12. Dear Sahabat

2K 69 0
                                        

Lebih baik dijalani dulu seiring dengan berjalannya waktu daripada terlalu cepat, tapi akhirnya menyakitkan untuk apa.

       ✨

NAZELYA yang sedang berada dikamarnya sambil sesekali memutarkan lagu yang pas untuk mood nya. Nazelya merasa aneh kenapa Arfan sikapnya cuek? Apa dia lagi ada masalah?

"Ngapain juga gue mikiran si Arfan." ucap Nazelya membuang pikiran Arfan dari otaknya.

Ddrtt....

Gio : Zel?

Nazelya : Why?

Gio : Sibuk gak?

Nazelya : Gak sih, emang kenapa?

Gio : Ketaman bentar yuk.

Nazelya : Otw.

Nazelya pun memasukan ponselnya kedalam celana jeans nya. Nazelya pun turun dari kamarnya, ia melihat ada Alvaro dan Raka diruang tamu yang sedang bermain games online.

"Al, gue keluar bentar ya." ucap Nazelya.

"Ketemu siapa?" tanya Alvaro tanpa menoleh kearah Nazelya.

"Gio, yaudah gue pergi dulu, byee." balas Nazelya sambil membuka pintu rumahnnya.

           ####

Sesampainya ditaman Nazelya dan Gio duduk dibangku taman. Suasana malam yang sejuk bintang yang bertaburan diatas langit membuat suasana menjadi lebih indah dan semilir angin yang berhembus menusuk kulit.

"Ada apa?" tanya Nazelya.

Gio merubah posisi duduknya. "Gue mau cerita boleh gak?" balasnya.

"Bolehlah. Kapanpun lo butuh pasti gue bakal jadi pendengar yang baik." sambil senyum.

"Thanks." Gio pun mengambil nafas panjang lalu mulai bercerita.

"Jadi gini gue pernah punya sahabat cewek. Gue sama dia itu dari kecil selalu bareng kemana pun itu tujuannya. Tapi, gue sama dia udah last contact sejak kecelakaan 8 tahun yang lalu. Setiap gue tidur mimpi buruk itu selalu datang dalam hidup gue. Berusaha untuk lupain itu tapi gak bisa. Gue udah mulai simpan kenangan tentang gue sama dia dan gue cuma simpan barang yang menurut gue penting aja."

Nazelya mencerna setiap perkataan Gio. Ia tidak ingin ketinggalan satu kata pun dari mulutnya.

"Tapi, lo udah cari tahu dimana keberadaan dia?" tanya Nazelya.

Gio hanya menggelengkan kepalanya pelan. "Gue udah cari dia kemana pun. Tapi, hasilnya nihil gak ada satu pun info tentang dia. Gue ngerasa dia selalu ada disamping gue dan katanya dia udah meninggal. Gue gak percaya sama soal kebohongan itu. Bahkan gue udah cari tahu keberadaan orang tua nya sama keluarganya."

ARFANAZ (COMPLETED✓)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang