Disinilah Dara berada, diantara semua murid yang sedang bersorak-sorai untuk menyemangati tim andalan sekolah mereka.
Dean yang tadi mengantarkannya menuju kantin dan koperasi sebenarnya sudah bersiap untuk mengikuti pertandingan tersebut. Tetapi karna kekacauan kecil membuatnya ingin menenangkan Dara terlebih dahulu.
"SEMANGAT TIM CROSOFT!"
"KITA PASTI MENANG EXCEL!"
"HO A HO E!!!"
"TERIAK MOLO! GAK SERET!"
"GAK LAH, KITA KUDU SEMANGAT!"
"BODO AMAT"
"AMAT GAK BODO"
"MANA BUKTINYA?!"
"TUH DIA LAGI DI POJOKAN"
Berbagai teriakan-teriakan memenuhi lapangan, membuat Dara semakin ingin pergi dari daerah tersebut.
Tetapi ia ingin menontom pertandingan basket yang dimainkan oleh kekasihnya. Terpaksa ia harus lebih ekstra sabar.
Ketika semua masih sahut-sahutan, Dara beranjak dari duduknya dan berjalan menuju wasit yang berada di pinggir lapangan untuk meminjam mikrofon.
"BRISIK ANJING! DIEM DULU NAPA! BUDEG NIH KUPING GUE!" ucapan lantang Dara yang menggunakan mikrofon membuat semua orang yang nerada disana menjadi hening dan memperhatikannya.
Sedangkan Nara yang juga melihat hal tersebug menggeleng takjub, "Gila, kalo ayah tau mampus tuh anak."
"Ni, tuh anak geret kesini. Malu-maluin," cicitan Ella membuat Yani memutar bola matanya jengah.
"Dean! Sumpah ya, tuh anak berani banget." bisik Vano pada Dean yang masih duduk mengikat tali sepatu.
"Udah biasa juga, biarin aja. Ini kan sekolah punya Kakeknya."
"Woi Dara! Sip, sip, sip! Salut gue sama, lo! Entar ajarin gue, ya? Buat punya nyali segede lo." ucapan Elos mendapatkan delikan dari Dara.
"Hehe, ampun. Gak deh, bercanda."
***
Pertandingan sudah dimulai, anak-anak Cheerleader dari kedua kubu sekolah ikut menyemangati.
"Najis, baju kekurangan bahan aja dipamerin." gerutuan Dara dapat didengar oleh anak disebelahnya.
"Emang kakak, gak ikut ekskul itu?" tanya gadis berkuncir satu tinggi itu.
"Eh? Gak lah, jijik liatnya. Cuma teriakan-teriakan gak bermutu," cibir Dara pedas.
"Iya, sih. Tapi kakak cantik loh, kenapa gak ikut aja?"
"Lo bilang gitu lagi gue jejelin pake balem kakek gue."
"Enggak, kak. Bercanda." gadis tersebut terkekeh.
"Emangnya lo anak kelas sepuluh? SMA mana, lo?"
"Iya, SMA sini kok. Kakak itu yang terkenal galak, ya?" tatapan polos itu membuat Dara mengerjap.
"Ah, iya. Gue terkenalmya gitu, ya? Galak. Tapi gue gak segalak Galaksi, kok. Nama lo siapa?"
"Anisa. Anisa Ardinata,"
Dara mengangguk paham, lalu dia memfokuskan matanya pada pertandingan didepan.
Ia melihat Dean malukan shoot, tree point dari jarak sejauh itu. Hebat! Udah kayak Midorima aja di Kuroko no Basuke.
Lalu dilihatnya Elos yang melalukan dribble dengan tiga jari, lalu melewati para penghalang dan melakukan dunk.
Tak hanya sampai disitu, Ketua kelas yang bernama Angkasa itu melakukan pass dengan keren.
KAMU SEDANG MEMBACA
DeDara [END]
Jugendliteratur"Yang takut kehilangan berusaha untuk membahagiakan." Ini bukan cerita tentang Good Girl mengejar Cold Boy. Bukan pula cerita tentang Good Girl mengejar Good Boy. Tapi ini cerita tentang, Dara Gantoro cewe tomboi yang paling nyebelin sejagad raya, c...
![DeDara [END]](https://img.wattpad.com/cover/133287824-64-k198481.jpg)