"Bahagiamu adalah bahagiaku. Maka dari itu lukamu juga menjadi luka bagiku."
Shelyna Darra
***
Shelyn mengejar Abi! Tidak ada pilihan lain selain meminta maaf sekarang karena Abi telah melihatnya ada disana. Dia tidak bisa mundur lagi, berani atau tidak! Siap gak siap! Shelyn harus meminta maaf sekarang dengan resiko mendapat bentakan sahabatnya itu lagi.
"Abi!" panggil Shelyn sambil meraih tangan Abi agar ia berhenti berjalan.
Abi berbalik dan menatap Shelyn dengan malas.
Shelyn menggit bibir bawahnya dengan gagup bercampur takut. Kedua matanya menatap Abi dengan tak menentu, kedua tangannya saling meremas, dan keringat dinginpun berkeluaran dari pori-pori kulitnya.
"Ngomong, atau gue masuk!" sinis Abi.
Shelyn menunduk, "maaf!" lirihnya.
Abi mendengus pelan.
"Gue tau gue salah, dan karena gue juga Sella sampai ketakutan kayak gitu. Maaf!" Shelyn mendongkak menatap Abi, "tapi, sumpah Bi gue gak tau kalau Sella bakalan ketakutan gitu, gue gak tau, sumpah!" ucap Shelyn sambil membentuk tanda peace.
"Jadi maafin gue ya!" mohon Shelyn sambil menangkupkan kedua tangan di depan dada.
Abi memutar bola mata malas lalu berbalik dan masuk ke dalam rumahnya meninggalkan Shelyn yang masih berdiri dipelataran rumahnya.
"ABI LO UDAH MAAFIN GUE KAN??"
"KALAU LO GAK KELUAR GUE ANGGAP LO UDAH MAAFIN GUE!"
"ABI MAKASIH YA UDAH MAAFIN GUE!!"
"ORANG GILA!! PEGI LO!!" sahut Abi dari dalam rumahnya.
Shelyn mendengus pelan, lalu berbalik dengan kesal. Tapi walaupun begitu, Shelyn merasa lega sekarang karena ia sudah meminta maaf pada Abi. Soal Abi yang memaafkannya atau tidak Shelyn tak terlalu peduli yang penting ia sudah meminta maaf dan mengakui kesalahannya.
***
"SELLA!!!" pekik Shelyn sambil berlarian kearah bangku Sella dan memeluknya dengan erat.
"Please! Maafin gue, gue gak tau kalau lo bakal ketakutan kayak kemarin. Gue nyesel udah maksa lo, sumpah demi Pak Joko gak masuk kelas sekarang, amin, gue nyesel. Maafin gue ya Sell! Gue mohon!" mohon Shelyn sedikit ngaco.
Sella tersenyum kecil. Sahabatnya ini memang luar biasa! Di saat seharusnya ia berkata serius dengan lancarnya ia menyelipkan sebuah lelucon. Shelyn tetaplah Shelyn, cewek hyperaktif yang terkadang wajah polosnya minta ditabok.
"Lyn sejak kapan lo lebay kayak gini?" celetuk Sella.
"Aishh" desis Shelyn sambil menjauhkan tubuhnya dari tubuh Sella. "Gue serius Sella..."
"Tapi gak usah lebay juga."
"Bodo amat! Jadi lo maafin gue 'kan?" tanya Shelyn dengan tampang puppy eyes.
"Gak usah dimaafin Sell! Paling besoknya dia kayak gitu lagi sama lo!" sahut Abi yang baru datang.
Shelyn menatap Abi dengan sinis, "lah kalau lo gak mau maafin gue yaudah, tapi jangan ngelarang Sella buat maafin gue dong. Dasar kudanil Thailand lama-lama gue cakar juga tuh wajah so tampan lo" decaknya kesal.
KAMU SEDANG MEMBACA
SHELYNA [End]
Teen FictionKita pernah saling mencintai begitu dalam. Sampai aku lupa bagaimana untuk berhenti. Kita pernah saling mendekap dalam pelukan. Sampai aku tak ingin untuk melepaskan. Aku dan kamu begitu menikmati rasa itu. Namun, kita melupakan satu hal. Dia yang b...
![SHELYNA [End]](https://img.wattpad.com/cover/118373065-64-k348474.jpg)