Delapan

2.7K 137 0
                                        

Saat Nafa dan Zidan sampai di uks,ternyata tidak ada satu orangpun yang berjaga di uks.

"Kok sepi?" Zidan mendesis pelan,Nafa yang mendengarnya hanya terdiam.

Nafa langsung menarik tangan Zidan menuju ranjang, "Lo mau ngapain?" Nafa mengernyitkan alisnya.

"Duduk dulu. Gue ambilin obatnya." Zidan mengangguk dan menduduknya dirinya diatas ranjang.

"Lo gak bakal macem-macem sama gue kan?" Nafa memutar bola matanya karena pertanyaan Zidan yang aneh.

"Lo aneh ya. Yang harusnya nanya gitu kan gue. Nanti kalo lo macem-macem sama gue gimana? Secara inikan tempat sepi "

Zidan terdiam,kenapa dirinya menanyakan hal yang seharusnya Nafa tanyakan?

Lalu Zidan mendorong punggung Nafa, "Cepetan ambil obatnya."

'Jantung gue anjir..'

Jantung Nafa seketika memompa lebih cepat ketika Zidan menyentuh punggungnya. Walaupun hanya sentuhan ringan,tapi sangat besar pengaruhnya terhadap Nafa.

"Iyaiya." Dan Nafa melenggangkan kakinya untuk mengambil kotak P3K.

Saat kembali,Nafa melihat Zidan yang meringis kesakitan sambil mengelus-elus punggungnya.

"Haduh..gue bener-bener minta maaf ya. Gue gak sengaja,suer deh."

"Hm.." Zidan menjawabnya dengan gumaman kecil.

Nafa sedang mencari-cari obat memar dikotak P3K,seketika matanya membelalak saat melihat Zidan membuka kacing bajunya.

"ZIDAN!! LO MAU NGAPAIN?!"

Zidan menutup telinganya saat Nafa berteriak, "Toa banget sih lo."

Tanpa mempedulikan Nafa yang masih syok,Zidan melanjutkan aktivitasnya membuka kancing baju.

"Gilaaa!!! Lo mau mesum hah?! Gak malu lo telanjang didepan cewek?" Nafa bertanya dengan menggebu-gebu.

Zidan memutar bola matanya jengah, "Lo niat ngobatin gue gak sih?" Nafa mengangguk.

"Gue buka baju bukan buat mesum sama lo apalagi telanjang didepan lo. Ogah gue."

Nafa benar-benar malu. Bagaimana bisa dia berpikir bahwa Zidan akan berbuat macam-macam kepadanya?

"Oke oke. Silahkan cepet buka baju lo. Biar bisa gue obatin."

Zidan tersenyum miring, "Sekarang lo yang pengen banget gue buka baju. Tadi aja teriak-teriak gak jelas."

Zidan telah membuka bajunya,dan hanya menyisakan kaos dalamnya saja.

Nafa yang melihatnya hanya terdiam,dia terlalu menikmati ciptaan Tuhan yang berada didepannya ini.

"Ngapain lo bengong gitu? Lo senengkan bisa liat badan gue secara live gini?"

'Sial. Gue ketahuan. Mau taruh dimana muka gue??'

"A...a..apasih lo. Badan lo biasa aja kali. Gak ada bagus-bagusnya." Nafa mengatakannya dengan gelagapan.

Bohong jika Nafa mengatakan badan Zidan biasa saja. Kenyataannya Nafa malah mengagumi tubuh Zidan yang atletis ini.

"Udah cepetan. Sakit tau." Nafa segera membuka tutup obat memar tersebut.

"Ini kaos lo,tolong disingkap biar gampang gue obatin." Tanpa banyak bertanya,Zidan menyingkap kaos dalamnya dan memperlihatkan punggungnya yang tegap.

'Gila... tegap banget punggungnya Zidan. Pengen gue peluk deh.' Nafa menggelengkan kepalanya dan segera mengenyahkan pikirannya yang sudah tidak waras ini.

Silent Love✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang