36. Main

1.4K 61 0
                                        

DIPERJALANAN tidak ada yang membuka suaranya untuk berbicara. Nazelya memalingkan wajahnya kearah jendela mobil, sedangkan Arfan sibuk menyetir.

"Tadi Al ngomong apa aja?" tanya Nazelya.

"Nanyain status lo sama gue." balas Arfan.

"Terus lo bilang apa sama Al?"

Arfan menoleh sekilas. "Gue bilang aja kalo hubungan lo sama gue cuma temen."

"Kenapa gak lo coba kasih tahu Al?"

"Gue cuma takut kalo Al nggak suka sama hubungan ini, gue bakalan secepatnya bilang sama Al."

"Good," sembari senyum.

Tak lama mobil Arfan sudah berhenti didepan rumah Nazelya. Arfan pun mengantar Nazelya sampai pintu depan, setelah itu Arfan pamit untuk pulang. Mobil Arfan pun sudah tak terlihat lagi didepan mata Nazelya dan melangkahkan kakinya masuk kedalam rumah.

            •••••••

Arfan sudah tiba dirumahnya dengan selamat dan melangkahkan kakinya masuk kedalam rumah.

"Asalamualaikum." salam Arfan.

"Walaikumsalam." jawab mom dan Raisa.

Arfan pun duduk disofa sambil melepaskan ikatan tali sepatunya. "Kok lo udah pulang jam segini."

"Abangku yang ganteng, kan gue sekarang udah bebas mau pulang jam berapa aja." balas Raisa

"Oh iya, lo kan mau otw kelas 10 ya... sorry gue lupa." sambil menyengir.

"Hm. Nanti anterin aku kerumah kak zel ya."

Arfan menautkan alisnya. "Ngapain?kalo gak penting gue gak mau."

"Penting!"

"Sepenting apa emangnya?!"

"Ihhh abang, banyak nanya deh udah pokoknya anterin aja napa."

Arfan pun beranjak dari duduknya sambil memainkan ponselnya. Raisa hanya menghentakan kakinya kesal kenapa juga Raisa harus punya kakak seperti Arfan.

Setelah sampai kamar Arfan langsung membuka baju seragamnya dan hanya menyisakan baju polos berwarna putih sebagai dalamannya. Arfan pun membuka aplikasi pesan dan menekan nomernya Nazelya. Ia pun mulai memainkan jarinya untuk mengirimkan pesan pada kekasihnya.

Arfan sesekali tersenyum kalo memandangi foto Nazelya yang begitu menyejukan hatinya dan pikirannya. Setelah chatting dengan Nazelya Arfan melangkahkan kakinya ke kamar mandi.

       ******

Nazelya sedang duduk dikamarnya bersama Becca, Adel dan Sherly. Sambil menonton film dilaptopnya Nazelya.

"Zel ganti dong filmnya, gak seru." ucap Adel.

"No way! filmnya seru gini, lo sih kebanyakan nonton drama." balasnya.

Adel mengercutkan bibirnya katena permintaanya tidak diberikan oleh Nazelya. Adel pun berjalan kearah balkon kamarnya Nazelya.

"Udaranya sejuk." gumam Adel.

Ceklek.

"Azel!" ucap Alvaro. Nazelya, Becca, Adel dan Sherly pun menolehkan kepalanya. Nazelya pun mematikan filmnya.

"Kenapa?" balasnya.

"Ada Arfan sama Raisa dibawah."

Nazelya pun berjalan kearah pintu. "Kalo mau ganti filmnya ganti aja."

Becca, Adel dan Sherly langsung naik kekasurnya Nazelya. Adel pun mencari film yang seru dilaptopnya Nazelya. Sesampainya dibawah Nazelya langsung cepika-cepiki dengan Raisa.

"Tumben kamu kesini Ra." sembari merapikan rambutnya.

"Iya, lagi bosen dirumah. Yaudah deh aku kesini aja." balasnya.

"Alvaro mana zel?" sambil celingak-celinguk.

"Diatas, kalo mau keatas aja." Arfan pun melangkahkan kakinya menuju kamarnya Alvaro.

Raisa pun akhirnya mengobrol dengan Nazelya. Raisa menceritakan kalo dia berencana akan sekolah ditempat yang sama dengan kakaknya Arfan, Nazelya yang mendengar itu langsung senang karena Nazelya seperti punya adik perempuan. Beberapa saat kemudian Becca, Adel dan Sherly pun turun dari kamarnya Nazelya.

"Zel gue sama yang lain balik yah." pamit Becca.

"Kok cepet banget, baru juga bentar."

"Iya gak enak juga, inikan udah sore takutnya nyokap gue nyariin."

Adel mengeluarkan ponselnya dari tasnya. "Nyokap udah jemput nih, gue balik duluan ya. Bye semua,"

Semuanya pun melambaikan kearah Adel. Becca dan Sherly pun akhirnya pamit pulang kerumahnya masing-masing.

"Kak zel aku juga mau pulang yah."

"Yaudah bentar kakak panggil abang kamu dulu." Nazelya pun berjalan menaiki anak tangga menuju kamarnya Alvaro. Sesampainya diatas Nazelya langsung bilang pada Arfan kalo Raisa mau pulang.

"Yaudah kak aku sama abang balik dulu ya.... bye kak Zel, kak Varo." sambil melambaikan tangannya.

"Iya hati-hati." ucap Nazelya dan Alvaro.

Mobil Arfan pun perlahan hilang dari pemandangan Nazelya dan Alvaro, mereka berdua masuk kedalam rumahnya kembali.

                  •|•|•

Hello! Welcome back guys..... Enjoooyyyy✨ happy reading.




TBC..... Jangan lupa vote and comment.

ARFANAZ (COMPLETED✓)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang