Malam minggu ini, Dean sengaja mengajak Dara untuk berjalan-jalan. Untuk merekatkan kedekatan mereka lagi, katanya.
"Non Dara, diruang tamu ada laki-laki yang katanya pacar, Non." ucap Bi Im pada Dara yang sedang duduk di tepian kolam renang.
"Iya, bi. Makasih." Dara beranjak dari duduknya. Lalu melangkahkan kakinya menuju ke ruang tamu.
"Dean, kok kamu kesini sebelum jam 7? Aku kan belum siap-siap jadinya." Dara menyilangkan tangannya di depan dada, lalu mengerutkan bibirnya.
Dean mendongak untuk melihat wajah Dara, lalu menyuruh Dara duduk disebelahnya.
"Iya-iya, aku kan kesini biar jemput kamu nya engga telat. Yaudah sana siap-siap, aku tunggu. 10 menit. Oke?" Dean mengusap rambut Dara sayang.
Dara mengangguk seperti anak kecil, membuat Dean mencubit kedua pipinya gemas.
"Sakit Dean... ih! Minggirin tangan kamu! Sebel," rajuk Dara manja.
Dean tertawa lalu membiarkan Dara pergi ke kamarnya untuk mengganti baju.
"Kamu pacarnya Dara, ya? Yang dulu pernah ketemu sama saya di Rumah Sakit?" Kakek tiba-tiba muncul dari dapur, lalu membawakan dua gelas kopi susu.
Dean dengan segera berdiri dan menyalimi tangan Kakek lalu ikut duduk satelah Kakek duduk.
"Iya. Saya pacarnya Dara." Dean tersenyum canggung.
"Panggil saya Kakek saja. Kamu itu anaknya Anto, kan? Luvanto?"
"I-iya, kek."
"Saya dengar-dengar perusahaan papahmu itu diambang kebangkrutan?"
"Iya, kek. Tapi kami sedang berusaha untuk membangunnya lagi."
"Kalo boleh saya mau kasih kesepakatan, mau?"
"Apa itu, kek? Jika saya sanggup akan saya lakukan."
"Saya yakin kamu sudah belajar memanjemen perusahaan. Jika kamu berhasil saya akan membantu perusahaan kalian yang sedang sekarat. Jadikanlah Dara prioritas utama kamu selama 3 bulan ini. Saya janji akan memberikan apa pun asal dia bahagia setelah itu." ucapan Kakek yang tampak serius membuat Dean menelan ludah kasar.
"Saya tidak bisa mengumbar janji manis, kek. Tapi saya akan berusaha untuk membuat Dara bahagia. Terimakasih atas kepercayaan Kakek."
"Kamu ini bisa saja. Tap—"
"Ayo Dean! Kita berangkat!" teriak Dara yang sedang berlari menuruni tangga.
"Iya, pamitan dulu sama kakek." ucap Dean yang sudah berdiri.
"Eh ada Kakek. Aku curiga, kakek ngomong apa sama Dean? Awas kalo bikin takut dia." mata Dara memicing tajam menatap Kakeknya.
"Idih, selalu aja kamu curiga sama Kakek. Dasar, mentang-mentang udah punya pacar. Kakek dilupain." Kakek manglihkan pandangannya dari Dara dan Dean.
"Iya, Maaf Kakek sayangku. Dara pergi dulu. Kakek jaga diri disini. Assalamualaikum." Dara menyalimi Kakek lalu mencium pipinya. Diikuti Dean yang juga menyalimi Kakek.
"Hati-hati!" teriak Kakek yang sudah melihat punggung mereka berdua pergi.
"Halo? Ikuti mereka dari jauh. Jaga cucu saya. Jangan sampai lengah, saya mempunya firasat buruk tentang ini." Kakek menelfon Joni, kepala Bodyguard.
***
Dean memakaikan helm untuk Dara. Membuat Dara tersenyum malu.
KAMU SEDANG MEMBACA
DeDara [END]
Ficção Adolescente"Yang takut kehilangan berusaha untuk membahagiakan." Ini bukan cerita tentang Good Girl mengejar Cold Boy. Bukan pula cerita tentang Good Girl mengejar Good Boy. Tapi ini cerita tentang, Dara Gantoro cewe tomboi yang paling nyebelin sejagad raya, c...
![DeDara [END]](https://img.wattpad.com/cover/133287824-64-k198481.jpg)