Nafa Aulia : Sini lo ke kantin!! Jangan dikelas mulu
Setelah mengirim pesannya,Nafa dan Franda mencari tempat duduk untuk makan pesanannya. Nasi goreng dan es teh untuk Nafa. Siomay dan lemon tea untuk Franda.
"Woy!!"
Untung saja Franda dan Nafa belum memakan pesannya. Jika sudah bisa dipastikan keduanya akan tersedak karena suara mengagetkan itu.
"Untung ya kita belum makan,kalo kita mati tersedak lo bakal kita gentayangin." Hari ini Franda sensitif sekali kepada Arzan. Apapun yang laki-laki itu lakukan terasa salah dimatanya.
"Dan buktinya lo gak mati kan sekarang?" Nafa memutar bola matanya kesal. Mereka berdua ini,baru bertemu kemarin tapi sudah adu mulut setiap saat.
"Ya kan gue belum makan,bego!"
"Lo tuh bego jangan dipelihara napa."
"Lo ngajak gue ribut?!"
"Gue gak ngajak lo ribut. Lo aja yang sensi sama gue."
"Lo--"
Nafa mendorong kursinya kebelakang,lalu berdiri dan pergi dari meja yang menjadi adu debat Franda dan Arzan. Tak lupa membawa serta makan dan minumnya.
"Lo mau kemana?" Tanya Franda dan Arzan bersamaan.
"Gue mau cari meja lain. Silahkan lanjut debat lo berdua. Gue mau makan dengan tenang." Nafa melenggang pergi meninggalkan dua manusia yang menatapnya dengan cengo.
"Lo sih!" Franda ikut berdiri dan menyusul Nafa yang sudah mendapatkan meja di pojok kantin.
Franda duduk dihadapan Nafa yang sedang memakan nasi gorengnya, "Lo ngapain pergi sih?" Nafa hanya mengidikkan bahunya tak peduli.
"Ihhh." Franda diam dan ikut makan siomay miliknya.
***
"Jadi lo udah kenal sama Zidan lama?" Tanya Nafa kepada Arzan ketika mereka berdua sudah memasuki mobil.
"Ya gak lama sih. Baru-baru ini lebih tepatnya." Nafa memasang seatbelt dan mengirimkan pesan kepada Franda yang sudah ijin pulang terlebih dahulu ketika jam pelajaran masih berlangsung.
Nafa Aulia : Salam buat nenek lo ya,semoga cepet sembuh. Biar bisa main sama kita lagi
"Franda kenapa sih,sewot banget ke gue? Terus sekarang dia kemana? Malu kali ya mau nebeng sama gue gara-gara tadi."
Plak
"Ngaco lo! Neneknya Franda sakit,bego,"
Arzan mulai melajukan mobilnya meninggalkan pekarangan sekolah, "Lagian gue juga gak tau kenapa dia sensi banget sama lo hari ini. Mungkin gara-gara lo tadi hampir telat jemput kita."
"Hampir. Dan buktinya tadi kita gak telat kan?" Memang,berdebat dengan Arzan tidak akan ada habisnya. Karena laki-laki itu selalu bisa mencari cela untuk membela diri.
"Iya terserah lo aja." Jawab Nafa dengan malas.
"Lo belum bilang gimana bisa kenal sama Zidan." Arzan mengernyitkan dahinya penasaran.
Ketika mobil berhenti saat lampu merah,Arzan menatap Nafa menyelidik, "Lo kenapa mau tau banget?" Nafa gugup ketika pandangan Arzan terasa menusuk retina matanya.
"Ya gue kan mau tau." Jawab Nafa sambil mengalihkan pandangannya keluar jendela.
Nafa baru merasa lega ketika lampu sudah hijau dan Arzan kembali fokus menyetir.
KAMU SEDANG MEMBACA
Silent Love✔
Novela JuvenilGue cinta sama dia. Tapi yang tau perasaan ini cuma gue. Iya,karena gue gak pernah nunjukin ke dia secara terang-terangan. Gue mencintai dia dalam diam. -Nafa Aulia Azahra- Gue gak tau ini nyata atau cuma perasaan gue aja. Cewek itu selalu liatin gu...
