ARFAN mengantarkan Nazelya pulang kerumahnya dengan selamat. Arfan benar-benar sangat senang sudah dimaafkan oleh Nazelya.
"Thanks ya, udah mau maafin gue." ucap Arfan.
"Iya, tapi lo jangan pernah simpulin itu hanya dengan lo lihat tanpa tau kejelasannya." balas Nazelya.
Arfan terkekeh. "Iya makasih ya udah mau datang ke pertandingannya."
"Bukan buat lo, tapi buat sekolah. Inget itu!!"
Arfan hanya tersenyum kecil, namun tiba-tiba mamanya Nazelya datang menghampiri mereka berdua. Mamanya pun mempersilakannya masuk untuk sekedar berbincang-bincang.
"Hubungan kamu sama nazel gimana?" tanya Nadia.
Arfana hanya mengedikan bahu. "Belum tau tante, tapi kayanya sih bakal secepatnya."
"Iya deh terserah kamu aja. Tapi, inget loh jangan pernah bikin anak tante nangis gara-gara kamu." kata Nadia.
"Pasti tante siap itu mah, papanya Nazel kemana?"
Tiba-tiba seorang laki-laki berumuran 45 tahun menuruni anak tangga. Ternyata Harry sambil membawa laptop ditangannya.
"Ehh, ada kamu Fan." kata Harry.
Arfan pun langsung mengucapkan salam padanya dan mencium punggung tangannya sopan.
"Om sehat kan?" tanya Arfan. Harry hanya menganggukan kepalanya mereka pun mengobrol dengan akrab. Harry bercerita banyak tentang Nazelya padanya sepertinya, ia tahu kalo Arfan suka dengan anak perempuannya itu.
Setelah mengobrol Arfan pamit untuk pulang kerumahnya karena hari sudah mulai sore takut nanti dicariin sama mommynya.
####
"Nanti kamu siapin acara apa saja yang akan kita lakukan di perkemahan itu. Dan jangan lupa kamu kasih tahu anggota osis yang lain." kata kepala sekolah.
"Iya nanti saya kasih tahu yang lain, kemungkinan besok laporannya bakal saya kasih ke bapak." balas Nazelya.
Kepala sekolah hanya mengangguk dan pamit untuk kembali melanjutkan pelajarannya.
Bel istirahat sudah berbunyi sepuluh menit yang lalu, Nazelya sedang berada ditaman belakang untuk sekedar mencari ilham.
"Gue punya kabar bahagia buat lo." ucap Gio sembari mengeluarkan ponselnya.
"Apa?" balas Nazelya.
"Sherly bakalan sekolah disini."
Nazelya membulatkan matanya. "Serius lo? sumpah, gue seneng banget kalo dia sekolah disini, tapi.... yang ngurusin ibunya siapa?"
"Tenang aja ibunya udah tinggal dirumah gue dan orangtua gue udah bolehin itu."
"Asikk, kayanya bakalan ada yang jadian nih.... sahabat jadi cinta." cibir Nazelya sambil menyikut lengan Gio.
"Otw, lo sendiri kapan sama Arfan jadian?"
"Udah deh jangan bahas kaya begituan, mendingan kasih gue saran atau apa gitu biar gue bisa selesain nih laporan."
Gio pun membantu Nazelya mengerjakan tugas osis yang diberikan oleh KepSek yang akan diserahkan besok pagi. Tak lama datanglah Arfan, ia tidak cemburu kalo Gio dekat dengan Nazelya, untuk apa dia cemburu kan hanya teman.
•••••••
Nazelya, Adel dan Becca sedang berjalan keluar kelas karena bel pulang sudah berbunyi lima menit yang lalu.
"Emang Sherly bakal masuk kelas berapa?" tanya Becca.
"Mungkin sama kaya Gio kali." balas Nazelya.
"Kita seriusan bakal camping Zel? emang lo kata siapa??" kata Adel.
"Kepala Sekolah."
"Yaudah kita ke supermarket sekarang beli keperluan buat disana." ucap Adel semangat.
"Masih dua minggu lagi kang dagang." sahut Becca.
Adel langsung mengercutkan bibirnya padahal ia sangat bersemangat kalo masalah ginian maksudnya makanan wkwk sama kaya Raka.
Nazelya sudah sampai dirumah dengan selamat melangkahkan kakinya menuju kamarnya karena lelah. Sesampainya dikamar ia langsung mandi karena tubuhnya terasa lengket, beberapa saat kemudian Nazelya keluar dari kamarnya untuk sekedar bersantai diruang keluarga.
Namun saat ia melewati kamar Alvaro, Nazelya melihat dikamarnya ada Raka dan Gio yang sedang bermain kerumahnya. Saat ia masuk banyak sekali bungkus bekas chiki, permen, botol bekas minum berserakan dimana-mana.
"Yaampun ini kamar apa tempat sampah?! berantakan banget!!" omel Nazelya sembari bertolak pinggang.
Mereka semua hanya menyengir tak jelas tanpa ada dosa sedikit pun. Kalo anak laki-laki memang seperti ini susah untuk diajak buat bersih-bersih.
"Bersihin kagak, kalo gak gue bilangin papa sekarang!!" perintah Nazelya.
"Nanggung zel, nanti aja suruh pembantu lo aja yang bersihin." ucap Raka.
"Iya Zel tanggung banget tau, lagi seru sumpah deh lo kagak mau ikutan main?" sahut Gio.
Nazelya mengehela nafas kasar. "Bersihin sekarang atau lo berdua gak usah main kesini lagi?!"
"Elahh, Gio aja lah yang suruh bersihin, gue nanti aja sama Al."
Gio mendorong bahu Raka kencang. "Kok jadi gue sih? bukannya lo yah yang makannya paling banyak? Tanya aja sama Al."
Raka mendorong Gio balik, begitu pun sebaliknya tak ada yang mengalah Nazelya yang melihat itu hanya menggelengakn kepalanya sedangkan Alvaro malah asik dengan gamenya.
"STTOOOPP!!!" teriak Nazelya.
Raka dan Gio pun menundukan kepalanya.
"Bersihin sekarang juga gue gak mau tau. Dan lo Raka kalo sampe ada bungkus makanan yang masih berserakan, lo gak bakalan gue izinin main disini. dan lo Gio kalo kagak mau bantuin Raka gue bakalan bilang sama Sherly!!!" kata Nazelya tegas.
Raka dan Gio hanya menganggukan kepalanya pelan.
"Hahahhh emang enak sukurin.... Makannya jangan pernah ngotorin kamar gue tau sendirikan akibatnya lo pada." ledek Alvaro.
Gio dan Raka hanya mendengus kesal bukannya dibantu malah diledek dasar teman laknat, untung tuan rumah kalo bukan pasti udah dijadikan makan siangnya harimau.
•|•|•|•
Hello! Welcome back semoga suka guys..... Enjoooy✨
TBC...... Jangan lupa vote and comment.
KAMU SEDANG MEMBACA
ARFANAZ (COMPLETED✓)
Fiksi RemajaNazelya Arvalynz. Perempuan yang mempunyai senyum yang begitu manis bisa membuat kaum Adam terpesona dengan senyumannya itu. Ketua Osis SMA Bersana School yaitu Arfano Haudan yang dulunya memiliki sifat yang begitu dingin dengan semua orang kecuali...
