23-Perasaan Menyakitkan

2.2K 120 5
                                        

"Kejarlah dia yang kamu inginkan biarkan aku disini tersakiti oleh perasaan sendiri."

Sella Alfira.

***

Sebelum mengantar Shelyn pulang, Adhwi mengajak Shelyn terlebih dahulu untuk makan di sebuah cafe. Sepasang kekasih itu menjadi pusat perhatian di sana, bukan karena mereka masih memakai seragam tapi karena mereka terlihat seperti pasangan yang paling romantis dan bahagia. Adhwi yang tampan dan Shelyn yang cantik, membuat mereka yang melihatnya menjadi iri dengan pasangan itu.

Adhwi menarik kursi untuk di duduki Shelyn lalu menarik kursi yang bersebrangan untuk ia duduki. Setelah memesan makanan pada sang pelayan cafe tiba-tiba ponsel Adhwi berbunyi. Ia merogoh ponselnya dari saku dan membaca pesan itu.

Kembaran ketiga U&I

Lo dimana?

Cafe! Emang kenapa?

Cafe mana?

Cafe Mawar!

Oke.

Awas aja kalau lo nyusul dan gaganguin acara berdua gue. Gue tebas lo nanti...

Adhwi menyimpan ponselnya ketika makanan mereka datang. Setelah pelayan itu pergi Adhwi menarik piringnya, menyendok makanan itu dan menyodorkannya pada Shelyn.

"Aaa.." Shelyn menurut.

"Tadi kamu chat-an sama siapa?" tanya Shelyn sambil mengunyah.

"Sama kembaran ketiga Upin Ipin." jawab Adhwi yang langsung diberi anggukan kepala Shelyn tanda jika ia mengerti. Ia sudah tahu siapa itu kembaran ketiga Upin Ipin, kalau bukan Diga si cowok ayam goreng itu.

"Yaudah Shelyn yang cantiknya makan lagi nanti pangerannya beliin boneka Pinkie Pie lagi." ucap Adhwi sambil menyuapi Shelyn lagi.

Shelyn terkekeh geli, "kamu apaan sih Adh, kamu pikir aku anak kecil yang susah makan."

"Iya." sahut abi santai.

Shelyn tertawa saat Adhwi terus saja menyuapinya seperti ibu-ibu yang membujuk anaknya untuk makan. Dari mulai membujuk akan membelikan mainan sampai memutar-mutar sendok sambil mengatakan pesawat akan segera masuk. Padahal tanpa seperti itu Shelyn akan dengan senang hati memakannya namun Adhwi yang memang terkadang aneh itu tak henti-hentinya melakukan hal aneh itu.

"Aaa...buka mulutnya pesawat mau masuk lagi." suruh Adhwi membuat Shelyn tertawa lalu membuka mulutnya.

"Udah Adh aku udah kenyang." ucap Shelyn sambil meminum jus jeruknya.

"Dikit lagi!" bujuk Adhwi.

"Gak mau!" tolak Shelyn sambil menggeleng. "Abisin aja sama kamu, toh dari tadi kamu gak makan-makan."

"Kan nungguin kamu yang nyuapin." jawab Adhwi dengan nada manja membuat Shelyn mengelengkan kepala.

"Yaudah sini aku suapin." Shelyn mengampil piring makanan Adhwi dan menyuapi Adhwi seperti apa yang dilakukan Adhwi tadi.

Mereka tertawa bersama, mengukir kenangan indah yang mungkin tak akan terlupakan dihari esok. Menjadikan moment kebersamaan itu salah satu cerita indah yang pernah mereka lakukan. Tanpa mereka tahu seseorang diam-diam tersakiti ketika melihat kebahagian sepasang kekasih itu dari ambang pintu cafe, sebelum sedetik kemudian memilih pergi.

SHELYNA [End]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang