"Kaak...ayolah...boleh ya? "Ya ya.. ?"bujuk Key pada suaminya Levin.
Saat ini dia sedang memasangkan dasi pada leher Levin. Dan terus menerus membujuknya karena keinginannya untuk bekerja.
Seminggu setelah acara kelulusannya dia sangat ingin bekerja seperti teman teman kuliahnya yang lain. Namun tak kunjung mendapat jawaban dari suami tercintanya.
Bahkan jauh sebelumnya saat dia pertama kali mengungkapkan keinginannya yang didapati selalu amarah dari Levin. Hingga dia tidak berani mengungkapkannya lagi. Tapi ini sudah berbeda. Dia sudah lulus kuliah bahkan dengan nilai yang memuaskan. Jadi mana mungkin hanya berdiam diri dirumah menuruti permintaan pria posesifnya.. Hhhh..
"Kaaaakkk.... "rengek Keyra manja namun Levin terdiam dan bahkan tidak meliriknya sedikitpun.
Levin berusaha menghindarinya bergerak kesana kemari namun tetap diikuti Keyra dibelakangnya.
Hingga saat Levin ingin meraih ponsel yang tergeletak diranjang kasur mereka yang sudah seperti kapal titanic karena pergulatan panas mereka tadi malam Keyra meloncat kekasurnya dan berdiri.
"Kak...ayolah...ijinkan aku kerja ya Kak. Key bisa kerja dimana saja,.."ocehan Keyra terputus karena emosi Levin yang tidak bisa ditahan lagi.
"Tidak Key...sekali tidak tetap tidak. "teriak Levin keras bahkan Keyra sendiri sampai terlonjak kaget.
Key diam mematung karena teriakan Levin. Melihat istrinya mematung ketakutan Levin sadar karena telah membentaknya.
"Kemarilah sayang...maafkan aku. Kakak tidak bermaksud membentakmu.. "Levin mencoba meraih tubuh Keyra yang sedikit menjauh mundur darinya. Posisi Keyra yang masih diatas kasur hingga sejajar dengan tinggi tubuh Levin terus melangkah mundur hingga kepala ranjang.
"Ayo sayang...kita bicarakan baik baik ok... "suara lembut Levin membujuk Keyra. Dia takut dengan gerakan Keyra yang terus menjauhinya. Sungguh dia sangat takut itu. "Mendekatlah padaku...kumohon.."Levin merentangkan kedua tangannya dengan penuh harap agar dia mendekat padanya.
Seketika Keyra melangkah dua kali dengan cepat lalu menjatuhkan tubuhnya ketubuh Levin dengan langsung melingkarkan kedua kakinya kepinggang Levin dan kedua lengannya dilehernya.
Levin yang mendapat pelukan dari Keyra langsung merengkuhnya erat. Dan dengan kuat menopang tubuhnya. Matanya menatap teduh mata cantik istrinya.
"Maaf karena tidak sengaja membentakmu.. "ucap Levin dengan mengecup kedua mata istrinya.
"Maaf juga karena tidak memperdulikan ocehanmu.. "ucap Levin lagi dengan mengecup bibir Key berkali kali. Posisi yang sangat disukai Levin saat dia menggendong Keyra menghadap didepannya.
Key hanya bisa diam dengan perlakuan lembut dari suaminya itu.
"Pokoknya aku akan terus seperti ini sampai Kakak mengijinkanku untuk bekerja. Aku tidak perduli baju Kakak akan kusut.. "gerutu Keyra yang hanya bisa mendapat senyuman dari suaminya itu.
"Silahkan saja...dengan senang hati sayang.. " Levin melangkah untuk mengambil jasnya dengan kedua tangan tetap memeluk pinggang Keyra.
"Kak...teman teman kuliahku sudah melamar kerja. Lalu apa yang aku lakukan disini..."
"Kau bisa ambilkan jas itu sayang.."pinta Levin menunjuk jas kantornya yang masih menggantung tidak jauh dari ranjangnya.
Tanpa menolak perintahnya Keyra tetap mengambilkan jas suaminya dengan masih berpegangan dileher Levin dan menguatkan kedua kakinya yang masih melingkar dileher Levin.
"Tadi mereka mengajakku pergi bersama Kak...tapi aku harus minta ijin padamu dulu kan Kak... jadi boleh ya... Pleaseeee... "
"Tas nya juga Key.. "perintah Levin dan Key pun mengambil tas kerjanya lalu menaruhnya ditengah tengah badannya dan badan Levin.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Two Men Protector
Mister / Thriller''Kenapa setiap aku melihatnya, aku selalu ingin disampingnya." batin Levin "Maaf aku tidak bisa menerimamu. Kamu tahu sendiri aku adalah orang lemah yang nantinya akan merepotkanmu. Masih banyak wanita sempurna disana yang sudah menunggumu. #Keyra...
