34.

5.4K 164 2
                                        

Levin tak sedetik pun melepaskan pandangannya pada Keyra yang saat ini sedang mempresentasikan program miliknya. Cantik. Satu kata yang selalu terngiang dalam hatinya untuk wanitanya. Bahkan dengan kacamata yang bertengger manis dihidungnya membuatnya semakin manis.

"My Sweety..."gumam Levin lirih namun masih didengar oleh Jon, Dadynya.

"Fokus Lev... "ucap Jon lirih.

"I know Dad... "balas Levin sambil bisik.

Setelah Keyra menyelesaikan tugasnya dia kembali ketempat duduknya. Dan tanpa aba aba langsung meminum susu moca yang entah sejak kapan sudah berada didepannya.

Jeremy pun dari tadi tak hentinya memandang Keyra dengan kagum. Cantik, muda, profesional dan sekaligus menggemaskan. Tapi dalam pikirannya saat ini ada hubungan apa dengan Levin.

Karena Jeremy tak bisa menatap langsung Keyra karena tidak duduk bersebelahan. Dia mencondongkan badannya lalu memanggilnya.

"Keyra... "panggil Jeremy lirih namun Keyra masih bisa mendengarnya karena posisi duduk mereka hanya selisih satu orang yaitu rekan kerja Jeremy hanya beda divisi.

Keyra yang masih asyik meminum minuman susu kotak kesukaannya mengedarkan pandangannya mencari seseorang yang telah memanggilnya.
Keyra melihat Jeremy yang sedang melambaikan tangannya.

"Thank you... "ucap Jeremy pelan dengan bahasa bibirnya dan mengacungkan jempol padanya.

Keyra hanya menganggukan kepalanya dan tersenyum kemudian ikut mengacungkan jempol pada Jeremy.

Levin yang tak sengaja melihat interaksi mereka seketika emosinya naik kembali.

"Nona Keyra... "panggil Levin dengan suara tegasnya.

Mendengar suara tegas suaminya Keyra menoleh pada Levin.

"Yes Sir... "jawab Keyra dengan senyumnya. Dia tahu sekali arti dari ekspresi wajah Levin saat ini. Dan tugasnya sekarang adalah meredamnya.

Hanya dengan satu senyuman saja Levin sudah jatuh dalam perangkap Keyra. Namun tidak kali ini dia harus membuat jarak jauh antara Keyra dan Jeremy. Ahaa.. Akan kuberi pelajaran kau Jeremy.

"Nona Keyra...kami sedang membuat program untuk perusahaan baru kami namun saat ini kami belum menemukannya. Bisakah anda membuat untuk kami yang simple namun sulit untuk dideteksi... "ide brilian Levin.

Keyra mengerutkan keningnya.
"Apa maksudnya nih... "batin Key.

"Ton...berikan profile programnya pada Nona Keyra biar dipelajari olehnya. " perintah Levin pada Toni sekretarisnya

"Baik Tuan... "

"Baiklah...kita lanjutkan meetingnya" ucap Levin pada semua orang yang hadir diruangan itu.

Selama meeting berlangsung suasana kembali hening dan fokus pada pekerjaannya masing masing. Tak terkecuali Keyra. Dia asyik dengan tugas yang diberikan Levin. Kelihaian kedua tangannya mengutak ngatik keyboard dengan mata yang masih fokus menatap layar laptopnya tidak memperdulikan mereka yang sedang berargurmen pada topik yang dibahas saat ini.

Sesekali dia menopang dagunya lalu meminum susu kotak disampingnya. Kemudian kembali fokus pada layar laptopnya.

Kembali lagi dia menopang dagunya memikirkan sesuatu kemudian melepas kacamatanya , tanpa disadarinya tangannya bergerak sendiri mengambil sebuah roti sandwich coklat kesukaannya. Dia membuka bungkusan plastik roti itu hingga menimbulkan suara yang membuat beberapa orang menoleh melihat tingkahnya.

Namun sosok cantik yang tidak sadar bahwa dirinya saat ini telah menjadi perhatian orang masih dengan asyiknya memakan roti itu tanpa mengalihkan pandangan matanya tetap fokus pada layar laptopnya.

My Two Men ProtectorTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang