"Maaf Non..mengganggu kuliahmu hari ini. Hari ini cafe sangat rame, dan kami sangat membutuhkanmu saat ini. Ada pengunjung yang mau cari gara2, dia terus menerus mencari pemilik cafe ini. Maaf..kami tidak bisa menangani ini non, jika dalam 15 menit pemilik cafe ini tidak datang dia akan segera lapor polisi." jelas Anton.
Paman Anton...biasa keyra memanggilnya, dia adalah lelaki paruh baya mempunyai seorang istri dan dua anak yg masih duduk di bangku sekolah. Dia kewalahan menangani cafe yg sejak tadi pagi sudah sangat ramai. Ditambah lagi ada seorang lelaki tampan tp sombong yg mau cari gara2 dgn cafe ini. Maka dari itu dia terpaksa menghubungi pemiliknya untuk segera datang ke kafenya.
Keyra mendengar telp dari Pak Anton, merasa khawatir. Dia tidak akan menghubungi nya jika tidak dalam keadaan darurat.
"Paman..tidak apa2, kebetulan tugas key di kampus sudah selesai, key lsg kesana ya paman." ucap keyra.
"Hati hati ya non, jangan bawa motornya ngebut2 ya non" perintah pak anton.
"Tenanglah paman..key ga ngebut kok, cuma cepet...ckck.." ledek key agar dia tidak khawatir.
Key pake motor.? Ya..key punya motor tp tidak pernah dibawa kerumah. Tidak ada yang tahu key punya motor ninja. Whaatt..? Ninja..? Key memang sangat suka dengan motor jenis itu, sampai2 dia menabung sendiri untuk membeli motor itu. Dan..motor itu selalu diparkirkan di rumah seorang ibu yg bekerja dikantin kampus, yg tidak jauh dari kampusnya. Bu Mey..biasa dia memanggilnya.
Setelah keluar dari kampus dan sampai di rumah bu mey, segera key memakai perlengkapan bermotornya, jaket hitam dan helm. Rambut panjangnya dia tekuk ke belakang agar tercakup semua oleh helm nya. Setelah siap..dia segera berpamitan. Dan langsung segera menuju cafe.
"Heeyy..mana pesanan kami." segrombolan orang berteriak.
"Ini segera diantar tuan tuan. " ucap salah satu karyawan kafe.
"Bagaimana ini pak..." tanya Levin. Dia salah seorang pengunjung kafe yg merupakan CEO muda dan tampan tapi sombongnya minta ampun. Dia dan temannya bertanya pada pria paruh baya yg tidak lain adalah pak anton, kenapa pesanannya belum datang2.
Beberapa menit kemudian, sebuah motor ninja berhenti didepan parkiran kafe. Levin yg sedang duduk dimeja pinggir kaca tiba tiba teralihkan dengan datangnya sebuah motor ninja. Dia memperhatikan dibalik kaca, entah ada apa dibalik helm dan jaket hitamnya itu, kenapa tanpa disadari dia menjadi sangat penasaran. Pemilik ninja itu segera turun tanpa melepas jaket dan helm nya, dengan tergesa gesa dia masuk ke kafe.
Bunyi denting pintu masuk kafe menandakan ada orang masuk ke dalam kafe, semua pelayan kafe merasa lega karena yg dilihat nya adalah sang pemilik kafe. Keyra. Semua mendekat dan menunduk patuh pada bos nya.
Melihat para pekerjanya mendekat Key membuka helm dan jaket nya. Lalu dia membalas hormat dengan menganggukan kepala pada semua karyawannya.
"Nona Key..syukurlah anda datang tepat waktu." ucap Nena,salah satu karyawan kafe.
"Apa yang terjadi, kenapa menjadi tidak terkendali" tanya key
"Faisal dan Bagus sedang pergi belanja non, baru berapa menit mereka pergi, keadaan sudah seperti ini. " jelas nena dengan menunjuka keadaan kafe yg sangat rame.
Tiba tiba Anton datang.
"Non Keyra.." ucap pak anton lega.
"Paman..." jawab keyra dengan menyalami punggung tangan pak anton. Ya itu kebiasaan keyra ,meskipun pak anton bawabannya dia tetap hormat pada yg lebih tua. "Memangnya apa yg terjadi paman .. Siapa yg mau lapor ke polisi hanya gara2 telat mengantar pesanan,." tanya key dengan nada pelan.
"Orang yg duduk di pinggir kaca depan parkiran. Mereka lah yang mau cari keributan non. " jelas pak anton.
Keyra segera mencari orang orang yang ditunjuk pak anton. Ya mereka memang orang orang kelas atas namun sepertinya sangat angkuh dilihat dari penampannya.
Namun .. Siapa dia ..? Kenapa matanya tajam sekali , dia memandangiku tanpa henti. Ihh...batin keyra.
"Ayo paman...kita lanjutkan bekerja." ucap keyra dengan semangat. "Ambilkan celemek ku ya nena" lanjut nya pada nena.
Key segera menggelung dan menjempit rambut panjangnya dengan tusuk konde yg selalu dia bawa di dlm tasnya. Kemudian memasang celemek ke badannya. Dan masih tetap cantik.
Key dengan sigap dan telaten melayani para pengunjung. Dengan baki yg dia bawa dia sangat rajin dan dengan sikapnya yg ramah dan murah senyum key menjadi dapat mengatasi keadaan kafe yg sangat ramai.
Tiba saatnya melayani orang yg dipinggir kaca kafe.
"Maaf atas terlambatnya pelayanan kami, silakan dinikmati. Sekali lagi maafkan kami." ucap keyra dengan sopan.
"Apa kau pemilik kafe ini.." tanya seorang yg telah menerima makanan dari key.
"Hmm....ya .. Benar.." ujar key
"Kau masih sangat muda, sudah jadi bos lagi, tp kenapa mau ikut melayani seperti ini. Siapa namamu..? " tanyanya lagi dengan pandangan mata yg tak pernah lepas dari wajah key.
Dia tidak pernah menyangka orang pemilik ninja itu seorang gadis cantik.
"Maaf..kami sangat sibuk. Silakan dinikmati." key mengalihkan pembicaraan, dan dia segera pergi dari meja itu
Shiit!!Kenapa matanya tajam sekali. Aku jadi takut. Batin key.
Dia harus kudapatkan,kenapa sekali melihatnya aku seperti ingin selalu disampingnya, mendekap dan melindunginya. Cantik , santun , dan mandiri.Batin Levin
"Sepertinya sudah terkendali.." ucap key melihat suasana kafe yg rame namun tenang.
"Anda benar non key, itu semua berkat anda. " puji pak anton. "Non...apa kau tidak ingin menghibur pengunjung, " lanjut nya.
Key mengernyitkan dahinya.
"Maksud paman.?" tanya key
"Bernyanyilah untuk kami, kami rindu sekali suara mu non key, kau sudah lama tidak mengunjungi kafe mu ini." jelas pak anton.
Key menyadari hal itu, memang seminggu ini dia jarang mengunjungi kafe nya ini, dia disibukkan dengan tugas kuliah. Dia hanya memantau kafe dengan laporan yang setiap hari anton kirim baik itu keuangan,karyawan,dan lainnya.
Key tersenyum..."baiklah..tp hanya satu lagu " ucap key.
Pak Anton dan semua karyawan mengangguk bahagia. Nena membantu melepas celemek yang key pakai. "Thank you .." ucap key pada nena
"With pleasure.." balas nena dengan senyum
Key melepas tusuk konde di rambutnya dan membiarkan rambut panjangnya tergerai.
Lalu melangkah menuju panggung yg sudah tersedia piano. Memang kafe key selalu ada peyanyi yg menghibur para pengunjung, namun itu untuk malam hari dari jam 7 sampai 10.
Kali ini key menyanyikan lagunya zara larson simphony. Lagu favoritnya.
Semua pengunjung dan semua karyawan kafe terpesona dengan suara merdu key. Mereka sungguh menikmati suasana kafe hari ini. Tidak terlupakan dengan Levin.
Dia seperti tidak ingin bangkit dari kafe itu.
"Aku harus mendapatkannya," batin levin.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Two Men Protector
Misteri / Thriller''Kenapa setiap aku melihatnya, aku selalu ingin disampingnya." batin Levin "Maaf aku tidak bisa menerimamu. Kamu tahu sendiri aku adalah orang lemah yang nantinya akan merepotkanmu. Masih banyak wanita sempurna disana yang sudah menunggumu. #Keyra...
