23. Sepupu

8.9K 518 5
                                        

Author's Pov

Amanda masih setia memandangi wajah damai milik Adam, ia tidak akan pernah bosan melihatnya. Meskipun wajahnya pucat pasi, tidak seperti biasanya. Amanda terus menggenggam tangan Adam. Ia menciumnya sesekali.

"Dam, malam ini aku tidur disini nemenin kamu" ucap Amanda dengan nada rendah.

Pintu kamar terbuka, menampilkan sosok suster disana.

"Permisi" ucap suster itu.

Amanda pun berdiri dan mempersilahkan suster itu untuk mengganti infus dan menyuntikkan cairan kepada infusnya.

Setelah selesai, suster itupun pamit.

Amanda kembali duduk di kursi semula "hey, kamu mau sampe kapan kaya gini? Aku bosen ngebacot sendiri terus, yang jawab cuma suara detak jantung doang" Amanda mencium tangan Adam "gapapa deng, detak jantung aja udah merdu banget buat aku".

Amanda menggenggam tangan Adam dan menidurkan kepalanya disana. Ia terus melihat kearah wajah Adam, sampai akhirnya Amanda tertidur.

☕️☕️☕️

Romeo menatap heran Naila yang sedari tadi diam mengacanginya. Pagi ini Romeo berkunjung ke rumah Naila. Dan sekarang mereka berada di ruang keluarga sedang menonton tv.

Naila yang hari ini terlihat aneh membuat Romeo bingung. Ia tidak tahu harus berbuat apa sekarang. Sebenarnya Romeo sangat ingin menanyakan, namun melihat ekspresi Naila yang menunjukkan wajah sangarnya saja ia sudah ngeri.

Romeo lalu mengambil ponselnya, memesan sesuatu disana. Lalu ia melirik Naila, ia bisa melihat Naila sedang memegang perutnya. Sekarang ia mengerti harus berbuat apa.

Romeo menyimpan ponselnya di meja depannya dan mengambil kunci motor di meja yang sama.

"Aku pergi dulu bentar ya, bentaarrr doang" ucap Romeo sambil berlari menuju keluar.

Naila tidak melirik sama sekali. Pandangannya hanya fokus kepada televisi. Naila tidak tau kemana Romeo pergi tetapi jelas Naila tau Romeo tidak akan pulang karena jaket, helm dan ponselnya Romeo tinggal.

Setelah beberapa lama, suara motor Romeo pun terdengar. Naila melihat kearah jendela untuk memastikan itu Romeo. Dan benar, itu Romeo yang sedang membawa kresek dan sebuah kotak kecil.

Romeo masuk ke dalam rumah dan menghampiri Naila. Naila tetap memasang wajah datarnya seolah tidak peduli, matanya bahkan masih terfokus kepada televisi.

Romeo duduk di pinggir Naila. Ia mengeluarkan sebuah botol dari kresek yang dibawanya "heh" Romeo mencolek pipi Naila.

Naila menoleh "apaan sih ah".

Romeo membuka tutup botol tadi "minum dulu ya" lalu menyerahkannya kepada Naila.

Naila tersenyum saat menyadari bahwa Romeo peka "kok tau sih?" Naila mengambil botol itu dan meminumnya.

"Cewek, kalo tiba-tiba diem, bete-bete, ngambek-ngambek, kalo bukan karena PMS terus kenapa?" Romeo mengusap pucuk kepala Naila.

Naila tersenyum dan menyimpan botol yang sisa setengahnya "terus, selain jamu datang bulan kamu bawa apa lagi hmm? Coba aku pengen".

NOVIO (slow update)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang