[TIGA]

50.4K 3K 47
                                        

Pagi ini, Bibi yang biasa nya datang untuk membuatkan sarapan dan membersihkan rumah mendadak tidak bisa melakukan pekerjaan nya karena ada anak nya yang sakit. Terpaksa, pagi ini ia menyiapkan makanan pagi nyaㅡroti selai dan segelas susu cokelatㅡsendirian.

Begitu selesai dan mencuci piring serta gelas nya, ia bergegas kembali menuju kamar dan berjalan cepat ke arah meja rias nya. Mulai memoles sedikit make-up yang akan menutupi wajah pucat nya. Apalagi, bagian hitam di bawah mata nya. Benar-benar mengerikan untuk ukuran orang yang semalaman menangis.

Baru saja selesai dengan bedak dan blush on nya, handphone nya yang berada di atas meja rias bergetar. Tangan nya bergerak mengambil handphone nya, dengan posisi tangan nya yang lain masih memegang tempat blush on.

Aldafa Muhammad: Man, datang lebih cepat ya. Bakalan ada kunjungan hari ini

Manda hanya tertawa kecil membaca pesan yang masuk ke dalam handphone nya itu. Dafa memang bisa di katakan sebagai senior nya saat ini, meskipun ia hanya berjarak sekitar empat bulan dengan nya. Dan seperti nya Boss nya kali ini benar-benar di segani. Bahkan Dafa, dengan ukuran pegawai yang selalu mepetㅡbahkan sering, terlambat, sudah mengirimi nya pesan di pukul enam lebih lima menit. Seperti nya, ia harus meminta satu mangkok bakso Mang Gino hari ini kepada Dafa.

Agairana A: hmmm. Ok.

Setelah mengirim jawaban nya, Manda kembali bergelut dengan alat make up nya. Dan setelah merasa cukup, ia berjalan menuju walk in closet nya, memilah baju-baju yang memang ia sendirikan untuk dikenakan saat bekerja. Setelah membolak-balik baju-baju didalam nya, ia mengambil baju kemeja putih polos yang tidak transparan dan celana hitam kain yang jatuh tepat di tumit kaki nya.

Manda sesekali memandang jalanan dan jam nya bergantian. Entah apa yang terjadi di jalanan yang biasa nya lenggang ini, kali ini jalanan sudah seperti lautan kendaraan. Macet tanpa bisa bergerak dan sial nya, jam di tangan nya sudah menunjukan pukul tujuh lewat sepuluh menit.

Bahkan sedari tadi ponsel nya sudah bergetar terus menerus. Dan begitu ia membuka satu persatu, kicauan teman-teman nya sudah meradang di dalam grup LINE nya.

Aldafa Muhammad: yuk yg nggak mau masuk ruangan bigboss yg sebenarnya, silahkan datang lebih awal:)

Aldo Sebas.tian: brisik lu Daf. Gue ngoles roti ae belum lu dah ribut ae

Aldo Sebas.tian: lu udah di kantor?

Aldafa Muhammad: udah lah. Buruan nyuk

Dera Andin: allahuakbar Daf, lo udah di kantor jam segini? Shalat subuh dimana lo?!

Aldafa Muhammad: gue masih normal Der, yaelah. Ya di mushola kantor lah

Aldafa Muhammad: LU SEMUA YG MASIH BALES LINE GUE, MENDING LU SIAP2 DEH. ELAH, GUE NGGAK MAU YA CUMA GUE YG TERBEBAS DARI RUANGAN ITU!

Aldo Sebas.tian: bangke lo.

Dera Andin: bodo ah Daf. Gue tau ni manda nggak muncul gr2 lo rewel

Manda menutup group chat itu, dan menatap jam di layar handphone nya dengan pandangan lemas. Jam di layar nya terus berganti dan sayang nya, jalanan sama sekali belum bergerak.

"Pak, ini macet total ya?"

Supir taksi itu menoleh, "Iya, Mbak. Nggak bisa gerak, seperti nya ada perbaikan jalan di depan."

Agairana AmandaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang