"Apa?! Papa nya Nazel kecelakaan?" pekik Adel.
"Iya, Kemarin gue anter dia ke bandara." ucap Arfan.
"Terus keadaan bokapnya Nazel gimana?" kini suara Becca terdengar.
"Katanya udah gapapa, cuma dapet lima jahitan doang." balas Arfan.
Mereka semua mengangguk dan bernafas lega karena tidak terjadi apa-apa oleh papanya Nazelya. "Terus kapan mereka pulang?" tanya Raka.
"Belum tau." jawab Arfan.
"Oh, Fan hari ini kita latihan basket buat persiapan nanti."
"Hmm..... Gimana ya, hari ini gue juga ada rapat Osis."
"Terus gimana? Lo gak mau ikut latihan??"
Arfan menyeruput jus jeruknya. "Ya ikutlah. Gue minta tolong Chiko atau Dian aja deh."
"Okee, Balik kelas yuk." ajak Raka.
Mereka semua mengangguk dengan Ajakan Raka. Tak lama bel masuk pun berbunyi dan pelajaran pun dimulai.
####
Arfan dan Raka yang sedang berada di lapangan untuk pertandingan basketnya. Yang akan dilaksanakan dua bulan lagi semuanya berlatih dengan keras agar mereka bisa mengharumkan nama baik sekolah.
"Kalian semua harus berlatih lebih keras lagi. Pertandinganya dimulai dua bulan lagi, meskipun masih lama kalian akan terus berlatih. Agar hasilnya maksimal. Mengerti?!" tegas pak Danu.
"Mengerti!!" jawab semua serempak.
"Bagus, daritadi saya tidak melihat Alvaro. Kemana dia??" tanya pak Danu.
"Dia izin pergi ke Paris pak, papanya kecelakaan." balas Arfan.
"Oh, semoga cepat sembuh. Baiklah sampai disini dulu latihan kita hari ini. Kalian semua bisa pulang, terima kasih." kata pak Danu.
Anak-anak yang lain pun berjalan mengambil tasnya. Karena latihan hari ini sudah selesai Arfan dan Raka pun berjalan menuju parkiran.
"Gue main kerumah lo ya." ucap Raka.
"Ngapain?" tanya Arfan.
"Ya mainlah..... Sekalian makan." jawab Raka sambil terkekeh.
"Najis lo! Emang emak lo gak masak apa?" tanyanya lagi.
"My Mom Doesn't Cook Because My Mom Work." balas Raka menggunakan bahasa Inggris.
"Gaya lo pake bahasa Inggris segala, tugas masih nyontek aja belagu." cibir Arfan.
"Biarin aja.... Sewot ae lo."
Arfan merasa ponselnya bergetar, ia pun mengeluarkan ponselnya dari saku celananya.
Nazelya : Fan lo udah rapat osis belom?
Arfan : Gue gak ikut, soalnya latihan basket. Keadaan bokap lo gimana?
Nazelya : Oh, udah gapapa kata dokter. Palingan lusa udah boleh pulang
Arfan : Oh kalo lo kapan balik??
Nazelya : Bulan depan.
Arfan : Hah.... Serius lo? Pasti bohongkan lo sama gue?
Nazelya : Gak tau....
Arfan : yahh..... jangan lama-lama disono. Buruan balik.
Nazelya : kenapa emangnya lo kangen?kalo gue sihh biasa aja tuh.
Arfan : Dihh gitu lo sama gue ya. Cepetan balik sihh buruan.
Arfan :kalo lo gak balik besok gue pecat lo jadi wakil gue!!
Arfan : Nazelya buruan balik Kesini, jangan lama-lama di Paris nya.... Pleasee.
Nazelya : Dihh maksa lagi lo!!
Nazelya : Bodoamatt emang lo KepSek apa?
Nazelya : Tergantung itu juga kalo misalnya jadwal pesawatnya gak diundur.
Arfan : AWAS YA LO! NANTI PULANG GUE MARAH SAMA LO TITIK!
Nazelya : Aish udah kaya bocah aja lo. Byeee.
Arfan : Terserah lo Zel. Cepet pulang!
Raka yang dari tadi memperhatikan Arfan yang sedang berkutik dengan ponselnya. Ia pun menepuk pundak Arfan.
"Ngapa lo daritadi gue liatin lo senyum-senyum dan sekarang lo cemberut??" tanya Raka sambil membuka kunci mobil Arfan.
"Gapapa, udah ayo balik." jawabnya bohong.
"Alahh bohong lo. Tadi lo dapet chat dari Nazel kan?"
Arfan pun langsung masuk kedalam mobilnya. "Berisik lo! Udah yok kita balik aja."
Raka menggelengkan kepalanya. Ia pun masuk kedalam mobilnya dan Raka pun langsung menancapkan gas nya keluar sekolah.
****
Nazelya dan Alvaro yang masih berada dirumah sakit karena keadaan papa nya sudah agak baikan.
"Selamat siang. Baik saya periksa dulu keadaan pasienya." ucap dokter.
Mereka bertiga pun mengangguk. Dokter pun meletakan Stetoskop di tubuh papanya. Dokter pun melepas Stetoskopnya dari telingannya.
"Keadaanya sudah membaik, jadi hari ini pasien bisa pulang." ucap dokter.
"Terima kasih dok." ucap Nadia senyum.
Dokter itu pun tersenyum. "Sama-sama. Pasien juga jangan lupa minum obatnya, dan jangan lupa setiap kali habis aktivitas pasien harus ganti perban. Kalo tidak itu akan infeksi pada bagian tubuh tertentu."
"Baik dok." kini suara Alvaro terbuka.
"Baiklah kalo begitu saya permisi dulu. Mari." pamit dokter.
Mereka semua pun mengiyakan. Nazelya dan Alvaro membereskan barang-barang mereka.
"Mah aku pulangnya tiga hari lagi ya?" tanya Nazelya.
"Kamu kan sekolah Zel. Nanti ke tinggalan pelajaran gimana?" balas Nadia.
"Bisa nanya Adel atau Becca."
Mama nya merubah posisi duduknya. "Kalo mama sih terserah papa kamu aja."
Nazelya pun mengarahkan pandanganya ke papa nya. "Pah boleh ya? Boleh ya?yakan yaa??"
"Hmm..... Oke kamu boleh, tapi Al harus pulang hari ini." ucap Harry.
"Gampang itu mah pah, kan aku juga harus latihan basket buat pertandingan." balas Alvaro.
"Yaudah ayo kita pulang. Supirnya udah nunggu." ucap Nadia.
Mereka pun langsung keluar dari kamar tersebut untuk pulang. Mereka pun berjalan beriringan setelah sampai diluar rumah sakit mereka pun langsung masuk kedalam mobil dan menancapkan gas nya membelah kota Paris di sore hari.
••••••
Hello! Welcome back semoga suka okay....... Enjooooyyyyyy guys✨
Jangan lupa vote and comment;)
KAMU SEDANG MEMBACA
ARFANAZ (COMPLETED✓)
Teen FictionNazelya Arvalynz. Perempuan yang mempunyai senyum yang begitu manis bisa membuat kaum Adam terpesona dengan senyumannya itu. Ketua Osis SMA Bersana School yaitu Arfano Haudan yang dulunya memiliki sifat yang begitu dingin dengan semua orang kecuali...
