31.Gaby

3.1K 357 26
                                    

"Hahaha"

Ntah sudah berapa kali aku dan Feni tertawa karna melihat tingkah Kinal. Terkadang Feni sampai mengeluarkan air matanya karna tak tahan akan apa yang kita lihat.

Kita duduk bersebelahan dibawah karpet berwarna biru dengan laptop yang berada diatas meja kecil, dan Feni memangku toples kecil berisi keripik kentang.

Awalnya aku tadi sedang fokus dengan alat lukisku, tiba-tiba Feni datang mengajaku menonton vidio dalam laptopnya, aku pikir dia mengajak ku menonton sebuah drama Korea ternyata bukan.

Aku dan Feni bukan sedang melihat lelucon Kinal yang bagaimana, kita hanya sedang menonton sebuah vidio acara handshake kemarin.

"Parah sih ka Gaby, geli pasti tuh" Feni menggerakan bahunya bergidik begitu geli.

"Hahaha"

Aku dan Feni tertawa lagi, didalam vidio itu Kinal yang seakan begitu kesal dengan Gaby karna ulah ceroboh Gaby yang tidak tau tempat.

Rasanya bagaimana ya?

Btw aku saja belum pernah, aku kalah telak dengan Gaby.

Adegan demi adegan terus kita tonton dengan tawa yang tak bisa kita hentikan. Tiba-tiba Feni menghentikan tawa nya dan menatapku.

"Kenapa?" Tanyaku menoleh kan kepalaku saat aku menyadari kalau Feni memperhatikanku.

"Eum gak cemburu?"

"Cemburu? Sama Gaby?"

Feni menggeleng "Ka Yona"

Aku diam, menatap kembali layar laptop milik Feni. Di sana Kinal memeluk Yona dengan ekspresi yang begitu bahagia begitu juga dengan Yona.

Aku menggeleng, tersenyum remeh.

"b aja tuh"

"Ahmacaaaaa? Hahaha"


.


"Kamu kenapa?" Dia berdiri menggosokkan kepalanya yang basah, dia baru saja selesai mandi

"Gapapa" Ucap ku dengan senyum, dia mengangguk mengerti.

"Feni mana?"

"Ke kamar, mau ngerjain tugas kata nya"

"Kamu kenapa sih?" Tanya nya lagi, dia menyadari kalau sedari tadi aku menatap nya begitu intens.

"Gapapa hehe"

"Ada yang aneh dari aku?" Dia meneliti dirinya sendiri, menatapku dengan kerutan dahinya.

Aku menggeleng memberikan dia senyum, agar dia tak mencurigaiku.

"Aku tadi liat vidio handshake, yang kamu main game bareng Gaby" Dia berada tepat didepanku dengan celana pendek dan kaos oblong berwarna putih, rambutnya masih terihat basah, tanganya terus menggosok kan handuk pada rambutnya.

"Trus?" Timpalnya tanpa menatapku, dia sedang mengerikan kan bagian belakang rambutnya membuat dia harus sedikit menunduk.

"Rasanya gimana?"

"Rasanya?" Dia menegakan kepalanya

"Apanya?" Kerutan pada dahinya menebal, matanya menyipit menatap ku bingung.

Aku yang berada di tempat tidur, memeluk bantal yang berada di sebelah ku, hatiku menghangat malu rasanya, dia yang bingung malah mendekatkan langkahnya kearahku.

"Hm itu loh" Ucapku dengan nada malu namun menggodanya, tatapanku jatuh pada hal yang tak seharusnya Gaby sentuh.

Dia mengikuti arah mataku dan...

"Astagfirullah Verandaaa"
Ucapnya seketika menutupi bagian dadanya saat dia sadar akan arah bicara ku.

"Hahahahahahaha"

Dia kini menatapku begitu jail, aku memundurkan badanku, bersandar pada ranjang kasur ku.
"Oh jadi dari tadi ngeliatin punya aku?"

Aku takut. Dia mulai melangkah kan kakinya lebih mendekat kearahku, aku hanya menutupi wajahku dengan bantal.

"Awas ya"

"Kena!"
Dia melompat dari tempatnya, memeluk ku, menggelitiki perutku.

"Hahahah, Kinal"

Pelukannya semakin erat, aku tidak bisa melawannya, dia mengurungku.

"Hahah geli ampun"

"Gak ada ampun, rasiin nih rasain"
Dia terus menghujaniku serangan-serangan yang membuat ku tak bisa berkutik

"Ampun, sayang hahah"

.


Dia mengatur nafasnya begitu juga aku, kini aku dan dia bersandar pada ranjang yang sama, setelah serangannya tadi itu cukup membuatku sakit perut karna tertawa.

"Gaby, emang gak tau kondisi banget" Ucapnya memanyunkan bibir tebalnya.

"Hahah"

"Ketawa aja trus"

"Abis lucu"

"Pacar menderita kamu bahagia ya?" Dia menoleh kepadaku.

"Pacar? Emang siapa yang pacar kamu?"

"Gaby, puas" Lagi dia semakin memanyunkan bibirnya.

Aku tersenyum geli melihat aksi marahnya, dia terlihat lucu.
"Ih pausss ngambek"
Aku menyandarkan kepalaku pada bahunya, memainkan jari-jari tanganya.

"Iya deh pacarnya Veranda"


















#TeamVeNalID
Ciluk baaa👀

#TeamVeNalIDCiluk baaa👀

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
VERANDA [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang