Setelah Fero pergi keluar ruangan , tinggal Pak Anton yang berpamitan untuk pergi ke lantai dasar untuk mengecek kafe.
Tinggalah sekarang hanya Levin dan Keyra. Keyra terdiam kaku dan sungkan untuk bergerak karena sedari tadi tatapan tajam seseorang tidak pernah lepas dari matanya.
Levin terdiam dengan posisi duduk dengan kursi bundar sengaja dibalikan agar sandarannya bisa dipakai untuk tangannya menopang dagunya."bayangin sendiri aja ya..author susah njelasinnya"
Dia menatap intens Keyra dengan sesekali tersenyum. Karena tingkah laku yang gugup karena terus ditatapnya. Dia sadar akan hal itu tapi bukannya berhenti malah semakin menatapnya tajam.
"Eh hm.." deheman Key memecah keheningan. Levin terkejut.
"Ka.."ucap Key terbata bata."Ha-us.." lanjutnya.
Seketika Levin terkejut dan langsung mengambilkan air minum untuknya. Hentakan kaki Levin yang cukup keras saat bergerak dari kursinya membuat Key tersenyum lucu.
Lagi lagi Levin terkesima.
"Ini.." Levin menyerahkan segelas air minum untuk Key.
"Thx ka.." jawab Key.
"Ulangi ..." ucap Levin.
"Apanya.."
"Itu yang terakhir..."
"Apanya yang terakhir..?tanya Key
"Setelah kamu bilang terimakasih..itu..yang itu.." jelas Levin greget
"Yang mana Kaaa..." ucap Key dengan nada sedikit tinggi.
"Nahhh itu...kamu manggil aku Ka..." ucap Levin lega.
Raut muka Levin yang dari tadi gregetan berubah menjadi muka bahagia membuat Key tersenyum bahkan tertawa.
"Kaaa..mukamu lucu sekali..haha." tawa Key tanpa sadar menertawakannya.
"Kakak kan yang menyuruhku memanggilmu Kakak...kenapa terkejut seperti itu bikin mukamu jadi aneh tau .." lanjut Key masih dengan senyum kecilnya.
"Biasanya kan memanggilku Anda...Tuan..tapi sekarang lebih santai. Dan itu Kakak suka..semakin suka." ucap Levin.
Key langsung terdiam membungkam tawanya dengan kedua tangannya.
"Maaf...kalau tadi tidak sopan menertawakanmu." ucap lirih Key karena masih tertutup kedua tangannya.
Levin membuka kedua tangan Key dari mulutnya dengan menggeleng gelengkan kepala seolah olah memberitahukan bahwa dia tidak perlu minta maaf.
Seketika Levin mencium pipi Key lama.
Key diam dengan mata melotot dan mulut sedikit menganga, ada desiran aneh dalam hatinya, jantungnya seakan sedang menari nari disana. Key mencoba mengontrol jantungnya dengan memegang dadanya.
Wajah Key memerah merona.
"You're mine now.." ucap Levin setelah melepas ciuman dipipinya.
Keyra semakin memanas terkejut.
Levin menakup kedua pipi Key mendekatkan wajahnya ke wajah Key. Membuat sedikit jarak antara mereka bahkan nafas Levin bisa tercium oleh hidung Key.
"Listen to me ... since I first met you somehow I can not turn away from you. From then on I decided that this girl should be mine. I love you without any reason, I love you no matter who you are, I love you no matter how many secrets you hide. But I beg of you .. from now on make me as a place to vent your heart." ucap Levin dengan menatap lembut Key.
Mendengar Levin mengutarakan hatinya Key terharu dan meneteskan air mata. Entahlah hatinya sekarang ini merasa nyaman jika didekatnya. Namun dia masih merasa ragu akan hatinya.
"Ka..kakak belum tahu siapa aku. Aku sangat lemah banyak kekurangan yang ada pada diriku bahkan aku sendiri pun takut jika kelamahan itu tiba tiba muncul dan nantinya akan sangat merepotkanmu.
Ka..selama ini aku berusaha agar tidak menjadi orang yang selalu merepotkan orang lain. " ucap Key dengan tanpa sadar air matanya turun begitu saja dari mata cantiknya
Levin masih dengan menangkup kedua pipi Key dan sesekali menghapus air matanya. Dan menggelengkan kepala.
"Key..kakak mohon, jangan menganggap dirimu sendiri seperti itu. Kamu sangat kuat Key, bahkan Kakak bangga padamu ..aku tidak salah memilihmu menjadi gadisku. Aku tidak peduli dengan keadaanmu, tapi aku berjanji aku akan selalu disampingmu menjaga dan melindungimu." ucap Levin dan mencium kedua mata Key secara bergantian. Mencium kening, kedua pipi, hidung, dagu dan terakhir adalah bibirnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Two Men Protector
Misteri / Thriller''Kenapa setiap aku melihatnya, aku selalu ingin disampingnya." batin Levin "Maaf aku tidak bisa menerimamu. Kamu tahu sendiri aku adalah orang lemah yang nantinya akan merepotkanmu. Masih banyak wanita sempurna disana yang sudah menunggumu. #Keyra...
