30.

5K 153 5
                                        

Brraakk...

Levin membuka paksa pintu rumahnya dan Dady mengikutinya dari belakang. Wajah mereka terlihat sekali menegangkan.

"Keeyyy....

"Keeyyy.... "teriak Levin mencari sosok istrinya. Saat satu jam lebih setelah dirinya mengantar Key kekampusnya dia baru teringat bahwa selama meeting dia tidak mengecek ponsel yang dari tadi dia silent.

Dan Levin sangat terkejut melihat banyak sekali panggilan masuk dari istri dan supir pribadi Momynya.  Tapi Yang lebih banyak adalah dari Pak Jay.  Begitupun dengan Dady Jon.. Dia merasa sangat bersalah sekali karena baru kali ini dia mengabaikan panggilan dari keluarganya.

"Bi....Nyonya sama Keyra dimana..?"tanya Dady Jon pada salah satu asisten rumahnya.

"Non Keyra sama Nyonya diatas Tuan. Nyonya baik baik saja tapi Non Keyra....?"

Belum sempat selesai ucapan asistennya Levin langsung berlari cepat ke lantai atas rumahnya disusul oleh Dadynya. Perasaan nya saat ini sangat tidak tenang...

"Key...ku mohon jangan tinggalkan aku. Maafkan aku karena tidak bisa menjagamu. "batin Levin.

Saat sampai disebuah kamar yang tidak lain adalah kamar Levin,  Levin membuka pintu kamarnya pelan.

Ceklek.

Betapa terkejutnya dia dan Dady Jon.  dokter ahli seperti sedang melakukan operasi di kamar nya. Dilihatnya juga banyak darah menetes dilantai kamarnya. Apa yang sebenarnya terjadi.

Tanpa sadar tubuh Levin terhuyung kebelakang dan untungnya dibelakang ada Dady menahan tubuhnya.

Momy dengan setia menemani Keyra dengan menggenggam lengan kanannya karena lengan kiri Keyra tergores pisau lipat namun karena terjadi berapa kali sayatan jadi lukanya semakin dalam. Dokter terpaksa menjahit luka Keyra karena takut terjadi infeksi.

"Sakit sayang...."tanya Momy pada Keyra yang memang dari tadi dia tidak mengeluarkan ekspresi wajah kesakitan.

"Tidak Mom... mungkin karena sudah dikasih obat bius dilengan Keyra.. "jawab Key santai padahal dalam hatinya tubuhnya sangat lelah Dan sakit karena luka lebam diseluruh tubuhnya.

Key merasa ada desiran aneh dalam hatinya,  dia merasa ada seseorang sedang memperhatikannya.  Dilihatnya kedepan dan sungguh terkejutnya dia karena suaminya sudah berada didepannya.

"Kak Levin... "ucap Keyra lirih namun masih didengar oleh Momy disampingnya. Ada perasaan aneh dalam hatinya saat ini.  Rindu ingin sekali memeluk suami terkasihnya, takut karena Levin pasti tidak akan tinggal diam melihat satu gores luka saja ditubuh istrinya. Keyra takut kejadian dulu dialaminya lagi saat dengan sadisnya Levin menghajar Alex habis habisan.

Momy langsung bangkit dari atas kasur berlari menuju arah suaminya. Dipelukanya suaminya dengan erat.

"Momy... are you ok.. "Tanya Dady Jon pada istrinya.

"Momy baik baik saja Dad... Key menolong Momy... dia..

"Moomm.... "teriak Keyra agar Momy tidak melanjutkan ceritanya.

"Tidak sayang...mereka harus tahu..."ujar Mamy dan kembali menatap tajam Levin Dan suaminya.
"Levin..Dad...apa ponsel kalian rusak haahh..sampai sampai ada panggilan penting kalian abaikan. Apa meeting kalian lebih penting daripada kami haaahh... "teriak Momy. 

"Kalian tidak tahu betapa takutnya Momy...mereka sangat jahat. Berani sekali berbuat kasar pada seorang wanita.  Untung saja Keyra datang dengan cepat... dia dengan... "

My Two Men ProtectorTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang