14.Strawberry

3.8K 383 44
                                    

Aku merasakan mentari yang menyengat kulit, masuk dari sela-sela jendela kamarku. Alunan nada-nada merayap menelusuri tubuhku,membuatku semakin enggan membuka mata, ingin kembali memejamkan mata menikmati setiap melody indah dari musik klasik yang memang sengaja aku putar sepanjang malam hingga pagi ini.

Musik terus mengalun menggema di kamarku. Menyeru dan mengusik pagi, aku terpaksa membuka mataku menyandarkan tubuhku, melirik jam yang sudah menunjukan pukul 9 pagi, mungkin aku terlalu lelah, sampai bangun sesiang ini, atau mungkin karna tidur dengan rasa cemburu jadi seperti ini? Ah ntahlah.

Malam tadi aku memang tidur sendiri, aku harus mengalah dengan Yona yang memang ingin tidur dengan Kinal, aku tidak mungkin memaksa seperti anak kecil hanya karna urusan tidur, aku percaya Kinal tidak akan macam-macam juga, ini sebenernya hanya pembohongan, percayalah aku hanya sedang menghibur hatiku sendiri.

Malam tadi Yona dan Feni berdebat untuk masalah tidur, Yona tidak salah, Feni memang kalau tidur tidak akan ingat teman sebelahnya, dia akan menjajah seenaknya, dan asal kalian tau Kinal pun lebih sering tidur denganku dibanding dengan Feni.

Aku pikir semalam, Kinal akan ke kamarku seperti malam biasanya saat Yona atau Shania menginap, pasti di tengah malam dia akan mengetuk kamarku untuk menumpang tidur, tapi malam tadi tidak, mungkin dia terlalu lelah.

Hari senin ini aku tidak ada kegiatan, mungkin akan menemani Kinal mengerjakan tugas nya seharian atau menemani Kinal bermain game, atau mungkin hanya tiduran dengan perasaan cemburu, karna Kinal pergi dengan Yona. Masih banyak kemungkinan yang aku harapkan tapi tidak untuk yang terakhir itu.

Lebih baik aku mandi untuk menyegarkan otak ku yang sedari tadi terus berburuk sangka terhadap Kinal. Tapi dia memang pantas untuk dicurigai, jadi ya tidak apa-apa juga. Ya suka-suka aku lah.

Ah, segar, rasanya syaraf-syaraf dalam tubuhku kini sudah berfungsi, setidaknya aku merasa lebih baik, kasian juga dia yang aku kambing hitam kan karna rasa kesalku. Urusan mandi sudah selesai, seperti nya teh hangat dan roti dengan selai Strawberry cocok untuk senin pagi yang penuh kecurigaan.

"Ve"

Aku menghentikan aktifitasku, hanya mendengar suaranya saja kecurigaan itu melebur ntah kemana, aku merindukannya, dia yang kemaren meninggalkanku dan dia yang kemaren membawa wanita lain kekamarnya.

Aku cemburu.

Kini dia sudah berada didepanku, duduk di meja makan dengan aku yang sedang mengoleskan selai strawberry di sehelai roti.

Dia menyodorkan piring kosong dihadapanku, tersenyum tanpa dosa. "Selainya yang banyak." Ucapnya lagi dengan senyum yang membuatku serba salah, aku lemah, aku tidak bisa mendiami nya kalau dia terus seperti ini.

Dia seperti strawberry yang terlihat manis namun asam, tapi tetap aku nikmati. Bagaimana pun dia yang membuatku merasa cemburu tetap saja aku tidak bisa menepis rasa cinta ini yang memang hanya untuk dia.

Aku taroh roti dengan selai strawberry yang sudah memenuhi roti nya, aku serahkan lagi piring itu, dia membalas dengan senyum nya yang manis mengalahkan asam nya strawberry yang sedang ku rasakan.

"Gulanya dikit aja" Lagi dia berucap tanpa beban, saat matanya menangkap ku yang sedang mengaduk teh dalam secangkir gelas putih untuk diriku sendiri. Terpaksa aku membuatkan teh manis hangat untuknya juga.

Aku masih diam, sebelum dia menjelaskan kenapa dia semalam tak kekamarku dan memilih tidur bersama Yona. Kini dia sedang mengunyah makanan ya, dia yang awalnya duduk didepanku kini berpindah duduk disampingku, masih sibuk dengan rotinya, dia seakan mengacuhkanku, menyebalkan sekali. Aku pun tidak peduli, aku juga sibuk dengan urusan makanku.

VERANDA [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang