Cinta Segitiga (END)

4.6K 307 26
                                    

Lantunan nada-nada menyejukan terdengar begitu membelai malam dengan keresehan pada diri mereka masing-masing, marah, kecewa begitulah yang di rasakan oleh kedua gadis yang berbeda tempat itu.

Sedangkan si pelaku, ya Kinal, dia hanya diam, berdiri menatap angin yang membawa semua pikirannya. Terkadang matanya terpejam dia menghirup udara malam yang dingin secara perlahan.


Angin yang semakin menusuk membuat dia memutuskan untuk kembali masuk pada kamarnya. Dia berjalan mendekat pada gadis yang beberpa menit lalu menangis karna nya. Dia duduk di pinggir kasur itu membelai sedikit pipi nya yang masih menyisakan basah akibat air mata.

Ingin kemana sekarang dia,
Menghilang setelah menuliskan harapan cinta.
Menjauh disaat dua hati sudah mulai ada rindu.
Mau kemana sekarang?
Diamnya semakin membuat mereka sibuk dengan sangka dan tanya.

Harapan dan mimpi tentang cinta,
hanya sebuah angan yang menjadi ilusi hati. Tak pernah ada,
dan tak pernah menjadi nyata.

Dia dan mereka
telah dibutakan dengan apa yang terlihat, yang akan menyakitinya,
yang akan menghancurkanya,
dan juga membuatnya terpuruk


Kau ingin pergi?
Pergilah. Biarkan hancur.
Biarkan berantakan, mereka tak tau, kinerja otak kiri nya melemah.
Denyut jantungnya terasa berkurang satu detak,
dan air dikelenjar matanya tak bisa dia kontrol, selalu memaksa keluar dan melewati pipinya,
Saat mereka memikirkan nya.

Dia menatap gadis di hadapannya yang tertunduk lesu, menangis seseunggukan, terkadang dia tak bisa mengontrol suaranya yang begitu mengikis malam. Merenung dan mulai membayangkan kenangan mereka dulu .
Kenangan yang seakan terus membunuh jika dia mengingatnya .
Kenangan yang ingin di anggap sampah, tapi selalu saja dia kenang dan berharga baginya layaknya sebuah intan .
Kenangan yang membuat dirinya terus bertahan dalam hati dan pikirannya.

Dia mulai memutar otaknya dan teringat akan malam-malam yang mereka lewati dulu .
Malam yang dingin disertai hujan yang seakan ingin ikut bersama dengan mereka.
Mereka mulai bercerita.
Bercerita tentang hidup.
Manis sekali kenangan mereka dulu .

Nanti mereka tak lagi bersama saat malam menjelang .
Mereka tak lagi menggoreskan cerita Mereka tak juga lagi saling berdekatan .
Situasi menjauhkan mereka .
Keadaan tak mengizinkan mereka bersama lagi mengarungi dinginnya malam mencekam .

Dia benci keadaan ini!
Karna keadaan ini membuatnya kehilangan .
Kehilangan sosok hangat yang indah dihati .
Kehilangan sosok hangat dan dewasa.

Walau sebenarnya, jauh dari ini dia sudah kehilangan sosoknya tanpa sempat memiliki.

"Maafin aku, Yon."


Di ujung pintu sana, gadis lainnya menatap lekat kejadian itu, pasti akan seperti ini, dia mengerti apa yang sedang di rasakan rival nya, dia merasakannya dulu, saat dia memutuskan untuk meninggalkannya, meninggalkan dalam arti tidak sebenarnya, namun keadaan lah yang membuat mereka tetap dekat, kenyataanlah yang membuat ketakutan itu hilang begitu saja. Dia menutup pintu itu lagi, menutupnya secara perlahan, kali ini dia biarkan mereka melepaskan sebuah perpisahan, membuat kenangan manis yang tak mungkin mereka lupakan.


"Aku tau Nal, Yona memang berharga buat kamu."

Satu tetesan air mata tanpa dia sadari jatuh begitu saja, ada perasaan lega, karna dengan inilah dia bisa memiliki Kinal sepenuhnya. Dia bukan seseorang yang tak punya hati atau bagaimana, melihat Yona yang terlihat seperti seseorang yang tak bernyawa saat Kinal memutuskan untuk lulus dari Jeketi ada kebahagian tersendiri untuknya namun hatinya seakan di robek begitu saja. Saat melihat raut wajah Kinal yang hampir sama dengan Yona, tatapan Kinal pada Yona membuat dia mengerti kalau ada Yona di hati Kinal selain dia.
















TAMAT

Tulisan terakhir gw! Bye!

#TeamVeNalID

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Mar 26, 2018 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

VERANDA [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang