"Kak please dong jangan kaya gini...Key maluu.. "rengek Keyra dengan kesal karena sejak dari masuk cafe disebuah mall Levin tak pernah sekalipun melepas pelukan dipinggangnya.
Bahkan kali ini dia sedang duduk menyamping dipangkuan Levin dengan satu lengan dilingkarkan dileher Levin dan satu tangannya lagi untuk menutupi mukanya yang pasti saat ini sudah menjadi sangat merah karena malu. Dan Levin menyuapinya makan. Oh God... Mau taruh dimana tuh muka.
"aaaa.. Ayo Key...buka mulutmu."ucap Levin dengan sifat bossynya. Meskipun baru dua suapan Key menggelengkan kepala karena malu.
"Kaaak...Lihat mereka...semua menatap kita. "Levin melihat sekitar. Dan benar saja.
Semua pengunjung cafe menatap mereka dengan bisikan bisikan tak jelas. Ada yang menatapnya karena iri,terkagum dan aneh melihat mereka.
"Sudah jangan pedulikan mereka. Ayo buka mulutmu..."kekeh Levin dan terus memerintah Keyra agar membuka mulutnya untuk makan.
Dengan terpaksa dia mematuhi semua perintahnya. Anggap saja hanya mereka yang tinggal dimall itu.
Mungkin rasa lapar Keyra mengalahkan segalanya bahkan dia yang tadinya jaim mendadak ingin menambah lagi dan nambah lagi.
"Lagi Kak...."yang itu... "rengek Keyra dan menunjuk satu makanan.
"Ini... "
"Hmm.."kemudian Levin kembali memyuapi Key dan memakannya sendiri atas paksaan Key.
"Kak aku mau ambil yang itu... "tunjuk Keyra lalu dengan gesit turun dari pangkuan Levin. Keyra mengambil chicken spicynya lalu dia langsung duduk dikursi kosong yang tersedia.
Dan mulai memakan chicken itu bahkan dengan kedua tangannya.
Levin menatap tajam Keyra...itu pasti trik agar dia terlepas dari pangkuannya. Namun saat melihat wajah cantiknya bahkan kedua pipinya yang terlihat kembung penuh dengan chicken yang sedang disantapnya. Levin merasakan sesuatu..
"Apa sebenarnya yang ada dalam dirimu Key hingga aku benar benar tak bisa berpaling darimu walau sedetikpun."batin Levin hingga dia menopangkan dagunya dengan terus menatap Keyra yang berada disampingnya.
Merasa dirinya diperhatikan Key menghentikan kegiatan makannya. Melihat Levin menatapnya dengan tajam Key mendekati suaminya itu.
"Kakak marah..?"tanya Keyra dengan manisnya. Levin menggelengkan kepalanya lalu menangkup kedua pipi Keyra.
"Apa kau tahu sayang...sejak pertama kali kita bertemu tak pernah ada sedikitpun alasan Kakak untuk marah padamu. Sekalipun kamu menyimpan suatu rahasia sekecil apapun itu."
Degg... Hati Keyra berdetak cepat. Ada sesuatu yang belum dia ceritakan pada suaminya.
Semenjak dia sadar dari komanya dulu hatinya jadi mudah tersentuh dan menjadi sangat cengeng. Saat ini pun matanya sudah penuh dengan air mata mendengar ucapan Levin .
"Heeii sayang...kenapa seperti ini. Kakak tidak suka dengan air mata ini. "ucap Levin dengan mengusap air mata Keyra yang tiba tiba menetes.
"Maaf... "
"Kita pulang yuk Kak.."
"Selesaikan dulu makanmu. "ucap Levin mengelus pipi istrinya.
Key menggelengkan kepala.
"Key sudah kenyang Kak..."
"Bentar ya Key cuci tangan dulu. "Key langsung bergegas menuju wastafel yang berada tidak jauh dari meja makan mereka.
Saat Key mencuci tangannya dia dikejutkan dengan sebuah tangan kekar melingkar dipinggangnya.
"Ya ampun Kak....bikin kaget aja."tubuh Keyra terlonjak kaget.
"Maaf...habisnya kamu tiba tiba pergi begitu aja..."ucap Levin dengan tampang tak bersalahnya.
"Kak Levin suamiku...istrimu ini hanya ingin mencuci tangannya. Bahkan jika Kakak tetap disana pun aku masih terlihat kan.. "Keyra mulai kesal dengan sifat posesif suaminya itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Two Men Protector
Mystery / Thriller''Kenapa setiap aku melihatnya, aku selalu ingin disampingnya." batin Levin "Maaf aku tidak bisa menerimamu. Kamu tahu sendiri aku adalah orang lemah yang nantinya akan merepotkanmu. Masih banyak wanita sempurna disana yang sudah menunggumu. #Keyra...
