Warning ++
Semoga yang baca sudah buka puasa.
Happy reading.
"Kak..."Keyra menyentuh lengan Levin dengan penuh kelembutan. Dia tahu siapa suaminya.
"Tidak kuijinkan.."ucapnya dingin tanpa menoleh pada istrinya. Percayalah jika dia sekali saja melihat wajahnya luluh sudah pertahanannya.
"Sayang..."suara Keyra begitu merdu masuk ditelinganya hingga tanpa sadar dia menoleh pada wajah cantik istrinya. Dan benar...Keyra sudah memasang wajah imutnya dengan rayuan pupy eyesnya.
"Mereka hanya ingin berfoto denganku...hanya foto.."
Hhh...Levin menghela nafas.
"Kau pintar sekali merayuku...jangan tunjukan ini selain padaku.."ucap Levin dengan mencubit pipinya gemas.
Keyra menganggukan kepalanya dan dengan senyum manisnya.
Levin kembali menatap mereka dengan tajam.
"Aku beri waktu lima menit...dari sekarang.."suara Levin dingin dengan menatap jam dilengan kanannya memberi syarat pada mereka yang ingin berfoto dengan istrinya.
Kenzo Jade dan Tom tersenyum dan berburu menghampiri Keyra. Tak menyangka Kenzo memberikan ponselnya pada Levin bermaksud untuk memfotonya. Tapi dengan pelototan matanya...Kenzo terdiam.
"Maaf.."
Lalu Kenzo memberikannya pada Fero dan Fero menerimanya dengan senang hati.
Tak lama mereka berfoto bersama dengan Keyra. Dan mereka juga memanfaatkan untuk berfoto hanya dengan Keyra.
Keluarga lainnya hanya memandang mereka dengan menahan tawa.
"Cukup...."ucap Levin dengan geram.
"Sudah lima menit..."lanjutnya. Levin segera menghampiri Keyra kembali dan duduk disampingnya dengan merangkul bahunya.
"Terimakasih Nona..."
"Kami permisi..."pamit Kenzo dan yang lainnya.
"Ya. Hati hati Kak. Salam untuk istri kalian.."ucap Keyra sambil tersenyum.
*******
"Aku ingin pulang Kak..."ucap Keyra saat dirinya sedang memakan buah jeruk yang sudah dikupas oleh Levin suaminya.
Levin yang sedang bekerja dikamar inap rumah sakit itu menoleh seketika.
"Apa..!!"
"Kak...aku sudah sembuh. Aku ingin jalan jalan. Aku rindu kamarku. Aku rindu rumah. Dan lihatlah...kau bahkan sudah 3 hari ini bekerja dikamar ini. Kau pasti lelah Kak.."cerocos Keyra.
Sejak hari dirinya bangun dari koma...dari hari ke hari Keyra semakin sehat. Dia jadi suka sekali makan. Bahkan dokter senang sekali melihat perubahan ibu hamil satu ini. Dokter pun berani memutuskan bahwa Keyra bisa melahirkan secara normal. Tapi itu pun tergantung kondisi Keyra nantinya..
Karena levin sama sekali tak menanggapi ucapan Keyra. Dia bangun dari tempat tidurnya perlahan kemudian mendekati Levin yang sedang duduk dikursi meja disamping sofa panjang. Keyra tiba tiba menyentuh bahu Levin yang membuatnya terkejut lalu tanpa aba aba dia duduk menyamping dipangkuan Levin dan melingkarkan kedua lengannya dileher sang suami.
Keyra mengecup bibir suaminya lama. Hanya mengecup.
"Kau sepertinya sedang merayuku sayang...?"ucap Levin saat istrinya melepas kecupannya. Ada rasa kecewa dalam hati Levin. Dia benar benar menyukai jika istri cantiknya sedang mode seperti ini. Mode merayu.
Keyra menganggukan kepalanya dengan sangat lucu.
Levin menangkup kedua pipi Keyra.
"Kenapa kau sangat menggemaskan sekali..hmmm.."ucap Levin gemas sambil memutar mutar pipinya hingga manyun lalu dicium bibir lucu istrinya itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Two Men Protector
Misterio / Suspenso''Kenapa setiap aku melihatnya, aku selalu ingin disampingnya." batin Levin "Maaf aku tidak bisa menerimamu. Kamu tahu sendiri aku adalah orang lemah yang nantinya akan merepotkanmu. Masih banyak wanita sempurna disana yang sudah menunggumu. #Keyra...
