya Kevin, disela kegiatannya.

Sebastian menatap langit. "Menurutmu?" Dia tidak menjawab, tapi justru bertanya.

Kevin sedikit tergelak kecil. Dia mengambil handuk, mengelap wajahnya, lalu berdiri.

"Dua velbed kosong. Tempatmu dan Theodore. Kalau kau ada disini, lalu dimana Theodore?"

Sebastian diam. Dia tidak tahu harus menjawab apa. Bahkan jika dia bilang tidak tahu, apa Kevin akan percaya?

"Kalian bertengkar?"

"Tidak."

"Baiklah."

Kevin menyampirkan handuk kecil itu di pundak kirinya, ia menepuk pundak Sebastian dua kali.

"Katakan padanya jika aku mencarinya. Penjaga kamp memberitahu jika dia tidak kembali sejak kemarin. Setidaknya, dia harus memiliki alasan yang masuk akal untuk menghindari penalti."

Tangan Kevin yang diam di pundaknya membuat Sebastian melirik dingin. Dia menepis tangan Kevin. 

"Jika dia lebih dulu menemuimu, maka katakan padanya untuk segera menemuiku sebelum memberikan laporan."

Setelah mengatakan itu, Sebastian pergi meninggalkan Kevin yang dipenuhi kebingungan. Kevin mulai berpikir jika dugaannya benar, Sebastian dan Theodore sedang bertengkar. Namun, kenapa Theodore sampai tidak kembali ke tenda? Itu bukan ciri khas Theodore.

Meski Kevin belum lama mengenal mereka, dan baru benar-benar berinteraksi karena masuk dalam list, tapi Kevin jelas tahu bagaimana seorang Theodore Ashford akan bertindak. 

Kamp pelatihan di bawah pasukan Ravellion. Itu bukanlah hal yang biasa, karena pada kenyataannya, tidak banyak siswa yang mendapat kesempatan untuk bisa belajar langsung dengan mereka. Selain mempelajari strategi perang dari pasukan Ravellion, mereka juga menjadi prioritas dalam berbagai hal ketika kembali ke akademi.

Oleh karena itu, menghilangnya Theodore, pelanggaran yang dia lakukan... itu tidak bisa dipercaya oleh Kevin selaku ketua tim mereka. 

Kevin menghela nafas lelah, otaknya sudah harus bekerja meski dia baru saja bangun dari tidurnya. Saat hendak kembali ke tenda, Kevin melihat Noah tampak berbicara dengan pengawalnya. Kevin memandang tak acuh, dia tidak terlalu tertarik dengan seseorang yang sampai harus ditemani oleh pengawal untuk ikut kamp pelatihan.

Sementara itu, di dalam tenda, Sebastian semakin tidak bisa berpikir jernih. Theodore belum juga kembali, padahal latihan sebentar lagi akan dimulai. Sebastian melirik velbed Theodore, pikirannya mulai memikirkan situasi terburuk.

7 PRINCESCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang