66.

3.2K 108 3
                                        

Keyra membuka koper yang tadi dikirimkan oleh unclenya ditemani oleh bibinya dikamar bibi lantai bawah. Tak ada yang tahu kalau Keyra disana. Mereka para pria sedang sibuk berdandan dan para nyonya besar tentu saja sudah berangkat ke kampus terlebih dahulu.

"Bi...bisakah bibi tunggu diluar. Jika ada yang turun mencariku bilang aku sedang membuat jus. Tapi apa jusnya sudah siap bi..? "

"Sudah Non. Baiklah bibi diluar. Tapi..."sebenarnya ada yang ingin ditanyakan olehnya tentang isi koper itu. Bagaimana mungkin isinya senjata dan untuk apa. Tapi niat itu dia urungkan karena merasa tidak sopan.

"Maaf Non...saya keluar. "ucap bibi pada akhirnya.

Keyra tersenyum. Sekarang dia mulai dari petunjuk yang telah diberikan oleh uncle padanya lewat memo kecil yang menempel pada sebuah kotak kecil.

First open this box and wear it.

Keyra membukanya dan ternyata sebuah anting tindik yang sederhana. Dia memasangnya. Dan tiba tiba langsung terdengar bunyi bip secara otomatis.

"Nona

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Nona...non Key... test... test.. "suara seseorang yang sudah sangat dia kenal.

"Uncle...ini kau unc.. "Keyra menjawab sampai memegang anting itu memastikan.

"Ya benar Non. Ini uncle Moe. Dan kau pun tersambung dengan uncle Fian. Mulai dari sekarang. "

"Terimakasih uncle. "

"Maafkan uncle Nona. Uncle hanya menyiapkan pistol kecil saja sudah dengan tempatnya. Pisau. Dan kain penyangga untuk perutmu Nona. Tenang saja alat itu didesaign khusus untukmu. Bahannya lentur dan aman secara otomatis mengikuti lebar perut Nona saat ada pergerakan. Uncle rasa itu sudah cukup Nona. Sisanya biar kami dan yang lainnya yang menangani."

"Uncle tak mau kejadian dulu terulang lagi. Uncle dan beberapa pengawal akan masuk bersamaan dengan keluarga anda Nona. Jadi jangan khawatir. Jika mereka sekali saja mencoba menyentuhmu kupastikan tak ada yang selamat."

Tanpa sadar Keyra meneteskan air mata. Kejadian dulu. Sungguh mengingatpun dia tak pernah terbersit.

"Terimakasih uncle."
"Baiklah...aku akan bersiap siap."

"Baik Nona..hati hati.."

"Hmm.."

"

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
My Two Men ProtectorTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang