"Ayo keluar... "perintah Levin lembut pada Keyra yang masih belum mau keluar dari mobilnya. Saat ini mereka sudah sampai di kantor Levin yang baru. Sungguh sangat megah kantornya ini. Dan itu membuat Keyra gugup.
Sudah berapa kali dia membujuk Keyra agar tetap keluar tapi entah apa yang ada dalam pikirannya hingga membuatnya betah dikursi depan mobil Levin sambil meremas remas bajunya.
Merasa kasihan melihat gadisnya yang sedang gugup, Levin membuka pintu mobilnya lalu berjongkok mendekati dan menggenggam tangan Keyra.
"Key sayang...kamu kenapa..hmm..?"tanya Levin lembut.
Dengan memegang tangan Keyra yang dingin karena gugup dan menciumnya.
"Kak..."jeda Key
"Hmm..
"Boleh...minta susu moca.. "ucap Key lirih
"Maaf Kak..tapi itu akan sedikit menghilangkan rasa gugupku "lanjut Keyra.
"Baiklah.. Tunggu disini ya, jangan buka pintunya."perintah Levin lalu menutup pintu mobilnya dan masuk kedalam lobi. Semua para pekerja disana sudah mengenal siapa Levin. Mereka langsung menunduk hormat dan menyapa pemilik perusahaan itu. Wajah dingin Levin membuat para pekerja takut menatapnya.
"Ambilkan susu moca.."perintah Levin dingin pada pelayan dikantin yang berada disamping lobi.
"Dua.. "lanjutnya dengan nada datar.
Seketika pelayan kantin itu langsung gemetar karen gugup atas perintah bosnya. Dia langsung berlari kearah kulkas dan mencarinya. Lama mencarinya tapi yang dia temukan hanya satu.
"Cepaatt.. "bentak Levin pada pelayan pria itu.
"Ma..af Tuan, hanya ada satu. Kami belum melengkapinya Tuan."ucap pria itu terbata.
"Apaa.. "bentak Levin lagi. "Ya udah cepet sini.. "ucap Levin lagi dengan sinis.
Levin mengambil satu susu moca dengan cepat. Lalu pergi keluar kembali.
Saat sudah sampai di samping mobilnya Levin mengetuk pintu kaca mobil agar segera dibuka.
Keyra membuka pintu mobilnya.
"Ini sayang.. "Levin menyodorkan satu susu moca pada Keyra. Dan Keyra pun langsung segera meminumnya.
"Kurang.. "tanya Levin pada Keyra saat melihat susu yang diminumnya sudah habis seketika.
Keyra menggelengkan kepala. Hhhhhmm.. Keyra membuang nafas.
"Yu.. Kak... "Keyra mengajak Levin masuk kedalam perusahaannya. "Key udah siap.."lanjutnya.
Levin tersenyum dan mengulurkan tangannya pada Keyra. Keyra menerimanya dan melangkah masuk.
Levin memeluk erat pinggang Keyra. Seolah ingin menunjukkan pada semua penghuni perusahaannya bahwa dia adalah gadisnya hanya miliknya.
Saat melewati kantin langkah Levin terhenti membuat Keyra tersentak kaget .
"Kak mau beli sesuatu.. "tanya Keyra terheran.
Levin menggelengkan kepala. Keyra melihat raut wajah dingin Levin yang membuat dia mengernyitkan dahi.
"Bilang pada kepala kantinmu.. Lengkapi semua minuman jenis susu moca. Kejadian ini jangan sampai terulang lagi atau kalian akan ku pecat."perintah Levin pada pelayan kantin yang tadi yang sedang menunduk takut.
"Baik Tuan.. Saya sampaikan"ucap pelayan itu dengan gemetar
Levin segera menarik Keyra menuju lantai atas tempat kerjanya.
"Gila itu bos...galak banget."gumam seorang pelayan kantin dalam hati
"Kak..Kakak marah.. "Keyra bertanya pada Levin disela sela langkahnya menuju lift.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Two Men Protector
Mystère / Thriller''Kenapa setiap aku melihatnya, aku selalu ingin disampingnya." batin Levin "Maaf aku tidak bisa menerimamu. Kamu tahu sendiri aku adalah orang lemah yang nantinya akan merepotkanmu. Masih banyak wanita sempurna disana yang sudah menunggumu. #Keyra...
