Chapter 59: Jejak yang Tersembunyi

12 0 0
                                        

Lonceng akademi baru saja berdenting nyaring, menandakan kelas pertama baru saja selesai. Nicolas menyimpan alat tulisnya, memasukkannya ke dalam ransel kecil, lalu beranjak keluar dari ruang kelas.

Hari ini Nicolas merasa beruntung, Luca dan Matthias tidak berada di kelas yang sama dengannya. Itu memudahkan Nicolas untuk pergi tanpa khawatir akan diikuti oleh kedua saudara itu.

Langkah cepat Nicolas membuatnya tanpa sadar berdebar. Dia sangat bersemangat. Setelah mendapat izin dari Madame Genevieve terkait akses arsip murid akademi, Nicolas harus menunggu sampai kelas pertama selesai. Berkat Madame Genevieve, Nicolas jadi tahu bahwa tidak ada tenaga pendidik yang berada di area gedung administrasi dan ruang guru setelah kelas pertama dimulai. Para guru akan kembali setelah kelas terakhir selesai, dengan begitu mereka akan lebih fokus dalam memeriksa tugas dari para murid atau memberikan nilai dalam catatan mereka.

Nicolas sudah dekat dengan pintu utama akademi, dia mengambil langkah lebih cepat dari sebelumnya.

"Nicolas!"

Hampir saja Nicolas menabrak seorang putri yang tiba-tiba muncul dari balik pilar. Mata Nicolas melotot kecil saat sadar siapa yang sedang berdiri dihadapannya.

"Wulan."

Nicolas menghela nafas panjang, mencoba bersikap seperti biasa supaya tidak menimbulkan kecurigaan.

"Mau pergi kemana?" tanya Wulan.

"Kelas," jawab Nicolas singkat.

"Hm?"

Meski samar, tapi terlihat kerutan di dahi Wulan, memberi tanda jika putri itu sedang bingung.

"Ruang kelas putra selalu berada di bagian timur, tapi kenapa kau justru ke arah barat?"

"Aku hendak kembali ke asrama sebelum kelas kedua dimulai. Ada buku catatanku yang tertinggal," jelas Nicolas, berbohong.

Dapat dipercaya atau tidak, Nicolas tidak peduli. Yang dia pedulikan sekarang adalah Wulan segera menyingkir dari jalannya sebelum waktunya semakin habis untuk pergi ke gedung administrasi.

"Baiklah, sampai bertemu di kelas gabungan nanti."

Wulan membalikkan badan, mulai mengambil langkah meninggalkan Nicolas di koridor. Melihat bagaimana Wulan bersikap setelah mendengar penjelasannya, Nicolas segera menggunakan kesempatan itu untuk keluar dari gedung akademi.

Setelah berhasil keluar dari gedung akademi, Nicolas segera berlari menyusuri jalan setapak menuju air mancur utama.

Ia harus melewati perpustakaan sebelum mencapai gedung administrasi.

Dalam keadaan biasa, jarak itu tidak terlalu merepotkan. Namun dengan waktu pergantian kelas yang hanya tiga puluh menit, Nicolas tidak berniat berjalan santai.

Akhirnya Nicolas sampai di gedung administrasi. Dia belum berhenti berlari sejak keluar dari gedung akademi. Dengan mengingat rute yang disampaikan oleh Madame Genevieve, Nicolas terus berlari. Matanya sibuk memperhatikan area sekitar, tempat-tempat yang dia lewati, setiap papan nama yang terukir, hingga pandangannya jatuh pada tulisan "Ruang Arsip".

Nicolas berhenti, dadanya naik turun karena berlari, deru nafasnya terdengar berat dan singkat. Perlahan, tangan Nicolas terangkat menyentuh gagang pintu, kemudian mendorongnya pelan.

Ruang arsip. Nicolas berhasil masuk ke dalam ruang arsip tanpa diikuti oleh siapapun, dan tanpa ditemani siapapun. 

- 7 PRINCES -

Matthias melangkah keluar dari ruang kelas setelah bel berdenting, sorot matanya tajam ketika dia juga melihat Luca yang keluar dari ruangan di depannya. Matthias menghembuskan nafas berat, matanya mengikuti langkah Luca yang mendekat.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jun 09 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

7 PRINCESCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang