Author's Pov
Sudah satu bulan lelaki itu tertidur lemah di brangkar nya, matanya yang tertutup, wajahnya yang pucat, dan tubuhnya yang semakin mengurus menjadi pertanda bahwa lelaki itu sedang tidak baik-baik saja.
Dua minggu yang lalu, Tysa dan anak-anaknya kembali ke Australia karena Fazza, Fanny dan Fanya harus sekolah, selain itu, suami Tysa juga tidak bisa ditinggal lama-lama.
Selama dua minggu terakhir ini Richard, Maya, dan kedua orangtua mereka bergantian menjaga Adam pada hari biasa. Ya, Darrel, Rena, Sandra dan Ifan belum pulang ke rumahnya, mereka ingin melihat cucunya sadar dan kembali seperti biasa.
Amanda menjaga Adam di hari sabtu dan minggu, tak jarang juga Romeo dan Naila datang untuk menemani.
Saat ini Amanda berada di mobil, hari ini hari kamis, ia berada di perjalanan menuju Rumah Sakit dari sekolahnya, bahkan ia masih memakai seragam sekolah. Ia menaiki taksi, entah kenapa perasaannya ingin sekali bertemu dengan Adam. Biasanya setelah sekolah ia kembali ke rumah untuk mengganti bajunya terlebih dahulu.
Setelah sampai, Amanda turun dan membayar taksi itu. Ia pun berjalan kedalam Rumah Sakit.
Amanda sampai di depan ruangan Adam. Ia melihat kedua nenek Adam sedang duduk disana "oma, grandma" Amanda menyalami keduanya dengan sopan.
"Duduk dulu sini sayang" ucap Sandra menepuk space kosong diantara dirinya dengan Rena.
Amanda pun mengangguk lalu duduk "di dalemnya ada siapa oma?"
Sandra menggeleng "engga ada siapa-siapa, kamu disini dulu bentar deh, kita mau ngomong".
"Iya oma, grandma" Amanda mengangguk patuh.
Rena mengelus pundak Amanda "kamu udah berapa lama pacaran sama Adam, sayang?" Ucapnya lembut.
Amanda terlihat seperti berpikir "kira-kira baru satu bulan setengah grandma" jawabnya.
"Adam ngasih tau kamu kalo dia sakit?" Sekarang giliran Sandra yang bertanya.
Amanda menggeleng "enggak, Tante Maya yang ngasih tau aku, beberapa menit sebelum Adam collapse dan koma".
Sandra menggenggam tangan Amanda "oma mohon sayang, kamu jangan pernah benci Adam, apapun yang dia lakuin, dia punya alasan" ucapnya memohon kepada Amanda.
Amanda tersenyum "enggak akan oma, Manda janji kedepannya Manda juga bakal bantu Adam sembuh, dia pasti bisa".
Rena mengelus tangan Amanda "sekarang kamu masuk kesana dan bikin cucu grandma kembali, grandma mohon, lakukan buat kita semua" Rena dan Sandra memeluk Amanda.
Amanda membalas pelukannya "iya oma, grandma, Manda coba".
"Memperbanyak kontak dengan orang-orang yang dia sayangi akan membantu Adam sadar dari tidur panjangnya"
Amanda memasuki ruangan Adam. Bau obat-obatan langsung menembus indra penciumannya, tapi siapa peduli, yang ia pedulikan hanya Adam.
Amanda duduk di tempat seperti biasa, tepat di samping brangkar Adam.
Amanda menggenggam tangan Adam "hai sayang" Amanda tidak bisa menahan air matanya untuk keluar "kita semua nungguin kamu, kita semua pengen kamu balik Dam".
KAMU SEDANG MEMBACA
NOVIO (slow update)
Novela JuvenilHot chocolate, komik dan ketenangan. Itu 3 hal yang paling utama dalam hidup cowo yang mood nya bisa berubah dalam hitungan detik itu. [Revisi setelah tamat] cover by: @kitkat_matcha highest rank #71 IN TEEN FICTION
