"Kak..." ucap Key
"Kakak jangan terlalu memikirkan perkataan Bunda ya..Key udah bisa jaga diri kok. Kakak tahu..sekarang tiap hari Key bawa vitamin dan ga lupa meminumnya. Jadi kakak jangan terlalu mengkhawatirkan Key lagi ya..ya..
"Sekarang saatnya Kakak bawa Kakak Ipar ke rumah ini. Biar rumah ini jadi rame kak.." ucap Keyra memohon.
Fero hanya tersenyum mendengar perkataan Keyra. Dia mengelus pipi Key.
"Key sayang...Kamu adalah adikku. Adik kesayangan Kakak. Dan sebelum Ayah meninggal, Ayah menulis sebuah pesan untuk Kakak bahwa kamu dan Bunda adalah tanggung jawab Kakak.
"Meskipun kamu sudah punya pendamping Kakak akan terus menjagamu. Yaa..yang pasti ga sepenuhnya karena nantinya itu menjadi tanggung jawab suamimu nanti.
"Kakak pasti akan membawa Kakak Ipar buat kamu tapi yang pasti ga hanya menyayangi Kakak tapi dia juga harus menyayangimu dan Bunda. " jelas Fero.
Keyra tersenyum. Tapi sedari tadi dia merasa aneh dalam hatinya. Seperti ada sosok Levin dalam hatinya. Dia pun mulai mencari sosok itu.
"Apa kamu mencari sesuatu de..?" tanya Levin
"Ngga Kak...Key rasa ada Kak Levin disini.
" ehmm.."deheman Fero.
"Ada yang rindu nih.." ledek Fero pada adiknya
"Kakaaakk.." rengek Key menutup wajah dengan kedua tangannya karena pipinya pasti sudah memerah
"Apa kamu suka sama Levin." tanya Fero to the point.
Keyra langsung terdiam mendengar pertanyaan dari Kakaknya itu.
"Entahlah Kak. .." jeda Keyra
"Kakak tahu..aku belum lama mengenalnya, bahkan pertemuan kita pun sangat singkat tapi Kak Levin sudah menyatakan cintanya padaku.
"Apalagi pertama kita ketemu dirumah ini ...Kakak ingat waktu itu Key sedang kacau. Mungkin dia menganggapku wanita gila.." ucap Key terpotong karena mulutnya segera dibungkam dengan tangan Fero.
"Cukup Key ...kumohon jangan bilang seperti itu lagi. Tidak ada yang menganggapmu seperti itu. Dan jika ada satu orangpun yang menganggapmu seperti itu dia pasti akan Kakak bunuh. " ucap Fero dengan emosi.
Keyra menggenggam lengan Fero mencoba meredakan emosi Kakaknya itu.
"Kak...A..pa..Kau mengenal Kak Levin cukup lama." tanya Key lirih karena sebenarnya dia malu menanyakannya
"Wahhh..kamu kepo ya de..??" ledek Fero
"Tidak..aku kan cuma tanya Kak " ucap Key dengan memukul lengan Fero pelan karena kesal dengan ledekan Kakaknya.
"Dia dulu teman kuliah Kakak. Kami berempat..yaa bisa dibilang sahabat dekat. Setelah selesai kuliah mereka semua pergi keluar negeri untuk mengurusi perusahaan keluarganya.
Miko dan Ken di London, Vano di Spanyol, dan Levin di Amerika. Dan hanya aku yang masih disini.
" Diantara kami hanya Levin yang terbilang sangat sukses. Dia banyak mengembangkan bisnisnya dimana mana. Dan dia sekarang di Indonesia karena akan membuka cabang perusahaannya yang baru.
Apa kau tidak pernah baca majalah atau koran bisnis..?"tanya Fero.
Key hanya menggeleng gelengkan kepala. Jangankan majalah bisnis..nonton TV aja dia jarang sekali.
"Yang aku kenal dulu sebelum dia pergi keluar negeri, dia orang yang dingin, ngomong seperlunya, dia cerdas, emosi nya sangat tinggi jika ada yang membuatnya marah bahkan bisa menghabisi mereka."ucap Fero
Merasa mulutnya menganga karena terkejut dia langsung menutup dengan kedua tangannya.
" Benarkah Kak...tp yang aku lihat Kak Levin orang baik dia tidak dingin bahkan sangat melindungiku. Tapi..."jeda Keyra.
"Apa dia benar benar menyukaiku..?" ucap Keyra ragu. "Dia kan seorang CEO..pasti banyak wanita cantik disekelilingnya. " lanjutnya.
"Keyra sayang...jika kau ingin lebih mengenalnya, tanya sendiri saja padanya. Kau tidak perlu memikirkan hal yang tidak penting ya.." ucap Fero dengan mengelus pipi Key yang lembut.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Two Men Protector
Mystery / Thriller''Kenapa setiap aku melihatnya, aku selalu ingin disampingnya." batin Levin "Maaf aku tidak bisa menerimamu. Kamu tahu sendiri aku adalah orang lemah yang nantinya akan merepotkanmu. Masih banyak wanita sempurna disana yang sudah menunggumu. #Keyra...
