63.

4.7K 150 15
                                        

Keyra pov.

Tak terasa usia kandunganku sudah masuk ke tujuh bulan. Woooww... Jika kalian melihatku pasti akan sangat terkejut. Perutku sangat sangat besar.
Tapi aku harap kalian jangan lupa kalau aku mengandung baby twin.

Berat...of course.
Tapi aku tak pernah memperlihatkannya pada mereka. Kalian tentu tahu siapa yang kumaksud.

Tapi jangan salah juga...selama aku hamil aku tak pernah melewatkan latihanku. You know what i mean..?
Yaa....latihan yang selalu aku lakukan disaat belum hamil. Senam hamil itu sudah pasti. Yoga...itu salah satu hobiku. Dan latihan karate yang dulu aku sering lakukan...menurut kalian apakah aku masih melakukannya...??

Hsssttt...ini rahasiaku, Momy dan Bunda.
Aku masih melakukan latihan karate. Tapi tentu saja tidak seberat sebelum aku hamil. Ada master khusus yang melatihku. Aku melibatkan Momy dan Bunda..tentu saja dan itu harus. Karena aku tidak bisa kemana mana tanpa salah satu keluarga menemaniku. Dan jika untuk satu hal ini mereka lah yang menemaniku. Oh God... Love you so much My Momy and My Bunda.

Dan hasil dari semua latihanku....badanku tidak terlalu besar bahkan aku merasa sangat kuat.
Entahlah mungkin aku merasa anak anakku yang ingin menjadi kuat untuk melindungiku. Karena setiap suamiku berbicara pada mereka dia selalu mengeluarkan kata kata "Jadilah anak anak yang baik dan kuat disana baby's agar bisa melindungi Momy kalian. Dan setelah kalian keluar nanti Dady dan kalian harus menjaga Momy kita. Ok.. "

Itulah kata kata pengantar tidur ...no...no...lebih tepatnya pesan dan titah seorang raja pada pangerannya.

"Sayaaanngg... "

Panggilan itu membuyarkan lamunanku. Aku yakin dia pasti mencariku.

"Aku disini Kaaakk...diruang kerja Dady.."jawabku dengan berteriak juga.
Entahlah aku suka sekali diruang kerja Dady karena tempatnya dilantai bawah dan terasa segar. Karena jendelanya mengarah ketaman rindang sehingga udara yang masuk ke ruangan benar benar sangat alami.

"Sedang apa disini sayang...?"

"Tidak ada.. "jawabku apa adanya. Karena memang aku tidak melakukan apapun. Hanya sedang duduk santai sambil mengelus perut besarku.

Kak Levin mengecup keningku lama lalu berjongkok mengecup perutku.
"Pagi sayangnya Dady...sepertinya kalian senang jika Momy kalian libur. Kalian selalu bisa menguasai wanita cantik ini dan bersembunyi dariku.." Kak Levin mulai berbicara dengan mereka yang ada diperutku.

Aku hanya bisa tersenyum geli.
Oh ya...aku masih bekerja sebagai sekretaris suamiku. Tapi bisa disebut aku tidak bekerja. Mungkin lebih bisa disebut menemani. Hhh....itu keinginannya.

"Kak..."

"Hmmm.."

"Apa seluruh keluarga sudah datang..?"tanyaku karena memang hari ini akan ada acara untuk memperingati usia kandunganku yang ketujuh bulan. Hanya acara keluarga...mengundang keluarga dari kedua belah pihak. Dan teman teman kuliah Max cs dan tentu saja karyawan kantor tempatku bekerja.

Jika seluruh karyawan perusahaan keluarga Ferdinand hadir ...waahh akan jadi pesta yang sangat besar.

"Mereka semua sudah datang karena itu aku mencarimu.."

"Baiklah...ayo..." aku mulai mengangkat tubuh beratku perlahan. Dan anehnya bukan aku yang meringis tapi suamiku.

Kak Levin membantuku dengan raut muka yang sangat sangat ketakutan.

Aku hanya tersenyum geli.

Dia memegang lenganku dan merengkuh pinggangku erat.

"Bisa kau ubah raut wajahmu Kak..?"tanyaku geli. Karena sungguh lucu dilihat.

My Two Men ProtectorTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang