Menganggap apa yang kita lihat sebagai kahayalan itu lebih baik. Daripada melihat kenyataan yang membuat hati tidak baik.
-DARA-
---------------------
D
ara melajukan mobilnya ke pinggir jalan. Untuk menetralkan rasa pusing yang mendera. Mengambil tisu untuk menyumbat hidunganya lalu memejamkan matanya sebentar.
Tok! Tok! Tok!
Terdengar bunyi ketukan jendela mobil, Dara membuka matanya perlahan lalu menengok kekanan untuk melihat siapa yang mengetuknya.
Dara menurunkan kaca mobilnya. "Ada apa? Kenapa kau disini? Siapa yang menyuruhmu mengikuti ku?"
"Maaf, non Dara, saya disini karna perintah den Gara." jawab bodyguard yang Dara kenal, Joni.
"Baiklah, sekarang kau supiri aku menuju Mall terdekat"
"Baik non Dara", Dara segera turun dari mobil menuju tempat duduk dibelakang sopir.
"Non Dara kenapa hidungnya berdarah?" tanya Joni yang sedang menyupir.
"Saya gapapa, jangan kasih tau siapa siapa mengenai hal ini."
"Baik, non"
"Kamu tadi kesini dengan kendaraan apa?" tanya Dara lagi.
"Mobil, non. Tadi saya tinggalin mobilnya. Sudah saya suruh bawahan saya untuk mengambil mobilnya. Jadi non Dara tenang saja"
Dara membalasnya dengan gumaman.
Setelah sampai didepan Mall, Dara segera turun dari mobil dan menyuruh Joni untuk memakirkan mobilnya.
Pertama tama Dara menuju toko baju yang khusus untuk satu merk terkenal. Dara berjalan dengan bersenandung riang. Menyumpalkan telinganya dengan earphone dengan lagu The Eve - EXO yang mengalun indah di telinganya.
Dara memasuki toko tersebut dan mulai memilih, baju yang Dara pilih cukup simple dari jacket hitam, shirt putih untuk dalamannya, jeans hitam, dan sneakers putih.
Dara tidak hanya berbelanja pakaian untuk besok, tetapi untuk sehari hari dan bepergian. Setelah terasa cukup, Dara pergi ke kasir untuk membayar semua tagihannya.
Dara keluar dari toko tersebut lalu melangkahkan kakinya untuk pergi ke Cafe. Cacing cacing diperutnya sedang mengadakan konser besar besaran karna minta diisi.
"Dar-! Dara!" panggil seorang cowok pada Dara.
Masih ditemani earphone yang menyumpal, Dara berjalan dengan telinga yang seakan tuli karna tidak mendengar apapun disekitarnya selain musik yang mengalun dari earphone nya.
Karna merasa tidak dihiraukan, si cowok mendekati dan menepuk bahu kanan Dara. Dara tersentak karna merasa tepukan dibahunya, lalu membalikan badannya untuk melihat siapa pelakunya.
Ketika tau siapa pelakunya, Dara langsung menggandeng tangan orang itu dan membawanya ke Cafe yang memang iya tuju dan duduk di meja paling pojok.
"Bang, Bang Gara ngapain kesini?".Yap! Orang yang tadi memanggil Dara adalah Gara, sebenarnya Dara bingung melihat kakaknya yang memakai pakaian aneh. Memakai kacamata hitam, topi hitam, jaket hitam, dan semuanya hitam. Kecuali satu, wajahnya yang putih.
"Kepo lo!, ngapain lo kesini? Emang ada yang ngijinin?" tanya Gara dengan mata menyipit.
Yang ditatap hanya merubah raut wajahnya dengan datar sedatar datarnya. Karena merasa jengah dengan sifat kakaknya yang selalu memutar balikan pertanyaan.
Pelayan datang memberi menu lalu menuliskan pesanan mereka. Setelah menunggu beberapa menit, pesanan mereka datang. Dara dan Gara segera menyantap makanannya.
Ketika Dara dan Gara selesai makan, kebetulan Dara melihat seseorang yang tidak asing. Dara langsung teringat.
"Edgar! Sini!", panggil Dara pada Edgar. Yang dipanggil akhirnya menengok dan mendekati. Senyum manis terpampang jelas diwajah Edgar.
Edgar duduk di salah satu kursi. Gara dan Edgar saling bertatapan, dengan tatapan yang sulit diartikan, hanya Edgar dan Gara yang tau arti tatapan itu. Tetapi Dara tak ambil pusing.
"Ed, kenapa lo kesini sendirian?" tanya Dara pada Edgar, dengan tangan menopang dagu.
Edgar gelagapan mendengar pertanyaan itu, "Em, gue cuma bosen, jadi gue jalan jalan. Dunia itu sempit ya? Gue bisa ketemu lo disini tanpa harus janjian, apa jangan jangan kita jodoh?"
"Ngaco lo!.", Dara memperhatikan kakaknya yang sepertinya tengah bosan dengan suasana ini.
"Sedangkan lo? Ngapain lo kesini?" kini Dara bertanya pada Gara.
"Suka suka gue lah, emangnya ini mall punya lo?" jawab Gara ketus.
"Kan gue cuma nanya! Emang ada aturannya orang gaboleh nanya?" ucap Dara marah.
"Ada! Gue yang buat!"
Edgar yang melihat itu tersenyum geli. Dara berdiri dari kursinya, "gue ke supermarket dulu buat beli keperluan dirumah", lalu melenggang pergi meninggalkan Edgar dengan Gara.
***
Dara berjalan membawa keranjang untuk menaruh belanjaanya. Dengan langkah riang dia mengambil apapun yang dibutuhkan seperti snack, sayur mayur, telur, mie instan, dan buah buahan.
Ketika berada di kasir, Dara melihat sosok seperti Dean dengan seorang wanita. Tapi setelah itu Dara tidak memperdulikannya lagi karna sosok itu berbelok arah hingga tidak terlihat lagi. Dara hanya berpikir bahwa Dean 'tidak mungkin seperti itu kepadanya'.
Ketika semua nya telah terbayarkan belanjaannya. Dara segera pergi dari mall ini.
***
Tbc
Minggu, 14 Januari 2018
KAMU SEDANG MEMBACA
DeDara [END]
Novela Juvenil"Yang takut kehilangan berusaha untuk membahagiakan." Ini bukan cerita tentang Good Girl mengejar Cold Boy. Bukan pula cerita tentang Good Girl mengejar Good Boy. Tapi ini cerita tentang, Dara Gantoro cewe tomboi yang paling nyebelin sejagad raya, c...
![DeDara [END]](https://img.wattpad.com/cover/133287824-64-k198481.jpg)